Selasa, 15 Januari 2019

News|Jingga Merah di Puncak Gunung Semeru|Agus Diar TV


KEINDAHAN JINGGA MERAH DI KAKI GUNUNG SEMERU
Pagi yang dingin,menembus tulang belulang membuat tubuh menggigil dan terasa beku,pada ketika itu kabut pagi mulai menyeruak perlahan dan kemudian lenyap dalam retina,seakan mengingatkan betapa indahnya anugerah alam dari Sang Penguasa Langit,pada hari itu rombongan MAPALA(Mahasiswa Pencinta Alam)Univ.Brawijaya mulai melakkukan pendakian menuju ke Puncak Semeru,hanya penulis yang salah satunya dari Pulau Sumatera dengan semangat yang menggebu-gebu menuju puncak Semeru,beberapa rekan dari Fakultas masing-masing berjumlah 17 rombongan dengan fasilitas dan alat-alat MAPALA yang lengkap serta perbekalan konsumsi makanan selama berada di Puncak Semeru.Selang 2 jam lebih perjalanan dengan menyelusuri hutan dan rimba serta pepohonan yang rindang yang tampak disekitar ditumbuhi dan ditutupi lumut-lumut disekelilinginya,dan kami bersama rombongan bersua dengan keindahan hayati di kaki puncak Semeru,sungguh betul-betul mengasyikkan.Tak selang lama kemudian kami sampai pada puncak dari Gunung Semeru.


Pada kala itu senja mulai menapak jingga merah yang berarti malam akan tiba,sebelum Maghrib datang semua rombongan MAPALA semuanya taat pada agama dan tidak melupakan untuk Eling pada Sang Penguasa Langit.Dalam 17 rombongan MAPALA penulis dipercayai untuk mengimami rombongan untuk melakukan Shalat berjama'ah di Puncak Semeru.

Memang tak aya lagi,keindahan Puncak Semeru begitu sangat ekaotis dengan panorama alam yang sungguh-sungguh menakjubkan,tak terasa sebagian rekan-rekan Mahasiswa/i mulai mengambil fose atau gambar keindahan Jingga Semeru dikala senja,benar-benar diluar dugaan keindahan yang tercipata dari Sang Penguasa begitu sangat Eksotis dan asrinya pemandangan di Puncak Semeru.

Pengalaman merupakan kekayaan berharga yang bernilai tinggi.Oleh karena itu pelajarilah sisi baiknya dari apa yang kita jejaki untuk dijadikan Imajinasi dan wawasan yang luas bagi setiap kita yang pernah mencoba dan merasakan.

Pemandangan dipuncak Semeru dikala senja hendak menutupi malam begitu sangat real indahnya.Namun tak seindah dari Gunung yang pernah dijajaki bersama MAPALA pada tiga tahun yanng sudah lewat  di Pulau Sumatera(Gunung Kerinci).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The type of woman to be married in Islam

From Mugribin bin Syu'bah, he said: I once proposed a woman, then the Prophet S.a.w said: Look because, that will preserve the lo...