Rabu, 12 Juni 2019

IBU PENCETAK GENERASI ๐Ÿ†EMAS|Agus Diar TV


IBU PENCETAK GENERASI EMAS
Kali ini saya akan menceritakan sejarah panjang keemasan islam,yang berlangsung dari awal tahun Hijriah sampai sekitar 14 abad sesudah-Nya,diwarnai oleh banyak orang besar. Para khalifah menorehkan namanya sebagai pemimpin terbaik saat itu. Para pejuang Islam dalam kemenangan gemilang. Mereka tidak takut mati. Bahkan mati dijalan Allah menjadi tujuan tertinggi hidup mereka. Para ulama berjuang dengan tinta dan pena mereka.Karena merekalah kita mengenal dan bisa mempelajari islam saat ini. 

Dibalik sosok-sosok hebat mereka, ada sosok-sosok hebat yang tak kalah hebat-Nya. Nama mereka memang tak diukir oleh sejarah ๐Ÿ“œ. Namun harum semerbak oleh prestasi yang ditorehkan anak-anak yang mereka lahirkan dan mereka bentuk. Merekalah para-para ibu teladan zaman. 

Ibu-ibu tersebut mengambang anak-anak mereka dengan iman mengokohkan kedudukan mereka pada peraturan Allah serta  Menyamaikan bibit keberanian pantang menyerah dan semangat untuk mengejar ridho Allah dalam perjuangan-Nya. Mereka para ibu yang Radikal, yang mengajarkan islam secara fundamental. 

CONTOH-CONTOH RADIKAL PARA IBU-IBU ✨๐Ÿ˜HEBAT
AL-Khansa dikenal sebagai ibu-ibu mujadid, empat Anak-Nya syahid secara bersamaan. Mereka bertempur gagah berani ๐Ÿ‘ผ๐Ÿ™❤ berkat motivasi luar biasa yang ditanamkan ibu mereka sebelum perang. Ibu mereka berwasiat===="Kalian semua harus tahu balasan besar yang telah Allah siapkan bagi seorang muslim dalam memerangi orang-orang kafor. Ketahuilah anak-anak-KU, negeri yang kekal itu lebih baik dari tempat yang fana ini.Andai esok kalian masih diberi kesempatan dan kesehatan oleh Allah. Perang ilah musuh kalian dengan berani. Mintalah kemenangan pada Allah atas musu-musuh-Nya."

Usai peperangan  Al-Khanza mencari kabar tentang putera-putera-Nya. Kabar syahid anak-anaknya sampai pada dirinya. Ia berkata segala puji bagi Allah ๐Ÿ˜‡๐Ÿ™๐Ÿ‘ผyang telah memuliakan dengan kematian mereka. Aku berharap Rabb-KU mengumpulkanku bersama mereka dalam kasih ๐Ÿ’•-Nya. 

Khazuran, ibu Khalifah Harun Al-Rasyid, adalah mantan budak yang dinikahi khalifah Al-Mahdi karena mempunyai kecerdasan dan keluasan ilmu-Nya.Ia rela mendampingi anaknya mencari ilmu ke Madinah. Jauh dari keluarga dan kehidupannya sebagai istri khalifah. Ia mendidik anak-anak-Nya sehingga layak menjadi seorang khalifah. 

Ibu Sulthan Muhammad Al-Fatih mendidik dan memberikan motivasi kepada Anak-Nya setiap pagi. Setiap selesai shalat shubuh, yang ibunda mengajari mereka tentang ilmu sosial dan geografi gais batas wilayah Konstantinopel. Dia menamakan dalam jiwa Al-Fatih kecil. Bahwa kelak ialah yang akan menaklukkan Konstantinopel. Benar saja, pada usia yang baru 21,ia berhasil memimpin pasukan yang untuk menaklukkan Konstantinopel. 

Para.. Mazhab------Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Ahmad bin Hanbal-----dibesarkan sebagai anak yatim. Begitu pun perawi hadist Imam Al-Bukhari. Ibu mereka berjuang keras untuk mendidik anak-anak mereka dan mengantarkan mereka kepada ulama besar untuk ๐Ÿ“š✏belajar. Mereka rela mewakafkan anak-anak mereka untuk agama. 

Ibunda Ibnu Taimiyah bahkan mengatakan dalam surat-Nya kepada sang Putera: 
"Demi Allah, seperti inilah caraku mendidikmu berbidmat pada islam dan kaum muslimim. Aku didik engkau atas syariah agama. Anak-Ku, jangan sangka engkau berada disisiku itu lebih aku cintai dibanding kedekatanmu pada agama, berkhidmat untuk islam dan muslimin.Ana-Ku ridhoku kepadamu berbanding lurus dengan apa yang engkau persembahkan untuk agama-Mu dan kaum muslim.Sungguh anak-Ku dihadapan Allah kelak aku tidak akan menanyakan keadaan-Mu, karena aku tahu dimana dirimu dan dalam keadaan seperti engkau. Yang aku tanyakan dihadapan Allah kelak tentang-Mu Wahai Ahmad, sejauh mana khodmatmu kepada agama Allah dan saudara-saudaramu kaum Muslim. 

Inilah para kisah para ibu-ibu teladan zaman. Mereka menamkam dan menanamkan fondasi agama yang kuat pada anak-anak-Nya sehingga mampu menjadi pemimpin, pejuang dan ulama terbaik pada zaman-Nya. Mereka menjadi genersi yang tangguh generasi emas yang gilang gemilang. Kegemilangan generasi pada masa kejayaan Islam tanpak pada paradoks dengan gamabaran generasi pada saat ini.Gaya hidup mereka jauh dari tuntunan agama. Iman dan kepribadian mereka rapuh. Ini adalah fakta yang terlihat menonjol. Arus sekulerisme, kapitalisme, liberalisme, pluralisme dan telah menghantam mereka membuat mereka hanyut terlalu jauh. 

Lihat saja mereka telah meninggalkan Rasul mereka sebagai idola.Berpaling kepada artis barat, Korea, Jepang dan artis-artis lokal yang merusak jiwa mereka. Hidup mereka habis dengan gemerlap dunia hiburan, film, komik, game dan kesenangan-kesenangan lain-Nya. Hedonisme menancap kuat pada dalam jiwa mereka menjadi kan orientasi hidup mereka bukan ridha Allah dan surga-Nya. 

Dari sisi Tsaqafah islam. Jangankan menguasi bahasa arab. Membaca Al-Quran saja banyak yang belum lancar. Menyandingkan dua potret generasi kejayaan Islam dan masa sekarang membuat kita bertanya-tanya. Mengapa bisa terjadi kesenjangan yang Kontras? Sistem islam yang menjamin lahirnya generasi berkualitas.

"Nikahilah oleh kalian wanita yang penyayang lagi subur, karena sunggu AKU akan membanggakan banyak-nya kalian dihadapan para nabi pada hari kiamat".((HR.Ahmad)). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maulid Nabi saw mengikuti akhlak Rasulallah Ustadz Roma Iswadi,MA

Kerinci ,Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw 1441H  yang bertempat di Surau Shilaturrahmi Pancuran Tiga Desa Tj. Mudik Ker...