Rabu, 19 Juni 2019

Breaking News|5 Hal Mengerikan yang terjadi pada Muslim Uighur China|Agus Diar TV



MENGERIKAN LIMA HAL YANG TERJADI PADA MUSLIM UIGHUR
Lintas Dunia, Dibenak kita masih terbayangkan bagaimana kekejaman yang terjadi pada saudar-saudari kita di negara China yang minoritas muslim Gulnaz Uighur, betapa diluar pengetahuan yang tidak disiarkan live oleh media pertelevisian dunia.Mari kita telaah lebih jauh bagaimana kekejaman yang terjadi terhadap muslim Guna Uighur yang diberitakan oleh Media Umat News 28 November 2018.Mengungkapkan lima hal mengerikan yang terjadi pada saudara laki-laki dan kaum perempuan Muslim di kamp-kamp rahasia China. Berikut ini rilisan penulis tentang kekejaman China yang diambil dari beberapa sumber untuk menguatkan penulis :

DICUCI OTAKNYA UNTUK MELUPAKAN ISLAM
Hal yang pertama ini Muslim Gulnaz Uighur dicuci otak-Nya untuk melupakan Islam. Orang-orang yang tinggal di camp tidak di izinkan untuk menjalankan shalat(sebagaimana kewajiban kita Umat Muslim-Muslimah). Mereka secara khusus diperintahkan bahwa ibadah ritual-ritual dalam Islam adalah berbahaya, diperintahkan untuk tidak mengikuti hal-hal yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an. Mereka Muslim Gulnaz Uighur dipaksa untuk menyanyikan lagu-lagu pro-China  untuk mendapatkan makanan. 

DIPAKSA MAKAN DAGING BABI DAN MINUM ALKOHOL
Hal Kedua dipaksa makan daging dan minum alkohol. Para pemimpin Partai Komunis di Urumqi telah memulai gerakan anti-Halal.Mereka memerintahkan pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk bersumpah"berperang melawan pan-halalisi. Muslim Gulnaz Uighur sekarang ditekan mengecam agama-Nya sendiro, tetapi juga dipaksa untuk makan daging babi dan minum alkohol. 

BERBAGAI BENTUK PENYIKSAAN TERHADAP MUSLIM GULNAZ UIGHUR
Hal Ketiga berbagai bentuk penyiksaan agar Muslim Gulnaz Uighur mematuhi perintah mereka, pihak berwenang menyiksa mereka berbagai cara yang tidak manusiawi. Para korban diikat ke kursi"Harimau"didekat mata kaki mereka, tangan mereka dikunci dibelakang kursi. Para penyiksa dari Partai Komunis China tidak membolehkan mereka untuk tidur, menggantung para Muslim Gulnaz Uighur selama berjam-jam dan memukuli mereka. Alat-alat seperti tongkat kayu dan karet tebal, cambuk yang terbuat dari kawat bengkok, jarum untuk menusuk kulit, tang untuk mencabut kuku dan lain sebagai-Nya. Semua alat-alat tersebut digunakan untuk menyiksa orang-orang Uighur dan mengeluarkan Islam dari mereka. Mereka diperintahkan untuk berdiri diatas lempengan semen dibawah terik Matahari. Tanpa pakaian apa-pun kecuali pakaian tipis. Mereka menempatkan orang-orang penjara, air yang penuh dengan air kotor dan bau, hingga ke leher, selama lima hari. Selama penyiksaan itu. Para korban Gulnaz Uighur hanya diberi sepotong kecil roti, dan para sipir penjara itu"Mengatakan"Supaya mereka bertahan hidup".


PARA WANITA MUDA MUSLIM UIGHUR DIPERKOSA OLEH PEJABAT PKC(PARTAI KOMUNIS CHINA) 
Hal keempat yang dilakukan terhadap  wanita Muslim Gulnaz Uighur, mereka di perkosa selama wawancara, beberapa mantan tahanan telah mengungkapkan bahwa para wanita muda Gulnaz Uighur diperkosa setiap hari-Nya oleh para pejabat PKC, di kamp-kamp dan dibunuh jika mereka menolak. 

MUSLIM GULNAZ UIGHUR DILARANG MENGHUBUNGI TEMAN, KAUM KERABAT, MENDENGAR KHOTBAH, MEMANJANG JENGGOT DAN MEMOTONG RAMBUT
Hal Kelima alasan-Nya begitu aneh di balik pengiriman mereka para Muslim Gulnaz Uighur ke kamp. Saat ini siapapun dapat dimasukkan ke kamp. Di tahun - tahun sebelum-Nya, hanya para pendukung Uighur yang religius yang menjadi sasaran, namun sekarang tidak ada seorang pun penduduk Gulnaz Uighur yang merasa aman. mereka mungkin bisa pergi keluar rumah untuk membeli sayuran dan mungkin mereka tidak akan pernah kembali lagi. Namun, ada alasan yang bisa membuat penduduk Gulnaz Uighur mendapatkan kesulitan, adalah hal-hal aneh. Mereka ditahan tanpa alasan-alasan seperti menghubungi teman dan kerabat diluar negeri, bepergian ke negara asing, menumbuhkan jenggot, mendengarkan khutbah agama dan memotong rambut. Mayat-mayat orang yang meninggal di Kamp konsentrasi tidak pernah diserahkan ke anggota keluarga. (Ad dari segala sumber) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...