Selasa, 01 Januari 2019

News|Umrah dan Pengertian Umrah|Agus Diar TV


RUANG LINGKUP PENGERTIAN UMRAH
  1. Umrah berarti ziarah,artinya ziarah ke ka'bah,thawaf disekelilingnya,sa'i antara Shafa dan Marwa serta memotong rambut.Para Ulama bersepeakat,bahwa Umrah telah disyari'atkan.

MELAKUKAN UMRAH BERKALI-KALI
Nafi' mengatakan Abdullah bin Umar Radhiyallahu'anhu pernah menunaikan Umrah beberapa tahun masa Ibnu Zubair,yang pada setiap tahun nya dua kali Umrah.Aisyah Radiyallahu Anha menunaikan Umrah tiga kali dalam satu tahun.

Demikian menurul Al-Qhasim,kemudian ditanyakan kepadanya(Al-Qhasim),apakah ada seseorang yang mencelanya?Ia menjawab,Subhannallah,bukanlah ia itu Ummul Mukminin?Mayoritas Ulama juga berpendapat demikian.Sedangkan Imam Malik memakruhkan penunaian Umrah yang dilakukan lebih dari satu kali dalam satu tahun.

BOLEH MENUNAIKAN UMRAH KAPAN SAJA
Diperbolehkan wanita muslimah untuk menunikan Umrah pada bulan-buoan haji tanpa harus menunaikan haji,karena,Umar bin Khatab Radhiyallah Anhu,pernah menunaikan Umrah pada bulan syawal dan kemudian kembali ke Madinah tanpa menyembelih kurban.

Artinya,diperbolehkan juga menunaikan Umrah sebelum menunaikan Haji.Thawus mengatakan Orang-orang jahiliah menganggap,bahwa Umrah yang dilakukan pada bulan Haji merupakan dosa,dimana mereka mengatakan,jika bulan Shafar telah berlalu,bekas telapak kaki unta pun telah hilang dan bekas telapak kaki orang yang menunaikan haji sudah tidak tampak lagi dijalanan,maka diperbolehkan melaksanakan Umrah bagi yang menginginkanya.

HUKUM UMRAH
Menurut Imam Hanafi dan Imam Malik,hukum Umrah adalah Sunnat.Hal ini didasarkan pada hadist dari Jabir,bhwa Rasulallah s.a.w pernah ditanya mengenai hukum Umrah,karena yang demikian itu adalah lebih afdhal(HR.Tirmidzi dinyatakan sebagai hadist hasan shahih).

Demikian yang menjadi pendapat dari sebagian Ulama.Mereka mengatakan Umrah bukanlah suatu hal yang wajib.Umrah merupakan salah satu dari dua macam haji,yaitu haji akbar(besar)yang jatuh pada hari nahar dan haji ashghar(kecil)yang boleh dilakukan kapan saja.Sedangkan menurut Imam Syafi'i dan Imam Ahmad,Umrah merupakan amalan yang diwajibkan.Hal ini didasarkan pada Firman Allah Azza Wa Jalla
Artinya : Dan Sempurnakan Ibadah Haji dan Umrah karena Allah.(Al-Baqarah : 196).

Artinya : Haji itu wajib,maka Umrah pun wajib.Mengenai hal ini,pendapat pertama adalah yang lebih tepat.Dinukil oleh Imam Tirmidzi dari Imam Syafi'i,dimana ia mengatakan,tidak ada waktu yang ditentukan dalam Umrah,karena ia merupakan amalan yang di sunnatkan.

WAKTU UMRAH
Jumhur Ulama berpendapat,bahwa waktu Umrah adalah seluruh hari dalam satu tahun,sehingga menunaikannya setiap saat.Kecuali pada lima hari yang dimakruhkan untuk menunaikannya,yaitu hari Arafah,hari Nahar dan tiga hari tasriq.

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha,bahwasanya ia memakruhkan pelaksanaan Umrah pada kelima hari tersebut.Karena hari-hari tersebut merupakan hari ibadah Haji yang sudah ditentukan waktunya.

Abi Hanifah juga memakruhkan Umrah yang dilakukan pada kelima hari tersebut,yaitu hari Arafah,hari Nahar dan tiga hari Tasriq.Sedangkan Abu Yusuf memakruhkannya pada hari Arafah dan tiga hari setelahnya.Namun demikian,mereka semua sepakat untuk mebolehkan pelaksanaan Umrah pada bulan-bukan haji.Diriwayatkan dari Iklimah bin Khalid,ia menceritakan :

Aku Pernah bertanya kepada Abdullah bin Umar mengenai Umrah yang dilakukan sebelum haji?Karena Rasulallah s.a.w pernah melakukannya.Juga diriwayatkan dari Jabir,bahwa Aisayah Radhiyallahu Anha pernah menjalani masa haid,lalu ia menunaikan seluruh manasik.Akan tetapi,ia tidak melakukan Thawaf di Baithullah.

Setelah bersuci dan mengerjkan Thawaf,ia bertanya :Wahai Rasulallah,apakah engkau berangkat mengerjakan haji saja?Lalu ia menyuruh Abdurrahman bin Abu Bakar keluar bersamanya Tan'im.Kemudian ia mengerjakan Umrah setelah pelaksanaan haji pada bulan DZulhijjah.

FADILAH UMRAH
Dari Abu Hurairah Radhyallahu Anhu,ia berkata Rasulallah s.a.w
"(Dari)Satu Umrah ke Umrah yang lain merupakan penebus dosa yang ada diantara keduanya dan haji mabrur itu pahalanya tidak lain adalah Surga(Mutafaqun Alaih).

Ini adalah Hadist hasan Shaih demikian yang dikatakan oleh Imam Tirmidzi,Ibnu Abdil Barr mengisyarakatkan,bahwa yang dimaksud adalah penghapusan dosa-dosa kecil dan bukan dosa-dosa besar.Menurut riwayat Ahmad dan lainnya dari hadist Jubair yang dianggap sebagai hadits marfu',disebutkan Haji mabrur itu tidak ada pahalanya yang sepadan selain daripada surga.

Pernah ditanyakan Wahai Rasulallah,apakah kebaikan haji itu?Beliau menjawab Yaitu memberikan makan dan menyebar luaskan salam.Dalam Hadits tersebut terdapat penafsiran terhadap kebaikan ibadah Haji.

Imam Nawawi mengatakan" Yang benar adalah,bahwa haji mabrur adalah ibadah yang tidak tercampuri oleh dosa.Ada juga pendapat yang mengatakan"Bahwa haji mabrur itu adalah Haji yang tidak diikuti dengan perbuatan maksiat sedangkan artinya tidak berpahala melainkan surga adalah bahwasanya pahala tersebut tidak dikhususkan untuk menghapuskan sebagian dari dosanya,akan tetapi mengharuskannya untuk masuk kedalam surga.

KEUTAMAAN UMRAH DI BULAN RAMADHAN
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu,bahwa Rasulallah s.a.w bersabda dengan artinya :
"Umrah pada Bulan Ramadhan nilainya sama dengan Haji(Mutafaqun Alaih).

Bagi wanita muslimah yang mengerjakan Umrah satu hari dibukan Ramadhan,berarti ia telah mengerjakan Umrah secara penuh di bulan Ramadhan.Sebagaimana halnya wanita muslimah yang mengerjakan shalat secara sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...