Rabu, 16 Januari 2019

News|Memiliki wanita jangan karena paksaan,miliki dia karena pilihan|Agus Diar TV


MEMILIKI DIA BUKAN KARENA KETERPAKSAAN,MEMANG DIA PILIHAN
Sesuatu naluri setiap manusia baik itu laki-laki dan wanita tentu saja ingin memiliki apa yang diingini,baik dari faktor entern dan ekkstren yang biasa kita lihat dari dalam dunia nyata.Inilah yang disebut dengan realita hidup yang sesungguhnya,dalam menyigapi hal semacam ini tentu harus mempunyai suatu solusi yang hanya dimiliki bagi orang-orang yang pernah mencoba dan merasakannya.

Dari suatu contoh disini penulis ingin memberikan suatu masukan yang bermanfaat bagi para pemabaca,bukan maksud untuk menggurui namun ini merupakan salah satu fakta dari sebuah realita dari kehidupan makhluk,yang diambil dari sebuah pengetahuan,kemudian dikaji dengan dua hakekat ilmu Sosiologi dan antropologi.

Daripada itu,penulis ingin merilis tentang dari sebuah kehidupan yang terjadi pada diri manusia"Memiliki Wanita bukan karena Paksaan,Memang Dia Pilihan Hati".Dari dasar kata dan ungkapan memiliki dapat diartikan sebagai ungkapan ingin sesuatu yang lebih namun tidak berlebih-lebihan,keterpaksaan dapat diartikan pula dalam sambungan dari kalimat memiliki ialah tidak memaksakan sesuatu pada individu atau perorangan dalam hal mencintai,karena cinta yang sesungguhnya merupakan hak pregatif Allah Azza Wa Jalla.

Ungkapan kata memang dapat diartikan betu-betul mau atau ingin,maksudnya mengingini seseorang yang bisa hadir dalam realita kehidupan dengan pilihan dari hati itu sendiri,tak perlu,dengan ungkapan yang baik maka akan ada ungkapan yang baik pula,bukan karena sesuatu yang tidak mempunyai nilai atau etika yang terkandung didalamnya.Memiliki seseorang umpanya tentu bukan dari paksaan kehendak syahwat atau naluri dalam jiwa manusia,hal ini dapat di terjemahkan sebagai hal pengenalan.Pengenalan dapat dibagi menjadi dua pengenalan karena waktu dan pengenalan dengan kapan waktu.


Dalam dua hal tersebut kita uraikan secara realita yang penulis sesuaikan dengan fakta dan realita,waktu adalah putaran yang dimaksud putaran disini ialah memiliki dengan cara menjalani sesuai dengan batas-batas yang ditentukan(Waktu).

Kapan Waktu,Maksudnya ialah sesuatu yang bersifat individu yang mengabungkan dua kalimat dalam arti dari perkenalan,kepemilikan,dan keterpaksaan dengan maksud dalam arti ingin meminang sesuatu pada diri seseorang wanita yang tidak ada paksaan,namun karena naluri dan dorongan jiwa dari hati untuk memiliki dengan pilihan yang terbaik,yang bisa dijadikan sesuatu yang postif dalam kontek perkenalan dan kemudian meminang dan konteks dalam hukum-hukum syari'at islam,yang biasa disebut dengan Sunnah Rasul dengan cara menikah,yang dirangkum sesuai dengan pilihan itu sendiri.

Nah"itulah sebagian dari pengetahuan dan ilmu tentang memiliki seseorang bukan karean keterpaksaan memang betul-betul kata memiliki dengan kata pilihan anda masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...