Kamis, 20 Juni 2019

Besedekahlah, Sedekah-MuTidak akan membuatmu Miskin|Agus Diar TV


BERSEDEKAHLAH SEDEKAH TAKKAN MEMBUAT DIRI-MU MISKIN
Dunia Islam, Kali ini ketertarikan penulis mengenai makna sedekah, yang dinukil dari berbagai pandangan dan memiliki makna yang sangat besar dalam kehidupan menurut  dalam Islam itu sendiri. Barangkali banyak sedikit-Nya kita telah mengetahui makna yang sangat besar dalam sedekah. Berikut ini merupakan rilisan penulis tentang sedekah yang diambil dari berbagai sumber melalui kajian - kajian Islam. 

Banyak-Nya kita sebagai Muslim mengeluarkan sedekah dengan  niat yang beragam. Juga dengan kadar keihklasan yang berbeda. Ada yang bersedekah karena berharap pujian. Sekedar untuk pencitraan. Ada pula karena faktor kepentingan misal-Nya:Pilkada, Pemilu atau Pilpres. Ada pula yang berharap mendapat imbalan berupa pengembalian rezeki yang berlipat dari yang disedekahkan. Ada juga orang yang bersedekah karena berharap hajat atau kebutuhan terwujud lancar usaha, naik pangkat, lulus ujian, sembuh dari sakit, di gampang kan jodoh, segera dapat momongan dan lain sebagai-Nya. 

Tentu benar Allah Azza WA Jalla akan membalas amal sedekah kita yang berlipat ganda.(Lihat, Misal-Nya Qs Al-Baqarah[2]:[261].Demikian pula yang dijelaskan oleh Baginda Rasulallah S. A. W. Dalam banyak hadist-Nya, Alhasil, tidak salah bahwa sedekah dengan berharap balasan berlipat ganda. Sebagaimana yang telah Allah janjikan. Namun, Jika bersedekah sebatas itu.Biasan-Nya Pertama, sedekah yang dikeluarkan hanya -lah sebatas untuk mendapatkan balasan yang kita inginkan, Kedua, Tak selalu Allah membalas sedekah kita dengan balasan yang bersifat duniawi. Sebab boleh jadi balasan-Nya dalam bentuk lain yang tidak kita ketahui.Ketiga.Pada saat Allah SWT memberikan balasan tak sesuai harapan duniawi kita, sangat mungkin kita akan kecewa. 

KADAR PARA-PARA SAHABAT   YANG  BERSEDEKAH 
Kadar orang yang bersedekah pun bisa berbeda - beda, Ada yang benar-benar ikhlas 100 persen. Ada yang kurang dari itu, bahkan ada yang tidak ikhlas sama sekali. Tentu mengukur kadar keikhlasan orang bersedekah sulit bagi kita.Karena itu termasuk masalah hati. Itu bukan ranah yang bisa dinilai manusia.Apalagi Rasulallah Saw pernah Bersabda:"Umirtu an ahkuma bi zhahir wallahu ya'walla sara'ir. Inti-Nya kita hanya bisa menilai yang lahiriah. Adapun yang batiniah(tersembunyi) hanya Allah yang bisa menilai. 

Namun yang demikian,yang batiniah terkadang tercermin dalam wujud lahiriaj-Nya. Misal, Kita tentu mengenal kepribadian Rasulallah saw, baik dari aspek ubudiah, muamalah, akhlak, dakwah, jihad, termasuk dalam bersedekah. Rasul SAW dan para sahabat tentu orang-orang yang ikhlas dalam beramal termasuk dalam hal bersedekah, dengan kadar yang luar biasa. 

Abu Bakar r.a? Semua tahu ia adalah seorang sahabat yang paling banyak berkorban harta untuk kepentingan dakwah dan jihad fisabilillah sejak berhijrah bersama Rasulallah s.a.w ia membawa seluruh harta-Nya sebanyak 6 ribu dilham(setara dengan Rp 350 juta). Tentu untuk keperluan perjuangan Islam. 

Lihat Pula Ustman bin Affan ra. Dia juga terkenal karena pengorbanan harta-Nya dalam perang tabuk ia pernah menyumbangkan 100 ekor onta dengan perlengkapan-Nya(HR.Ahmad). Bahkan menurut Baihaqi, itu ia lakukan sampai tiga kali sehingga total 300 onta beserta perlengkapan-Nya. 

Dalam kesempatan lain.Utsman bin Affan pernah menyumbang 10 ribu dinar(lebih dari 20 miliar) untuk membantu Pasukan Al-Usrah. Diluar itu pernah menyedekahkan lagi 100 sinar(lebih dari 2 miliar) untuk biaya perang Al-Usra'(HR.Abu Ya'la). Juga menyumbangkan 950 ekor unta dan 50 ekor kuda untuk perang tabuk(HR.Ibnu Asakir). 

Tak kalah dengan Utsman ra. Abdurrahman bin Auf pernah menjual tanah seharga 40 ribu dinar(lebih dari 80 miliar) m Seluruh hasil penjualan tanah dibagi - bagi  kan kepada fakir miskin termasuk pada para istri Nabi SAW(HR.Al-Hakim) dan ia pun pernah membebaskan 30.000 budak wanita(HR.Abu Naim). 

Demikianlah fenomena sedekah yang diajarkan Rasulallah saw kepada kita dan para sahabat yang mulia. Mereka bersedekah seperti orang yang tak pernah takut miskin. Sebalik-Nya  mereka jo-joran bersedekah justru karena banyak-Nya harta malah menjadi beban akhirat. Mereka tak sempat memikirkan balasan bakal Allah  berikan. Apalagi sekedar balasan duniawi. 

Itulah cermin dari kadar keihlasan yang luar biasa dalam bersedekah. Sudah kita bersedekah - dengan kadar keikhlasan yang luar biasa pada diri mereka?(Ad.Dari segala sumber) 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...