Jumat, 14 Juni 2019

BREAKING NEWS|Fungsi Ibu yang tercabut|Agus Diar TV


FUNGSI SEORANG IBU YANG TERCABUT
Kali ini 📚 penulis merilis dari kisah dari zaman ke zaman tentang problematika dengan merilis Fungsi Ibu yang tercabut secara detail. 

Dalam sebuah keluarga.Kehidupan anak bermula. Disinilah ia medapatkan pendidikan yang pertama dan utama. Disini ia mendapatkan penamaan akidah sejak dini,pembiasan pembinaan hukum Islam, keteladanan dan penguasaan tsaqafah dasar. Guru-Nya ialah orang tua. Karena ayah terbebani kewajiban untuk mencari nafkah, maka tugas ini lebih banyak jatuh di tangan ibu. 

Rasulallah s.a. menggambarkan pentingnya fungsi ibu dalam banyak hadist. Diantaranya beliau bersabda dengan artinya:
"Seorang perempuan adalah pemelihara dirumah suaminya. Ia akan dimintai pertanggung jawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemelihraan-Nya. (HR.Bukhari). 

Sayang pada saat ini fungsi ibu sebagai pendidik anak bergeser. Para ibu disibukkan dengan upaya mencari nafkah. Sebagian karena dorongan kebutuhan ekonomi. Sebagian lagi termakan propaganda kesetaran gender. 

Akibat-Nya. Pendidikan anak dalam keluarga tidak berjalan sempurna. Orang tua mencakupkan pendidikan agama anak dari sekolah yang jauh dari memadai. Tidak heran kemudian kerusakan anak justru berlangsung di keluarga. Penanaman nilai-nilai liberalisme dan sekulerisme lebih banyak berlangsung di televisi 📺 dan internet rumah. Merokok narkoba dan seks bebas, sebagian besar ternyata juga dilakukan dirumah. 

Fungsi ibu yang tidak berjalan juga terjadi di kalangan ibu-ibu tidak bekerja. Hal ini karena tidak adanya gambaran yang mereka miliki tentang fungsi keibuan yang mereka sandang. Mereka menikah dan punya anak seolah sebagai skenario yang mesti mereka jalani seperti air mengalir. Tidak ada target dalam mendidik anak. Tidak pula merasa kelak akan diminta pertanggung jawaban di hadapan Allah. 

Malahan kita dapat menemui ibu-ibu yang justru membuat  menjerumuskan anak-Nya dalam kerusakan. Ibu yang mengajak anak kecil-Nya untuk menonton sinetron. Infotaiment tayangan mistik dan sebagai-Nya. Ibu yang menuruti semua keinginan anak, tidak memberikan batasan benar atau salah, baik buruk dan abai terhadap agama dan akhlak anak. Kita menginginkan anak menjadi pemimpin, pejuang, dan pengemban dakwah,tetapi tidak sungguh - sungguh meraih keinginan tersebut, atau tidak tahu harus berbuat apa dalam mewujudkan-Nya. Kita tidak menyusun target-target yang jelas terukur. Kita merumuskan langkah - langkah yang jelas. Kita tidak mengevaluasi perkembangan kemampuan anak dalam berfikir, berakidah, Tsaqafah dan sebagainya. Kita tidak melibatkan mereka dalam perjuangan dakwah, bahkan tidak mengentalkan ruh perjuangan dalam jiwa mereka. Kita membiarkan anak apa ada-Nya. Tumbuh dalam pengaruh - pengaruh budaya kapitalis-libralis yang membuat jiwa mereka lemah, terjangkit oleh penyakit wahh, cinta dunia dan takut mati.

Dalam kondisi saat ini, peran para para ibu hebat masa lalu. Meneladani upaya mereka dalam mencetak generasi emas, Khayru Ummah Ukrijat Linmas, umat terbaik yang dilahirkan bagi manusia.

Saat kita bangkit sekarang. kita coba untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri agar sanggup menjadi seorang ibu pejuang. Ibu tangguh yang melahirkan anak-anak yang tangguh. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...