Senin, 07 Januari 2019

Sorot Muslimah| Wanita Yang meninggalkan Shalat|Agus Diar TV


WANITA YANG ISLAM YANG MENINGGALKAN SHALAT MENURUT SYAFI'I DAN AHMAD
Menurut Imam Syafi'i dan Ahmad,wanita yang meninggalkan shalat diharuskan bertaubat.Apabila ia tidak bertaubat,maka ia harus dibunuh.Dalam komentarnya,Abu Bakar Ath-Thaurisy menyebutkan :

Menurut Imam Maliki,bahwa kepada wanita yang meninggalkan shalat itu harus diingatkan dengan keras,selama waktu masih ada.Apabila ia mengerjakannya,maka ia akan diampuni dan jika ia menolak sehingga waktunya berlalu,maka ia harus dibunuh.

Dalam hal ini penulis berpendapat,bahwa wanita muslimah yang meninggalkan shalat tidak harus dibunuh,walaupun telah berulangkali diseru untuk mengerjakannya dan ia tetap menolak,sebagaimana Nabi mengizinkan shalat sunnat dibelakang para pemimpin yang senantiasa mengakhirkan waktu shalatnya.dan beliau tidak memerintahkan maupun mengizinkan untuk membunuh mereka.

Pendapat yang memperbolehkan untuk membunuh orang yang meninggakan perintah shalat ini masih dipertentangkan,apakah dengan meninggalkan satu,dua atau tiga kali shalat?Dalam riwayat,Sufyan Ats-Tsauri,Imam Malik dan Ahmad mengatakan,Dengan meninggalkan shalat,seorang wanita muslimah dapat dikenai sanksi dibunuh.

Maka demikian pula menurut mazhab Syafi'i.Yang menjadi hujjah dari pendapat tersebut adalah hasits yang diriwayatkan dari Muadz bin Jabbal,bahwa Rasulallah pernah beesabda :
"Barangsiapa meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja,maka ia telah terlepas dari tanggung jawab Allah(HR.Ahmad).

Apabila muslimah diperintahkan mengerjakan shalat,lalu dengan mudah mengatakan,Aku tidak mau mengerjakan shalat,sedang ia tidak memiliki alasan yang pasti,maka berarti ia telah sengaja meninggalkan shalat dan dapat dipastikan hukum wajib bunuh atasnya.

Dalam hal ini penulis berpendapat,bahwa wanita muslimah yang meninggalkan shalat tidak disebut kafir,apabila dibunuh dan kedudukannya sama seperti wanita bersuami berzina.Ini juga pendapat sebgian besar fuqaha yang antaranya adalah Abu Hanifah,Imam Malik dan Syafi'i sesuai dengan sabda Rasulallah s.a.w.

" Sesungguhnya Allah mengaharamkan neraka bagi orang mengucapkan Laa Ilaaha Illallahu,yang dengan bertujuan mencari keridhoan-Nya(HR.Mutafaqun Alaih).

Karena hal tersebut sudah menjadi Ijma'kaum mualimin,maka tidak kita dapatkan seorang pun dari mereka apabila meninggalkan shalat tidak dimandikan atau dishalatkan ketika ia meninggal serta tidak ada juga larangan bagi ahli warisnya untuk menerima apa yang ditinggalkannya.

Seandainya wanita muslimah yang meninggalkan shalat itu dikafirkan,niscaya hukum-hukum yang berkenaan dengannya tentu saja sudah ditetapkan.Kita tidak melihat adanya perbedaan pendapat dikalangan kaum mualimin,bahwa wanita muslimah yang meninggalkan shalat harus menghada shalat yang ditinggalkannya.

"Mencela orang muslim adalah sebagai suatu kefasikan,sedang membunuhnya adalah sebagai kekufuran(HR.Muthafaqun Alaih).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sastra Lisan Kerinci

  SASTRA LISAN DI KERINCI Berdasarkan faktor geografis-Nya Kerinci adalah daerah yang strategis, bentuknya yang seperti kuali yang dat...