Jumat, 11 Januari 2019

Sorot Cerita| Mengejar Matahari ditapal Batas Penantian|Agus Diar.TV



SINARAN HARAPAN MENGEJAR MATAHARI
Dalam sebuah kisah yang dirangkum dari penulis untuk leluasa agar mampu menguasai skenario dari kehidupan,sisi manusia tentu dari sisi pahitnya bagaikan secangkir kopi yang disedukan,namun mengandung makna yang lebih dari filosofi pahit dan hitamnya.Tak semudah yang kita harapkan,menuang berbagai imajinasi dalam skenario kehidupan.Ketika kita semua dilena bobokan oleh ambisi naluri ingin memiliki sesuatu yang diluar batas kemampun.Memang jalan hidup tidak semua sama,dari rahim seorang ibu sebelum melahirkan seorang bayi  kedunia,telah tertulis bagaimana Qodha baik dan Qodha buruknya.Segala hal yang diaturnya sesuai dengan naluriah yang ada pada insan,untuk bisa mengambil seluruh I'tibar dari apa yang telah di anugerahkan.Apa yang dirasakan dalam hidup tak ubah bagaikan sebuah kapal dilautan yang terombang ambing tanpa nahkoda.Disana pula kita semua bisa memikirkan,oh.. kok bisa begini..bagaimana hidup...jalan keluarnya,kemana kita,untuk apa kita hidup,dan kemana kita hidup,teori ini pun pernah diungkapkan pada masa yunani kuno,untuk dijadikan inspirasi dalam berfilosofi.

Matahari dan Bumi selalu berputar pada porosnya,begitu juga manusia,menghela nafas panjang dalam suatu ikthiar dari titik(0) kehidupan.Mustahil semua pekerjaan yang dijalani oleh Insan tidak memuahkan hasil dari jeripayahnya sendiri,Tuhan tidak Buta,Tuhan tidak Tuli,dia Maha melihat dari apa-apa yang kita usahakan.Ganjaran pasti dia akan berikan.Penulis pun ketika melakukan orientasi skenario dari sebuah judul MENGEJAR MATAHARI.Apa makna dari sebuah skenario yang dipaparkan.Orang-orang boleh gelak tawa,caci maki dengan frofesi yang kita emban.Disebalik semuanya tersimpan rahasia misterius yang tak bisa diungkapkan oleh akal dan naluri manusia.Berupaya selangkah demi selangkah untuk maju,tertatih-tatih,timbul duka yang lara,kala kita dipandang oleh sebagian insan dengan sebelah mata.Lalu kita bergumam dan berkata,diakah Tuhan yang menentukan,diakah yang memberikan tentu tidak,ada riski yang sangat-sangat banyak untuk kita semua,jika kita mau dan mau berjuang secara keras,apa yang ada dalam diri kita(skill).Jangan kita hanya galo gidul,untuk mendapat sesuatu yang lebih baik dengan berhayal,namun berusahalah dengan apa yang ada dalam diri kita,kejarlah Matahari(filsafat),engkau akan merasakan panasnya,namun suatu-waktu engkau akan mengecap hasilnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...