Kamis, 18 Juli 2019

5 Pilar Rahasia Agar Tak Terlahir Generasi Idiot|Agusdiar TV

5 PILAR RAHASIA AGAR TAK TERLAHIR GENERASI IDIOT


Kali ini penulis mencoba mengupas 5 pilar rahasia agar tak lahir generasi idiot, barangkali dalam kupasan ini masih banyak kekurangan yang penulis paparkan,sebab penulis juga manusia biasa yang tak lepas dari khilaf dan salah. 

 Aplikasi Tik Tok dengan flatfrom video musiknya telah melahirkan seorang remaja belasan tahun sebagai berhala baru, para pemujanya yang kebanyakan remaja putri,melontarkan kata-kata tak pantas sebagai perwujudan rendahnya pendidikan moral mereka. Seperti hasrat untuk mengangkat sang Pujaan Hati Sebagai Tuhan persis seperti generasi idiot yang tanpa berpikir panjang. 

Meski sekedar Celoteh alay anak-anak baru gede kita introspeksi Ada apa remaja putri kita mengapa begitu memuja seorang anak lelaki yang hanya mereka saksikan di layar gawai mereka ?Begitu agresif tanpa malu-malu dan Ekspresikan kekagumannya kepada publik?Boleh jadi beberapa hal berikut ini yang terjadi dan ini yang harus kita atasi agar anak-anak perempuan kita tidak terjerumus. 


HAUS PERHATIAN
  Para remaja putri demikian histerisnya terhadap idola yang notabene seorang pria jika sebelumnya seleb Korea yang dikenal dengan kemerduan suara atau kegantengannya terhadap seorang anak sebayanya teman tak dikenal yang prestasinya semesta ditahannya. 

Keinginan bertemu berfoto dan memujanya sedemikian rupa boleh jadi karena mereka butuh perhatian oleh orang yang mereka anggap hebat. Kebanggaan terhadap orang terkenal adalah Obsesi anak-anak yang terlampau dibuahi tuntunan di dunia hiburan. Seolah kehebatan orang diukur dengan keterkenalannya dan sedekat apa dia dengan orang terkenal itu adalah ukuran kehebatan dirinya. 

Lantas Bagaimana pencegahan atau solusinya kenaikan pada idola-idola lain yang bukan sosok merusak. Masih banyak tokoh publik yang baik dan bisa menjadi panutan seperti para Dai Hafiz Qur'an atau generasi sahabat dan Salafus saleh dan terpenting orang tua khususnya Ayah harus tampil menjadi idola kebanggaan rumah anak perempuannya. 

HAUS AGAMA
Anak-anak perempuan yang tidak memiliki tata krama juga tidak memiliki rasa malu sesungguhnya potret kurangnya pendidikan agama. Baik dari orangtua maupun dunia pendidikan sebab anak-anak yang Paham agama cenderung bisa menggeram dirinya agar tidak memalukan harga diri. 

Maka dekatkan anak-anak dengan pendidikan agama yang kuat budaya masyarakat yang beragama mengenal anak perempuan sebagai anak yang cenderung pemalu dan tidak resesif maka lindungi anak perempuan kita jangan sampai kehilangan rasa malunya. 

KORBAN INFLUENCER
Anak-anak kita saat ini di zaman influencer zaman ketika setiap Insan bisa tiba-tiba meledak menjadi itulah orang-orang rusak dan merusak menjadi pujaan.Meracuni pola pikir, mempengaruhi prilaku mereka hingga kadang tak masuk akal. 

Maka dampingi anak-anak agar tidak terjerumus dalam budaya selebritas jauhkan mereka dari idola-idola tanamkan pemahaman kalaulah mengagumi orang baik jangan berlebihan biasa saja mereka tuh juga manusia biasa. 

KORBAN TEKNOLOGI
Anak-anak adalah juga korban kecanggihan teknologi bermunculannya aplikasi game, dan berbagai fitur melenakan mereka. Apalagi tidak ada regulasi yang menyeleksi aplikasi yang berfaedah, dan mana yang membawa mudharat sebab peradaban sekuler tempat lahirnya teknologi itu tak memperhitungkan halal dan haram menimbang baik dan buruk. 

KORBAN SISTEM
Terakhir tentu saja mereka adalah korban penerapan sistem sekuler kapitalis yang memuja kesenangan jasa diah. Mengutamakan kebahagiaan materi di atas segalanya.  anak-anak ini, secara langsung atau tidak telah tertancap kan opini tentang kebahagiaan ala tokoh-tokoh Pujaan di dunia maya. Hal yang semu tidak dikejar seolah nyata. Nah, tiada lain solusinya selain mencampakkan sistem hidup dan diganti dengan sistem Islam. (Ad dari segala sumber). 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga pembalap tercepat TDS(tour de singkarak)2019 Kerinci

Kerinci ,Pembalap tercepat TDS fokus untuk mempertahankan jersey tersebut. Bagaimanapun jenis dakian tanjakan, saya akan berupaya sem...