Jumat, 11 Januari 2019

News|Percakapan Ketika bersama Pengusaha Kerinci Di Bandara|Agus Diar TV


PERCAKAPAN PADA SEORANG PENGUSAHA KERINCI DI BANDARA SULTHAN THAHA.
Pagi yang cerah menyelimuti Kota yang bermoto Kota Aman,Tertib Dan Indah,Kota Jambi.Tak terasa penat menghantui tubuh seketika itu,dan tanpa disadari duduk diberendan kursi halte bandara seorang bapak yang setengah baya,dengan logat dan bahasa dan gaya yang sangat sederhana.Serambi mengusap mukanya dengan sehelai tisu putih,barangkali ada rasa capek dan penat yang tak bisa beliau ungkapkan.Terlihat beliau menghela napas panjang dan berkata,kemana mereka,dimana mereka,aku terperanjak mendengar perkataannya.Lalu aku mulai bertanya,Bapak siapa?Beliau berkata aku seorang Frof.inisial beliau(B)yang memiliki aset Perusahaan yang amat besar di salah satu Kota di Pulau Jawa,dan beliau berujar nak,tak sepantantasnya aku menyombongkan diri dengan anak,dan mengatakan bahwa saya orang yang berada,lalu aku berujar pada Bapak Frof(B) tidak apa-apa pak.

Lalu beliau bertanya pada saya engkau siapa nak,aku menjawab dengan segala kerendahan hati,aku hanya orang biasa pak,anak petani biasa,Bapak Frof(B)bertanya kok anak petani naik pesawat?Aku menjawab apa salahnya Pak.Kemudian sikaya Frof(B) yang dermawan tersebut bertanya lagi nak,orang tua Bapak dulu juga seorang petani,tanpa jerih payah dari mereka bapak tidak mungkin bisa seperti saat sekarang.Frof(B) bertanya saya pernah membaca dan menyimak sebuah tulisan artikel dalam sebuah blog dengan nama Agusdiar.com,kok mirip dengan anak,Lalu saya menjawab perkataan bapak Frof(B)tadih,barangkali bukan saya,orang lain barangkali,yang benar nak ngak mungkin wajah mirip sekali dengan wajan anak ya g berada didepan Bapak.

Bapak kalau saya mengatakan saya orang hebat dihadapan bapak,tentu bapak lebih hebat dari saya,saya hanya orang biasa Pak,Bapak Frof(B)berujar,sungguh banyak diantara yang banyak yang tidak menyombongkan diri,dan tidak egois seperti anak.Anak sungguh berhati mulia.Saya menjawab saya hanya orang biasa Pak.

Akhirnya waktu terdengar dari mic dari ruang bandara dengan menyebut Bapa Frof(B)disuruh menghadap dan berkata kepada saya nak mari ikut saya,saya terperanjak dengan perkataan beliau dan akhirnya saya di ajak beliau untuk bisa melihat secara lebih dekat,ternyata beliau Pengusaha yang terkenal dengan kedemawanannya.

Kesimpulan
Dari cerita diatas merupakan dua percakapan yang saling menghargai satu sama lain.dan tidak menyinggung tentang perbedaan kasta(Pangkat serja jabatan)semoga bisa menjadi inspirasi tersendiri bagi pembaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...