Rabu, 23 Januari 2019

News|Cara berwudhu'Wanita Muslimah|Agus Diar TV


MENDIDIK DIA BERKENAAN DENGAN WHUDU'
Menjadi wanita muslimah dan sholehah bukan cara sulit agar dia lebih mengetahui tatanan beragama dalam syariat islam,kali ini penulis ingin sekali memberikan ilmu pada netizen terutama dan pada "Dia" khusus-Nya,tentang cara berwhudu'.Berikut ini penulis jelaskan cara berwhudu' terutama untuk wanita muslimah.

Hal Pertama,Jika ada wanita muslimah yang dikarunai jari jemari dengan jumlah biasa-Nya,enam jari atau lebih,maka wajib membasuh-Nya bersamaan dengan jari-jemari lain-Nya,Karena,jari tambahan itu tumbuh ditempat yang menjadi fadhu wudhu'.Akan tetapi apabila kelebihan itu tumbuh ditempat yang bukan menjadi fardhu wudhu',misal-Nya lengan atau bahu,maka tidak ada kewajiban untuk membasuh-Nya,baik dalam kelebihan anggota tubuh,panjang maupun pendek,sebab,ia tumbuh ditempat yang bukan menjadi keutamaan wudhu'.

Kedua,Apabila ada tambahan yang tumbuh pada bagian yang termasuk kedalam whudu',maka daging tersebut harus dibasuh.Karena,daging itu menempel pada bagian yang dibasuh.Adapun daging yang tumbuh pada bagian yang tidak termasuk fardhu wudhu',baik panjang atau pun pendek,maka ia harus dibasuh,Sedangkan apabila ada daging yang tumbuh diantara bagian fadhu whuduk,baik panjang atau pun pendek maka harus dibasuh,dimana ujung daging yang menempel pada bagian yang bukan termasuk fardhu wudhu',maka bagian tersebut harus dibasuh,baik yang tampak serta harus membasuh bagian bawah daging yang tumbuh pada bagian yang harus dibasuh tersebut.

Ketiga,Apabila wanita muslimah membasuhkan air kekepala-Nya sebagai ganti usapan,maka mengenai hal tersebut terdapat dua pendapat yang berbeda berikut penulis persebsikan pada pendapat yang disesuaikan.

~Basuhan air tersebut tidak dapat menggantikan fardhu wudhu' yang harus dipenuhuhi,Karena,Allah memerintahkan untuk mengusap-Nya pada wudhu'.Jadi karena basuhan dan usapan salah satu-Nya tidak dapat menggantikan yang lain.

~Salah Satu dari kedua-Nya(basuhan dan usapan)dapat menggantikan yang lain.Karena,apabila salah seorang mandi junub,lalu ia menenggelamkan diri kedalam air dengan berniat melakukan kedua macam,cara thaharah tersebut,maka hal cukup bagi-Nya mengenai hadast kecil.Mengeneai hadats kecil ini,Rasulallah s.a.w pernah bersuci dari-nya dengan membasuh muka,kedua tangan-Nya dan kemudian mengguyurkan air ke atas kepala-Nya.Didalam mensifati cara bersuci Rasulallah s.a.w ini dapat disebutkan sebagai pengusap,Selain itu juga membasuh lebih luas pengertian dari mengusap jika seseorang wanita muslimah membasuh kepala-Nya pada saat berwudhu',maka ia harus menyertai-Nya dengan usapan,sebagaimana jika ia berniat berwudhu',yaitu menyentuh kepala-Nya.Akan tetapi jika ia tidak menyentuh-Kan kepalanya.Akan tetapi jika ia telah menyentu-kan bagian kepala-Nya ketika membasuh ataiu sudah-Nya,maka berarti ia telah menyertai-Nya dengan usapan.Telah diriwayatkan  dari Mu'wiyah Radhiyallah'anhu:
Dia pernah mengajarkan tata cara berwhudu' kepada beberapa orang,sebagaimana ia pernah melihat Rasulallah berwudhu',setelah sampai pada bagian kepala diambil-Nya sesauk air dengan telapak tangan kirin-Nya,lalu diguyurkan kepada sampai menetes atau hampir saja menete,setelah itu mengusap kepala,dari bagian depan arah belakang kepala dan dari bagian belakang sampai ke arah depan kepala.(HR.Abu Dawud).

~Keempat,apabila air hujan mengguyur kepala muslimah,sedang ia tidak mengusapnya,maka hal itu telah cukup sebagai sah-Nya thaharah,sebab bagaimana basuhan-Nya yang dianggap cukup sebagai ganti dari usapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...