Sabtu, 15 Juni 2019

BREAKING News|Hukum Syariah Seputar Operasi Kecantikan |Agus Diar TV

HUKUM SYARIAH SEPUTAR OPERASI KECANTIKAN
Dipertemuan kita kali ini saya akan mencoba menggali tentang kemaslahatan hukum Syariah Seputar Operasi Kecantikan, yang barangkali bermanfaat bagi para netizen. Apa hukum Syariah tentang Operasi Kecantikan? 

Pertama,Operasi kecantikan itu temasuk bagian dari pengobatan seperti operasi untuk mengatasi cacat tubuh semacam cacat akibat penyakit,kecelakaan lalu lintas, kebakaran atau yang lain-Nya, atau menghilangkan cacat bawaan lahir seperti pengamputasian jari tambahan dan memisahkan dua jari yang berdempetan dan sebagainya. Operasi semacam ini adalah boleh. Dalil-Nya adalah riwayat Tirmidzi dari Arfajah bin Asad berkata :
"Pada Hari al-kulab zaman Jahiliyyah hidungku rusak,lalu aku menggunakan hidung buatan dari perak sehingga membuat bau busuk. Kemudian Rasulallah S. A. W. Menyuruhku untuk menggunakan hidung buatan(yang terbuat) dari Emas.(HR. At-Tarmidzi, Hadist Hasan Gharib). 

An-Nasai  telah meriwayatkan hadist dari Ar-fajah bin As'ad bahwa dia:
" Bahwa hidungnya rusak pada hari Al-Kulab zaman Jahiliayah. Lalu dia menggunakan hidung buatan dari perak dan itu membuatnya bau busuk. Kemudian Nabi S. A. W, memerintahkan dia menggunakan hidung buatan dari emas(HR.An-Nasai). 

Al-Abani menilai hadist ini hasan. Makna "Anfan min waras yakni dari perak. Ini menunjukkan bahwa operasi kecantikan tersebut termasuk bagian treatment dan pengobatan yang boleh.

Kedua,Operasi kecantikan yang termasuk bagian dari mempercantik dan bukan termasuk dari pengobatan. Ini tidak boleh. Larangan tentang ini dalil-Nya adalah:Hadist yang dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhari dari Al-qamah, dari Abdullah yang berkata :
"Allah melaknat orang mentato dan minta di tato, orang yang meminta dicabut rambut dari wajah-Nya, orang yang merenggangkan gigi untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah(HR.Al-Bukhari). 

Imam Muslim juga telah meriwayatkan hadist ini dengan Redaksi.
"Allah melaknat orang yang mentato dan yang meminta di tato, orang yang mencabut rambut-Nya dari wajah dan yang meminta dicabut rambut dari wajah-Nya, dan orang yang merenggangkan gigi untuk kecantikan(behel). Yang mengubah ciptaan Allah.(HR.Bukhari). 

Jelas dari hadits tersebut bahwa orang yang meregangkan gigi untuk kecantikan adalah berdosa. Artinya perbuatan ini haram. Juga jelas bahwa itu disertai dengan" Illat"liat Husni(untuk kecantikan). yakni sebagai treatment atau pengobatan, maka boleh.

Didalam Lisan Al-arab dinyatakan:Al-Falaju fi Al-Asnan adalah renggang-Nya antara gigi depan dan Ar-rabi'at(gigi antara gigi seri dan gigi taring)sejak bawaan lahir, jika dibuat-buat maka itu adalah Al-Tallij,laki-laki itu al-faju Al-Asnan dan perempuan itu Falja Ul-Asnan. Al-Mutalijjah adalah perempuan yang gigi-Nya dikikir untuk mengecilkan-Nya  dan membuat jarak kecil antara gigi untuk mempercantik gigi dan menampilkan pemilik gigi itu seperti penampilan gadis kecil.Arti-Nya itu tanpa adanya gigi perempuan yang cacat yang membutuhkan pengobatan treatment melainkan untuk mempercantik dan kecantikan. Ini tidak boleh berdasarkan apa yang ada didalam hadist tersebut. Rasul S. A. W. Melaknat Al-Mutafallijat li Al-Husni(Perempuan yang meregangkan gigi untuk kecantikan).
Mereka melakukan hal itu demi kecantikan dan merupakan Illat dalam larangan tersebut. Jika Illat tidak ada, yakni tidak untuk kecantikan melainkan untuk pengobatan dan treatment, maka boleh.

PENJELASAN TENTANG IMAM AN-NAWI TENTANG BEHEL
Imam Al-Nawawi  menjelaskan Al-Mutafalijjat lil Al-Husni didalam hadist imam Muslim dengan menyatakan"Al-Mutafallijat maksud-Nya merenggangkan gigi dan mengikir gigi antara gigi depan dan gigi taring. Itu berasal dari Al-Falju, yaitu dengan merenggangkan gigi dengan menyisipkan gigi seri (gigi depan) dan gigi taring. Hal itu dilakukan oleh perempuan yang telah menopouse dan yang mendekati usia menopouse untuk menampakkan  lebih muda dan punya gigi bagus sebab renggangan kecil antara gigi itu milik gadis kecil. 

Adapun sabda Rasulallah S. a. w : Al-Mutafalijit li Al-Husni" makn-Nya mereka melakukan hal itu demi kecantikan. Didalamn-Nya ada isyarat bahwa yang haram adalah yang dilakukan demi kecantikan. Adapun seandainya perempuan itu membutuhkan untuk pengobatan atau cacat di gigi dan semacam-Nya maka itu boleh. 


Begitulah Illat-Nya adalah untuk kecantikan. Jika operasi tersebut dalam bab treatment dan pe gebetan maka boleh. Jika tubuhnya sejak lahir adalah normal dan operasi itu bukan dalam treatment. Melainkan hanya untuk kecantikan dan mempercantik diri. Maka tidak boleh.


"Ini yang dikuatkan dalam masalah ini"(ad)dri berbagai sumber) .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga pembalap tercepat TDS(tour de singkarak)2019 Kerinci

Kerinci ,Pembalap tercepat TDS fokus untuk mempertahankan jersey tersebut. Bagaimanapun jenis dakian tanjakan, saya akan berupaya sem...