Rabu, 30 Januari 2019

News|Tak ada kata terlambat,untuk suatu kesalahan|Agus Diar TV


MEMINTA MAAF KEPADA ORANG YANG DULH PERNAH DIANIYA
Dosa ada dua macam,yaitu dosa kepada Allah dan dosa kepada sesama manusia.Dosa kepada Allah adalah dosa yang sangkut pautnya langsung kepada Allah.Dosa ini boleh jadi yang diakibatkan oleh pelanggaran manusia atas segala hal yang dilarang.Oleh Allah dan atau bisa pula diakibatkan oleh keenggenan manusia melakukan perintah-Nya.Sementara itu dosa kepada manusia adalah dosa yang sangkut pautnya langsung terhadap manusia.Dosa ini biasanya diakibatkan oleh tindakan seseorang,baik sengaja atau tidak terhadap orang lain dimana tindakan tersebut sampai menyakitkan hati.Dosa seseorang kepada orang lain sebenarnya akan menimbulkan dua dampak dosa sekaligus,yaitu dosa kepada Allah dan dosa kepada sesama manusia.Dikatakan dosa kepada Allah lantaran melanggar aturan Allah,yakni berupa menyakiti hati orang lain!Sedangkan dikatakan berdosa kepada sesama.Sebab tindakan tersebut telah menyakitkan hati orang lain.Tindakan seperti ini namanya tindakan seperti ini nama-Nya tindakan menzholimi.

Satu hal yang perlu diketahui dalam hal masalah ini adalah bahwa dosa terhadap sesama manuisa bagaimana pun juga akan menjadi penghambat bagi seseorang untuk bisa masuk surga.Seseorang yang secara formalitas mempunyai pahala banyak dan layak dimasukkan kedalam surga bisa saja gagal gara-gara ia mempunyai dosa terhadap sesama yang belum terma'afkan.Allah sendiri tindak mau memaafkan dosa itu selagi dosa tersebut belum mendapatkan kata maaf dari orang yang didosainya.Maka upaya tobat yang paripurn sesunggh-Nya tidak bisa berwujud jika dosa kepada sesama manusia ini belum terselesaikan.

Dalam sebuah hadist Nabi pernah menyebutkan bahwa orang-orang yang punya banyak dosa kepada orang lain dengan sebutan"Muflis".Orang-orang ini kata Nabi,kelak pada hari kiamat akan mengalami kerugian besar.Nanti pada hari pertimbangan amal para Muflis ini akan mendapatkan protes dari beberapa orang yang dulu pernah ia sakiti.Dalam proses peradilan itu orang-orang yang pernah disakit akan menuntut balas perbuatan dosa yang diperbuat oleh Muflis ini.Dan Allah akan mengabulkan tuntutan mereka.Seseorang menurut bahwa si Muflis dulu sewaktu di dunia pernah menyakiti hati-Nya.Bagaimana tuntutan harus dibalas!Dengan cara si Muflis harus mengganti dosa-Nya kepada seseorang dulu pernah ia sakiti.

Tiada cara yang bisa dilakukan oleh si Muflis untuk menebus dosa dan salah-Nya kecuali hanya dengan memberi tuntutan lagi,maka begitu seterusnya Muflis harus menyerahkan sebagian pahalanya kepada orang-orang yang pernah disakiti itu.

Begitulah nasib si Muflis kelak dihari akhirat.Seperti itulah nasib orang-orang yang sewaktu didunia sering menyakiti orang lain,namun tidak berupaya untuk memohon maaf terhadap orang yang disakiti-Nya tersebut.Mereka akan mengalami kerugian besar banyak-Nya pahala yang ia bawa bisa habis untuk menebus kesalahan-kesalahan-Nya di hari akhirat di yaumul masyar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...