Jumat, 21 Juni 2019

BREAKING NEWS|CINTA NKRI|Libas OPM|Agus Diar TV


LIBAS OPM DI PAPUA
Lintas Indonesia, Kali ini saya akan mencoba  mengulas tentang problematika yang terjadi di NKRI tentang ada-Nya teroris OPM di Papua.Indonesia darurat separatisme. OPM kembali membunuh puluhan pekerja di Papua. Termasuk seorang TNI. Aksi-aksi penyerangan bersenjata di Papua selama ini terlihat dilakukan secara terorganisir. Selain dilakukan terhadap penjaga keamanan Indonesia anggota TNI dan Polri, juga terhadap warga sipil. 

Aksi-aksi tersebut merupakan  aksi teror dan memenuhi semua kriteria tindak pidana terorisme. Aneh-Nya, Pemerintah tetap enggan menyebut OPM sebagai kelompok teroris. Mereka hanya disebut sebagai kelompok kriminal Bersenjata(KKB), wajar jika tidak ada tindakan sepadan dan tegas oleh Pemerintah terhadap OPM. 

Sikap lunak Pemerintah ini jauh sekali dengan sikap Pemerintah terhadap Islam. Jika Muslim, baru terduga saja di tangkap, di siksa,bahkan ditembak mati ditempat tanpa dibuktikan terlebih dahulu pengadilan. Bahkan ada yang ditembaki usai shalat atau pengajian di Masjid. Padahal dia tara mereka tidak melakukan apa-apa. 

Terkait persoalan Papua, salah satu akar persoalan di Papua ada-Nya ketidakadilan dalam proses pembangunan yang dirasakan warga di Papua khusus-Nya di pedalaman, pegunungan, dan daerah tertinggal. Muncul sentra perlawanan terhadap Pemerintah. 

Padahal bumi Papua, sangat kaya dengan  sumbernya alam. Tambang emas, tembaga, gas dan kekayaan alam lain-Nya begitu berlimpah di Papua. Namun nyatanya, pembangunan di Papua begitu tertinggal. Mayoritas masyarakat-Nya miskin. kekayaan alam yang berlimpah justru banyak mengalir demi kesejahteraan pihak asing. Di antara-Nya PT. Freeport. 

Disisi lain, dan triliunan yang telah digelontorkan ternyata tidak dirasakan oleh masyarakat. Dana itu lebih banyak dinikmati oleh para elit. Salah satu faktor utama penyebab-Nya adalah sistem politik Demokrasi yang korup dan syarat modal. 

Alhasil menyelesaikan masalah Papua, selain dengan pendekatan keamanan, adalah dengan mewujudkan keadilan serta pemerataan pembangunan dan kesejahteraan. Hal itu hanya bisa diwujudkan melalui penerapan syariat Islam. Dalam hal pengelolaan ekonomi dan kekayaan, Islam menetapkan bahwa hutan dan kekayaan yang berlimpah dwposit-Nya merupakan harta milik umum seluruh rakyat tanpa kecuali. Contoh-Nya  tambang tembaga dan emas yang dikuasai oleh Freeport dan gas tangguh yang dikuasai oleh British Petroleum. Kekayaan itu tidak boleh dikuasakan atau diberikan kepada swasta apalagi asing. Kekayaan itu harus dikelola oleh negara mewakili rakyat. Keseluruhan hasil-Nya dikembalikan kepada rakyat, diantara dalam bentuk berbagai pelayanan rakyat. Dengan itu tambang Freeport, gas tangguh dan kekayaan alam lain-Nya akan benar-benar menjadi berkah untuk rakyat. 

Dalam hal perlakuan kepada rakyat, Islam mewajibkan berlaku adil kepada seluruh rakyat bahkan kepada semua manusia. Dalam sistem Islam tidak boleh ada diskriminasi atas dasar suku, etnis, bangsa, Ras, warna kulit, agama,  kelompok dan sebagai-Nya dalam hal pemberian pelayaran dari apa yang menjadi hal rakyat.(Ad, dari segala sumber) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...