Senin, 14 Januari 2019

News|Carilah Istri yang paham agama dan tahu mengaji,Bukan Pintar Tanya Gaji|Agus Diar TV


PILIH LAH CALON ISTRI YANG PINTAR MENGAJI,BUKAN PINTAR TANYA GAJI
Semua laki-laki tentu saja mengiginkan wanita yang akan hadir menemani kehidupannya adalah wanita yang Sholehah,yang mengerti tentang seluk beluk agama dan tatanan agama agar bisa dikemudian hari terbinanya keharmonisan dalam berkeluarga atau berumah tangga.Yang dilalui oleh suatu proses perkembangan yang baik,dengan binaan agama yang baik pula.Di penghujung Qs,Ar-rum berbunyi"Tafakkarun",yang artinya berfikir.Dalam proses pemikiran itu tentu saja harus banyak beroruentasi dengan lingkungannya,dan bertanya tentang dianya dan bagaimana keluarganya.Dan janganlah kita melihat dari calon sang istri tersebut profesi yang di embannya.Oleh karena itu perlu banyak mengemukakan suatu Argument terhadap lingkungan dalam pergaulan kita sehari-hari untuk mencari dan mengetahui karakteristik calon istri yang ingin kita nikahi.

Dan yang paling utama pula bagi  calon istri yang di cari itu ialah tentang bagaimana agamanya,pandai mengajikah dia atau tidak bisa sama sekali,kalau tidak bisa mengaji sebaiknya kita hindari,sebab hal ini biasanya tidak akan membawa keharmonisan dalam membentuk dan membina mahligai rumah tangga.Kemudian bagaimana tabiatnya apakah ai calon istri ini jutek(cerewwet),tentu harus banyak kita pertanyakan,sebagai laki-laki dalam membina karier maupun pekerjaan tentu harus banyak mengintrospeksi diri dalam memikirkan untuk hidup berumah tangga dengan baik.

Yang paling jelek dalam mendapatkan seorang calon istri ia selalu bertanya apa pekerjaanmu?Berapa gajimu?Ini tabiat wanita yang kurang baik untuk dijadikan istri.Sebab dari bahasa hinayah yang diucapkan sebelum meminangnya dia sudah berani mengungkit tentang pribadi kita dan dalam pertaannya tadih tentang berapa gajimu.

Tentu pula sebagai laki-laki yang luas akan pemikiran dan wawasan serta imajinasi yang tercipta umpannya dari ribuan karya bisa menjawab dengan tegas dan bertanya pada si dia atau wanita tadih,dengan pertanyaan engkau bukan kriteria istri yang pantas aku nikahi.


Wanita yang mengetahui dan tahu mengaji sedikit banyaknya mengetahui isi kandungan Al-Qur'an tentu dia tidak akan berani bertanya tentang jumlah berapa gaji kita sebelum menikahinya.Dan inilah wanita yang  lebih pantas untuk di jadikan istri yang dari karaktet jiwanya sudah kita pahami sebagai wanita yang penyabar dan rendah hati.Sudah sepatutnya wanita yang seperti ini dijadikan wanita pendamping untuk hidup harmonis dengan makna Al-Qur'an sakinah mawaddah dan warahmah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sastra Lisan Kerinci

  SASTRA LISAN DI KERINCI Berdasarkan faktor geografis-Nya Kerinci adalah daerah yang strategis, bentuknya yang seperti kuali yang dat...