Langsung ke konten utama

Cara Pandang Islam Mengenai Adat-Istiadat|Agus Diar TV


PANDANGAN ISLAM 
MENGENAI 
ADAT-ISTIADAT
Pertemuan kali ini saya ingin membahas persoalan tentang berbagai problem tentang adat-istiadat, kali ini saya  akan menerangkan kepada netizen tentang problem tersebut menurut pandangan kaca mata islam, Dan bagaimana kedudukan adat-istiadat dalam syariah islam? Jika adat-istiadat tersebut tidak bertantangan dengan islam, dengan kata lain sesuai dengan syariah islam, apakah bisa dianggap sebagai bagian dari islam? Bagaimana pula kedudukan adat-istiadat sebagai dalil syariah islam? Pertanyaan ini lah yang akan saya coba untuk memberikan jawaban, berikut uraian jawaban mengenai adat-istiadat. 

Adat-istiadat adalah produk pemikiran hanya saja, tidak dalam bentuk materi, tetapi non-materi. Karena itu adat-istiadat adalah bagian dari peradaban, bukan produk materi. 

Sebagai produk pemikiran, adat-istiadat itu lahir, atau terpencar dari akidah tertentu. Karena itu ketika adat-istiadat itu tidak bertentangan, atau sesuai dengan syariah islam, tidak bisa serta-merta diklaim sebagai bagian dari islam. Sebab-Nya adat-istiadat tersebut lahir, atau terpancar dari akidah lain. Bukan dari akidah islam. 

Memang ada sebagian fuqaha' menjadikan adat-istiadat[al- adat] dan konvensi sebagai dalil. Alasan-Nya, karena Allah SWT  memerintahkan "Jadilah pemaaf, suruh lah orang mengerjakan yang makruf dan jangan pedulikan orang-orang bodoh"(Qs : Al-A'raf[7]:119).

Frasa, Wa mur bil al-urf dalam makna ayat(suruh lah mereka mengerjakan berdasarkan kebiasaan) ini mereka gunakan sebagai justifikasi. Mereka menjustifikasi konotasi dengan beberapa masalah fikih, yang mereka klaim, ditetapkan  berdasarkan penggunaan Konvensi. Bahkan mereka mengklaim Nabi saw, telah mengakui sejumlah Konvensi dan adat-istiadat. Karena itu bagi mereka adat-istiadat  dan Konvensi merupakan dalil syariah. 


Mengenai Al-Qur'an Surah Al-A'raf ayat 119 diatas yang mereka gunakan untuk menjustifikasi adat-istiadat sebagai dalil, jelas keliru. Alsan-Nya :


Pertama, Ayat yang mereka klaim sebagai dalil syariah ini sebagai dalil syariah ini sebenar-Nya tidak ada relevansi-Nya dengan adat istiadat atau Konvensi. Adapun klaim bahwa Nabi SAW, telah mengakui adat-istiadat atau konvensi, maka ini juga tidak bisa dijadikan dalil, namun, yang harus dijadikan sebagai dalil adalah pengakuan Nabi saw, itu sendiri. Dengan  kata lain, dalil-Nya bukan adat-istiadat atau Konvensi tetapi hadist Nabi saw. 


Kedua, Konvensi adalah perbuatan yang dilakukan terus menerus, jika dilakukan oleh individu disebut Adat-istiadat jika dilakukan oleh komunitas atau kelompok disebut Konvensi. Semua perbuatan ini harus dilaksanakan berdasarkan syariah Islam. Ini, karena setiap Muslim wajib melaksanakan perbuatan-Nya  mengikuti perintah dan larangan Allah SWT. Karena syariah yang menjadi patokan adat-istiadat atau Konvensi. Bukan sebalik-Nya. Karena itu lah adat-istiadat atau Konvensi tidak bisa dijadikan, baik sebagai dalil maupun kaidah syariah. 


Ketiga, Kadangkala adat-istiadat atau konvensi tersebut menyalahi syariah, kadangkala tidak. Jika adat-istiadat atau konvensi menyalahi syariah maka syariah datang untuk membersihkan atau mengubah-Nya. Hal ini karena diantara tugas syariah adalah mengubah adat-istiadat atau konvensi yang rusak, bukan memelihara-Nya. Jika adat-istiadat itu tidak menyalahi syariah maka hukum-Nya ditetapkan berdasarkan dalil dan iklan syariah, bukan berdasarkan adat-istiadat atau Konvensi tersebut. Karena itu syariah-lah yang menjadi patokan adat-istiadat atau konvensi, bukan sebalik-Nya. 


