Senin, 10 Juni 2019

Breaking News|Dibalik Rahasia Alam|Agus Diar TV

       
       
 "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal" [QS.Al-Imran[3]: 190.
BUKTI SEGALA SESUATU YANG MENGHARUSKAN 
Bagaimana kalau dipertemuan kali ini kita memberikan kajian tentang islam sebagai motivasi untuk menuju jalan yang lurus"Ihdinashirotol mustaqim".Bukti segala sesuatu yang kita ulas sesuai dengan pengkajian pada tiga unsur, yaitu manusia,alam semesta dan hidup.Ketiga unsur tersebut mempunyai batasan lemah serba kurang membutuhkan pada orang lain. Misalnya manusia terbatas 🈲 sifatnya, karena itu tumbuh dan berkembang sampai pada batas tertentu yang tidak dapat dilampaui-Nya lagi.Ini menunjukkan bahwa manusia bersifat terbatas, karena penampakannya bersifat individual.Apa yang kita saksikan menunjukkan bahwa hidup berakhir pada satu individu saja.Jadi.hidup juga terbatas. Sama halnya dengan alam semesta merupakan himpunan dari benda-benda angkasa,yang setiap benda-Nya memiliki keterbatasan.Himpunan pada segala sesuatu terbatas, tentu terbatas pula sifat-Nya. Jadi alam semesta juga sifat-Nya terbatas.Walhasil, manusia, hidup, dan alam 🌿🍃semesta, ketiganya bersifat terbatas. 

Apabila kita melihat pada segala sesuatu yang bersifat terbatas, akan kita simpulkan bahwa semua-Nya tidak bersifat azalli. Jika bersifat azalli(tidak berawal dan tidak berakhir)tentu tidak mempunyai keterbatasan. Dengan demikian segala yang terbatas pasti diciptakan oleh"sesuatu yang lain".Sesuatu yang lain inilah yang disebut Al-Khalaiq. Dialah yang menciptakan manusia, hidup, dan alam semesta dalam menentukan keadaan pencipta ini akan kita dapati tiga kemungkinan pertama bahwa ia diciptakan oleh yang lain.Kedua ia menciptakan-Nya sendiri. Ketiga ia bersifat azalli dan wajibu wujud. Kemungkinan pertama ia diciptakan yang lain.Kemudian yang pertama ia menjadi menciptakan oleh yang lain adalah kemungkinann yang bathil. Tidak dapat diterima 📩 oleh akal. Sebab, bila benar demikian, tentu ia bersifat terbatas.Begitu pula dengan kemungkinan kedua, yang menyatakan bahwa dia menciptakan diri-Nya sendiri. Dan jika demikian ia sebagai mahkluk Khaliq pada saat yang bersamaan.Hal yang jelas tidak dapat diterima. Karena itu harus bersifat azalli dan wajibu wujud Dia Allah SWT. 

⏰AKAL MAMPU MEMBUKTIKAN SESUATU KEBERADAAN
Siapa saja yang mempunyai akal akan mampu membuktikan_hanya dengan adanya benda-benda yang dapat di indera-Nya bahwa dibalik benda-benda itu pasti terdapat Pencipta yang telah menciptakan-Nya. Fakta menunjukkan bahwa benda itu bersifat serba kurang,sangat 😷lemah dan saling membutuhkan. Hal ini menggambarkan bahwa segala sesuatu hanyalah mahkluk.Jadi untuk membuktikan ada-Nya Al-Khaliq Yang Maha Pengatur, sebenar-Nya cukup hanya dengan mengamati benda-benda yang ada di 🌿🍃alam semesta, fenomena hidup, atau meneliti salah satu bagian dari diri manusia, akan dapati bukti nyata dan meyakinkan akan adanya Allah SWT. 

Karena itu, dalam Al-Qur'an terdapat ajakan untuk mengalihkan perhatian manusia terhadap benda-benda yang ada, seraya mengajak-Nya turut mengamati dan memfokuskan perhatian terhadap benda-benda tersebut dan segala sesuatu yang ada disekeliling-Nya atau yang berhubungan dengan-Nya agar dapat membuktikan adanya Allah SWT. Dengan mengamati benda-benda tersebut, bagaimana satu dengan yang lain saling membutuhkan, akan memberikan suatu pemahaman yang meyakinkan dan pasti akan adanya Allah Yang Maha Pencipta Lagi Maha Pengatur.Al-qur'an telah membeberkan ratusan ayat berkenaan dengan hal ini, antara lain firman-firman Allah SWT: 
Qs. Al-Imran[3]190: "Artinya": "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih  berganti-Nya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal. "

Qs. At-Thariq[86]: 5-7]: "Artinya": " Hendaklah manusia memperhatikan dari apa yang diciptakan? Dia diciptakan dari air yang memancar, yang keluar dari antara tulang sulit laki-laki dengan tulang dada perempuan. "

Qs. Al-Baqarah[2]: 164]: "Artinya": " Sesungguhnya dalam penciptaan ⛅langit dan 🌎bumi. Silih bergantinya malam dan siang. Berlayar lah bahtera dilaut yang membawa apa yang berguna  bagi manusia. Dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa 💧air, lalu dengan 💧air itu Ia hidupkan 🌎bumi sesudah matinya(kering). Dan Ia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. Dan pengibaran 💧air dan ☁awan yang dikendalikan antara ⛅langit dan 🌎bumi. Sesungguh-Nya (semua itu) terdapat tanda-tanda(Keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan."

Banyak lagi ayat serupa lainnya, yang mengajak manusia untuk memperhatikan benda-benda alam dengan seksama, dan melihat apa yang ada disekeliling-Nya maupun yang berhubungan dengan keberadaan diri-Nya. Ajakan itu dijadikan petunjuk akan adanya Pencipta dan Pengatur, sehingga iman-Nya kepada Allah SWT menjadi iman yang mantap, yang berakar pada akal dan bukti nyata. 

Memang benar, iman kepada adanya Pencipta Yang Maha Pengatur merupakan hal yang suci pada diri setiap manusia.Hanya saja, iman yang suci ini muncul dari 💘perasaan yang berasal dari hati nurani belaka. Cara seperti ini bila dibiarkan begitu saja,tanpa dikaitkan dengan akal, sangat riskan akibatnya serta tidak dapat dipertahankan lama. Dalam kenyaataan-Nya 💘perasaan tersebut  sering menambah-nambah apa yang di imani, dengan sesuatu yang tanpa ada hakikat-Nya. Bahwa ada yang mengkhayalkan dengan sifat-sifat tertentu yang dianggap lumrah terhadapa apa yang di imani-Nya.Tanpa sadar, cara tersebut justru mennerumuskannya kearah kekufuran dan kesesatan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...