Sabtu, 12 Januari 2019

Pembuktian cinta yang paling mulia adalah pernikahan bukan pacaran|Agus Diar TV

Ilustrasi pasangan harmonis Denny Vs Selvi

BUKTI DALAM CINTA MENUJU KEMULYAAN ADALAH PERNIKAHAN BUKAN PACARAN
Bukti merupakan arti dari kata tebusan dalam bahasa etimologinya penebusan dari ucapan yang diucapkan.Ini merupakan salah satu faedah pengetahuan bagi setiap kita manusia,menuju tempat terindah yaitu berumah tangga,pacaran belum tentu bisa membuat kita bisa menjadi mulia,karana banyak kita lihat dari orientasi dan pengenalan terhadap hal tersebut.Banyak orang yang berpacaran mengorbankan mahkota kemuyaannya belum sampai pada jenjang yang dinamakan pernikahan.Hal ini menjadi keprihatinan orang tua terhadap anak-anak mereka.Lalu kapan semua ini bisa terhenti,hal terbaik dalam mengenal wanita bukanlah dari pacaran,namun dari Ta'aruf yang dianjurkan oleh agama tanpa adanya perzinaan.

Oleh sebab itu banyak hal yang perlu kita perhatikan dari pengetahuan,ilmu dan lebih-lebih agama,tanpa hal tersebut ini,tentu suatu nuansa yang indah yang di idam-idamkan oleh setiap manusia akan menjadi berantakan atau hancur.Sebaiknya mengenal wanita dari tabiatnya baik atau tidaknya wanita tersebut tidak lantas lalu kita pacari,dan akhirnya menguber janji-janji padahal itu merupakan janji-janji semu semata.Dengan merayu bahkan dengan melakukan hal yang diluar kewajaran dalam etika agama dan syari'at islam.Ini boleh jadi bahwa dalam mengenal wanita yang lebih baik bukan dari pacaran,walau teramat banyak di zaman kini,terlihat jelas dengan mata kepala sendiri dengan menghalalkan beberapa cara untuk bisa merenggut kehormatan dan mahkota kewanitaan oelh sebagian pria yang tidak bertanggung jawab.Maka hal dan tindakan yang perlu diambil lebih detailnya ialah menikah.Gunanya agar kita terhindar dari perbuatan-perbuatan tercela.

MENGAPA MIMILIH MENIKAH DARI PADA PACARAN
Menikah adalah tali suci yang bisa memberikan orientasi terbaik the best of the best,dan merupakan sunnat dari Rasulallah s.a.w,agar semua yang dikaksanakan melalui pernikahan bisa membentuk keharmonisan perindividu pada diri manusia itu sendiri.

Pacaran bukanlah hal terbaik untuk mengenal wanita,karena pacaran adalah hal yang tabu dari pandangan kacamata agam dan syari'at islam,boleh jadi orang berpacaran puluhan tahun lamanya ada yang tidak mengecap singsana pernikahan,ini merupakan suatu hal yang diluar kewajaran dalam etika moral agama.

Kesimpulan
Menikah merupakan sunnah dari baginda Rasulallah s.aw,yang derajat penuh dengan untaian dan mutiar kemulyaan
Sedangkan pacaran tidak ada dalam syari'at islam terkuali dengan Ta'aruf(perkenalan),dengan pacaran banyak timbul maksiat yang dilakukan tanpa ada rasa malu terhadap Allah Azza Wa Jalla dan dua Malaikat yang mencatat amal perbuatan mereka ketika melakukan hal yang keji dan kotor(zina).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...