Senin, 14 Januari 2019

News|Jangan memandang rendah kehidupan orang,menunduk lebih baik|Agus Diar TV


JANGAN MEMANDANG RENDAH SISI KEHIDUPAN ORANG,MERUNDUK LEBIH BAIK
Kehidupan manusia yang silih berganti,datang kemudian pergi dan berganti dengan sesuatu yang lebih baik,sesuatu itu boleh jadi berupa kesenangan yang di anugerahkan dari Tuhan Semesta Alam.Banyak yang kita lihat maupun yang kita perhatikan dari kehidupan manusia dalam menempuh dan berjuang secara mati-matian untuk memperoleh kehidupan yang baik.Dititipkan berupa harta yang berlimpah,namun sedikit banyak manusia yang jarang bisa berkaca pada dirinya sendiri.Apakah sebab-Nya?Sebabnya ialah ia telah merasa dirinya kaya dari pada yang lain,padahal kesemuanya tanpa disadarinya ternyata banyak manusia yang lebih dari pada diri-Nya,misalnya ia seorang PNS lalu bangga dengan atributnya,dia tenaga Honorer bangga dengan kohonorer-Nya,dia sebagai pegawai Bank bangga dengan Edicar-Nya,ini perlu kita kaji ulang secara dalam.Misalnya pada PNS contohnya bagaimana dia bisa jadi PNS,barangkali ada hutang-hutang Bank yang belum terlunasi oleh pinjaman untuk menyogok,Tenaga Honorer yang memanggkan dirinya terkadang 2-3 bulan hanya mendapatkan  gaji yang hanya 125 ribu bahkan sampai 300 ratus ribu rupiah,Pegawai Bank bangga dengan Edicardnya terkadang disisi lain seorang pegawai Bank yang elok disewa oleh Manjer Bank untuk diajak berbuat yang negatif dan dibayar mahal,Apakah ini Kenyaataan?Boleh jadi,penulis pernah melakukan orientasi perbankan yang ternyata memiliki nilai buruk daripada baiknya.Memang beda orang beda frofesi,tak mungkin frofesi itu sama,ada yang menjadi Pimpinan(Ditektur) tertinggi perusahaan yang menghasilkan uang sampai bermilyaran dalam satu bulan,karena majunya aset-aset perusahaan yang ia pimpin dengan jujur.Mengapa kita menyimbongkan diri terhadap apa yang dianugerahkan Tuhan Semesta Alam Kepada kita.

Bukankan kesemuanya merupakan titipan yang bersifat khoyali(sementara).Anda memiliki mobil mewah umpanya penulis mengambil orientasi disebuah pedesaan(desa)di Kerinci,Indonesia.Ketika orientasi diambil orang-orang yang menggunakan roda empat di atas harga 400 juta boleh dipersentasekan sangat sesikit,orang-orang yang menggunakan mobil yang dibawah standar hanya kesanggupannya 150-250 juta lebih,apakan ini dapat dikatakan orang kaya?Belum,orang yang kaya yang memiliki aset Perusahaan yang besar,dengan mobil diatas harga standar 500- 700 juta bahkan lebih,dan memiliki banyak bisnis-bisnis yang terkenal sampai ke mata asing Asia dan Eropa.


Maka dari itu marilah kita merunduk,bercermin diri,janganlah membangga-banggakan diri anda dengan apa yang anda miliki.Ingatlah diatas langit masih ada langit.Penulis sendiri terkadang merasa bosan dengan hidup serba mewah,sampai pada suatu hari,penulis meninggalkan kemewahan dengan berpetualang kesana-kemari mencari jati diri.Bukan berarti kita tidak punya apa-apa.Bahagia hidup digubuk yang reok daripada hidup mewah dirumah yang bertingkat dan ber Ac,yang di jaga oleh aparat dan Bodyguard.Dan akhirnya penulis menyadari itu semua dan penulis lebih memilih hidup biasa dan mengasingkan diri dari sebuah kota menuju pedesaan seperti yang penulis rasakan sekarang.

Merunduk lebih baik ketimbang memangga-banggakan diri dengan hal yang tidak berguna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sastra Lisan Kerinci

  SASTRA LISAN DI KERINCI Berdasarkan faktor geografis-Nya Kerinci adalah daerah yang strategis, bentuknya yang seperti kuali yang dat...