Sabtu, 22 Juni 2019

BREAKING NEWS|Runtuh-Nya Penjegal Islam|Agus Diar TV


KERUNTUH RADIKALIS PENJEGAL ISLAM
Lintas Peristiwa, Ketertarikan penulis kali ini tentang problematika yang terjadi dalam perut Islam dunia, baik secara ektern maupun entern untuk bisa lebih jauh mengoak radikalis penjegalan terhadap Islam dari salah satu tender proyek GWOT ataupun GWOR. Berikut rilisan penulis mengenai penjegalan islam yang konsekuen. 

Pada awal tulisan ini dirilis telah disinggung bahwa ujung proyek GWOT dan GWOR adalah islam. Dalam kontek tersebut ditujukan untuk mencegah atau memperlambat bangkit-Nya Islam. Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki peran penting di tingkat regional, yakni Asia Tenggara. Keberadaan Indonesia di dunia Islam memiliki peran cukup strategis. Menjadi sangat berbahaya bila Indonesia didunia Islam memiliki peran cukup strategis. Menjadi sangat berbahaya jika Indonesia melepaskan diri dari Barat dan kemudian tampil sebagai negara yang mengemban ideologi Islam. Dalam pandangan Baray, ini adalah sebuah malapetaka. Sebab, itu berarti Barat akan terjebak dari negeri - negeri Islam yang kaya sumberdaya alam. 

BERBAGAI MACAM CARA UMAT ISLAM KEMBALI PADA KA'FFAH ISLAM INTELEKTUAL
Berbagai cara Islam melakukan stranding Up kepada saudara-saudari-Nya secara dakwah billisan dan lain-lain sebagai-Nya. Dalam hal ini mereka melakukan penerapan secara Ka'ffah untuk menghindari-Nya bahaya eksistensi Barat. Tidak hanya di negeri - negeri Islam, tetapi dunia Islam secara umum. 

Untuk itu Barat berusaha menjauhkan umat Islam dari pemahaman agama-Nya yang hakiki. Dalam konteks inilah, proyek deradikilasi digerakkan. Barat melakukan monsterisasi bahwa Islam adalah paham radikal yang membahayakan. Monsterisasi inilah yang kelak melahirkan islamphobia di Barat dan seluruh dunia. 

Pada saat yang sama Barat mendukung dan mereka yang dikatagorikan sebagai Islam moderat. Jangan heran muncul istilah Islam nusantara, sebagai lawan Islam radikal. Ini adalah bagian dari desain deradikalisasi yang komplen yang digerakkan dengan menggunakan orang Islam sendiri sebagai garda di garis star. 

Ternyata ia tak bisa berhadapan dengan kekuatan Islam yang menentang, disinilah konteks program deradikilasi ada benang merah-Nya yakni kepentingan rezim berkuasa kembali pada masa jabatan kedua sebelum-Nya. Dalam pandangan rezik, kelompok radikal di anggap menghalangi rezim berkuasa kembali. Maka dari iti, siapa saja orang/lembaga yang dianggap bagiam membantu atau berafiliasi kelompok radikal pasti di ikat. 

KESIMPULAN
Walhasil karena berbagai cara dilakukan umat Islam tidak kembali pada agama-Nya secara benar. Mereka tahu penerapan syariah secara Ka'ffah dalam suatu negara sangat membahayakan eksistensi Barat, tidak hanya dinegeri-negeri Islam, tetapi di dunia secara umum. 

Secara politik, proyek deradikalisasi ini digerakkan oleh kekuatan global yang dulu menghancurkan Islam dan institusi-Nya. Mereka barangkali tidak ridho bila syariah Islam di muka bumi dan memimpin dunia.(Ad, Dari segala Sumber) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maulid Nabi saw mengikuti akhlak Rasulallah Ustadz Roma Iswadi,MA

Kerinci ,Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw 1441H  yang bertempat di Surau Shilaturrahmi Pancuran Tiga Desa Tj. Mudik Ker...