Keempat, Adat-istiadat atau Konvensi tidak memiliki akar[Ushul], baik dalam Al-Qur'an maupun As-Sunnah, maupun ijmak sahabat. Karena adat istiadat atau Konvensi tersebut sama sekali tidak mempunyai nilai sebagai dalil syariah, kecuali dinyatakan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah


Kelima, Adat-istiadat atau Konvensi   itu ada yang baik, dan ada yang tidak baik. Karena itu adat-istiadat atau Konvensi tidak baik, tidak di akui. Lalu apa yang membedakan antara adat-istiadat yang baik dan yang tidak baik? Akal atau syariah? Jika akal yang digunakan untuk membedakan yang baik dan yang tidak baik, maka pasti tidak mampu, karena tidak bisa menjangkau apa yang di balik yang baik dan tidak baik tersebut, yaitu pujian dan celaan atau pahala dan dosa jika akal tetap dipaksa untuk memutuskan maka hasil-Nya akan fatal dan kacau. Karena itu keputusan-Nya harus diserahkan pada syariah, bukan pada akal


Keenam, Mengenai Konvensi yang menjadi istilah dan patokan di masyarakat, Maka istilah adalah penggunaan nama-nama obyek tertentu, baik yang kemudian obyek dikenal dengan makna hakiki menurut  bahasa konvensi, atau makna hakiki menurut syariah semu-Nya ini merupakan istilah. Sebagai contoh penggunaan kata. 


Adapun patokan yang digunakan ditengah masyarakat, maka yang diakui adalah apa yang dinyatakan oleh nas yang diakui. Selain itu istilah dan patokan ini bukan merupakan adat-istiadat dan konvemso, sebagaimana yang mereka maksudkan.
[Ad.dari segala sumber]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kandungan dan khasiat buah kabau

KANDUGAN KABAU
Foddweninsit kabau : 100 gram
Bagian kabau yang dapat dikonsumsi(food edible) : 100 %
-Energi Kabau : 199 Kkl
-Protein.          : 6,4 gr
-Lemak.           : 1,1 gr
-Karbihidrat.   : 41gr
-Vitamin A.     : 0 IU
-Vitamin C.     : 0 mg
-Kalsium.        : 40 gr
-Fosfor.           : 108 mg
-Zat Besi.        : 1,8 mg
-Vitamin B.     : 0,03 mg




Kabau adalah sejenia buah petai dan jenkol kabau berupa bentuk buahnya yang lonjong,berbentuk seperti kacang polong,namun jika dibelah kulitnya berjejer beberapa buah,berkulit hitam dan berdaging hijau didalamnya,biasanya tanaman ini hidup didaerah hutan Sumatera dan Jawa.
Buah ini berbau tidak sedap seperti petai dan jengkol inilah yang menjadikan kabau dengan nama lain julang jaling tentu tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia,namun kebanyakan orang suka lalap ini dikarenakan bau menyengat,buah ini berbau tajam dan mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan.

KHASIAT BUAH KABAU
-Mengatasi sembelit(susah buang air …

ADAT SEBENARNYA ADAT,ADAT YANG DI ADATKAN,ADAT NAN TERADAT,ADAT ISTIADAT DI ALAM KERINCI

"Tulisan yang dihimpun dari berbagai sumber mengenai seluk-beluk Adat sebenarnya,Adat yang di Adatkan,Adat yang ter Adat,dan Adat Istiadat di daerah Kerinci,Provinsi Jambi,yang belum banyak dipublikasikan,dengan harapan dapat bermanfaat,bagi pelestarian Adat dan Kebudayaan di Kabupaten Kerinci." Kabupaten Kerinci Berada di Provinsi Jambi mempunyai kebudayaan adat yang sangat kompoten di setiap daerah-daerahnya yang ada dengan berlandas dan bertumpu pada"Adat Bersandi Syarak,Syarak Bersendi Kitabullah","Syarak mangato Adat iyo Mamakai".Kerinci,Jambi berjarak 450 kilometer perjalanan dari  Kota Jambi dengan jarak tempuhnya sekitar 7 sampai delapan jam dengan menggunakan transportasi roda empat baik milik pribadi atau transportasi travel yang disewakan,perjalanan menuju Kabupaten Kerinci dengan jalannya sudah teramat bagus dan ketika sampai pada Gerbang Kabupaten Kerinci kita akan dapat melihat tulisan pada gerpang gapura dengan  tulisan"Selamat Dat…

TRAVEL CAHAYA KERINCI TERJUN KEJURANG|Agus Diar TV

Proses evakuasi Travel cahaya Kerinci




TRAVEL CAHAYA KERINCI MENGALAMI KECELAKAAN DAN TERJUN KEJURANG

Segala hal atas nama musibah tentu saja tidak kita inginkan dan kita undang kali ini musibah terjadi menimpa Travel cahaya Kerinci yang beralokasi dilahan panjang,kira-kira jm 02 dinihari 08/11/08.Travel Cahaya Kerinci mengalami oleng dan terjun kejurang dengan kondisi mobil travel yang memprihatinkan.Dari data yang didapat belum diketahui,jumlah dan penumpang pada Travel  Cahaya Kerinci. Sungguh kejadian memilukan bagi transportasi yang berada di Kerinci.Toh barangkali supir terlali lelah dalam mengemudikan Travel transportasi Cahaya Kerinci.Dengan kejadian ini pula mengingatkan pada semua sopir-sopir,agar mengemudikan kendaraan hendaknya berhati-hati.Agar kejadian yang menimpa Travel Cahaya Kerinci bisa menjadi contoh buat transportasi lainnya.Kejadian ini pula bukan hal yang disengaja,memang tiap-tiap musibah yang datang menimpa kita tidak mengetahui kapan dan dimana tempat dan wakt…