Rabu, 02 Januari 2019

Sorot Budaya|Ilmu Pusako Usang Alam Kerinci|Agus Diar TV

Gunung Kunyit

PUSAKO USANG ALAM KERINCI 
Pusako menurut etimologi bahasa ialah pusaka yang lama terpendam dari nenek moyang yang diturunkan pada garis-garis keturunannya,sehingga pusako sejenis ilmu tersebut bisa diwarisi oleh para keturunan sampai pada saat sekarang.Ilmu yang turun-temurun tersebut dipergunakan pada saat-saat tertentu sesuai dengan syari'at yang di ajarkan,Bak bahasa mengatakan"Kerih nan sabilak,asah nan batakak".

Maksud dan artinya keris yang diwariskan selalu ada dan terjaga,dan asah berarti selalu tersimpan rapi,dan batakak berarti tingkatan atau kedudukan yang diwariskan dari nenek moyang terdahulu tetap terjaga keberadaannya.

PUSAKO USANG ALAM KERINCI
Pusako Usang yang berada dalam wiliyah Kerinci tiap-tiap daerah masih menjaga baik budaya dan tradisi nenek moyang,sehingga menjadi salah satu aset dan budaya yang diperagakan pada hari,bulan dan tahun-tahun tertentu.Pada masing-masing daerah di Kabupaten/Kota Kerinci"Sekepal Tanah Surga"dengan alam nya yang asri serta masyarakatnya yang bersahabat dengan para wisata atau pelancong yang datang kedaerahnya(Kerinci).

ALAM KERINCI DAN ILMU-ILMU YANG ADA PADA TIAP-TIAP DAERAH BERBEDA-BEDA

Budaya dan tradisi Kerinci merupakan salah satu budaya yang terkenal di pulau Sumatera dengan beragam jenis ilmu-ilmu dari nenek moyang yang masih diamalkan oleh masyarakat.Ilmu-ilmu tersebut masih diperagakan pada waktu-waktu yang yang diinginkan misalnya pada acara Festival Danau,Kenduri Sko dan sebagainya.Sebagai alat budaya yang tidak mati dan tetap lestari sepanjang masa,pada tahun 2019 awal bulan kemaren bertepatan dengan malam tahun baru,penulis menyelusuri keberadaan tentang budaya dan adat alam Kerinci pada dua daearah diwilayah Utara terletak di sebuah desa dengan Ilmu yang aneh yang diperagakan berupa Sijundai dan kunyah parang dan masih banyak lagi.Dan disebelah Selatan dibawah telapak kaki Gunung Kunyit penulis juga melihat keganjilan yang berupa manusia yang bisa berubah menjadi harimau(cindaku)sungguh luar biasa.Pada malam itu juga setelah selesai mengerjakan shalat berjamaah dengan sepengkalan(tuan rumah).Penulis langsung berintrogasi dan mewancarai serta sedikit banyak juga mempelajari tradisi dialam sakti Kerinci.

KERINCI NAN ELOK DENGAN KERAMAH-TAMAHAN MASYARAKATNYA.
Keesokan harinya pada tanggal 2/12/2019,penulis diajak menuju sebuah Gunung dengan nama Gunung Kunyit,sungguh menakjubkan namun dalam hati penulis pada saat itu,juga timbul rasa ingin mengetahui lebih banyak tentang pusako usang di alam Kerinci.Dan akhirnya terhimpun semua mengenai apa-apa saja yang penulis temui dan pelajari sebagai awal baru sebekal ilmu dari alam sakti Kerinci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...