Jumat, 26 Juli 2019

Baiat Aqabah II dan reaksi Keras Kaum Kafir Quraisy|Agusdiar TV

REAKSI KERAS KAUM KAFIR QURAISY
TERHADAP BAIAT AQABAH II

Sorot Sejarah.Saat peristiwa bai'at aqabah II yang tak lain adalah baiat musyawarah musyawarah sekaligus istilah al hukum atau penerimaan kekuasaan yang diberikan oleh kaum Anshar kepada Rasulullah SAW ini sampai ke telinga kaum kafir Quraisy maka merekapun antara percaya dan tidak yang pasti peristiwa ini telah menciptakan ketakutan dan kekhawatiran di kalangan mereka karena mereka tahu persis,Apa dampak dan akibatnya bagi diri dan harta mereka setelah itu. 

Saat pagi tiba rombongan besar dari kalangan pemuka Mekah dan para kriminalnya mendatangi kemah penduduk Yatsrib untuk menyatakan protes keras mereka terhadap perjanjian bai'at aqabah 2 ini. 

Wahai kaum kasra telah sampai kepada kami bahwa kalian telah mendatangi teman kami Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ini kalian keluar menemuinya di belakang kami kalian membaiatnya untuk memerangi kami demi Allah Tak ada satupun kampung Arab yang paling kan murkai ketimbang kalian ketik atau perangan tersebut terjadi antara kami dengan mereka(Isn't His yam). 

Ketika kaum musyrik terserah tidak mengetahui bahwa bai'at aqabah II ini karena peristiwa ini telah berlangsung dengan sangat rahasia dan di tengah malam yang pekat mereka kaum musyrik itu pun bangkit dan bersumpah Dengan nama Allah Tak ada satupun tak ada tak ada apapun dan tak ada yang kamu tahu tentang ini sampai mereka mendatangi Abdullah bin Abi bin salul dia dengan nada tinggi mengatakan ini batil ini tidak pernah terjadi kaumku tidak akan berani macam-macam terhadapku seperti ini Andai saja aku tidak setia strip kamu udah kan sanggup melakukan ini sampai mereka berani menikah aku sementara kaum muslim Saling pandang kalau mereka diam tak seorang pun di antara mereka yang mengeluarkan pernyataan baik maupun menolaknya. 

Para pemuka kaum Quraisy cenderung kepada sikap kaum musyrik yastrib Artinya mereka percaya kepada penduduk Yatsrib seolah tidak ada tanda-tanda adanya perubahan sikap terhadap kaum kafir Quraisy boleh dikatakan mereka kembali ke Mekah dengan tangan hampa bahkan cenderung tertipu karena tidak mengatakan dan tidak mengetahui hakikat yang sebenarnya. 

Para pemuka Mekah itu pun kembali nyaris meyakini bahwa berita bai'at aqabah II ini Bohong namun mereka tetap mencari dan mencari sambil terus meneliti dan memastikan berita tersebut akhirnya mereka yakin bahwa berita itu ternyata benar bukan kabar burung aqabah II itu benar-benar telah terjadi itu terkuak setelah rombongan haji telah bertolak ke para Ksatria atau penunggang kuda mereka bergegas menguntit orang-orang yasrib Tetapi setelah semuanya berlalu hanya saja mereka masih sempat melihat Saad Bin ubadah dan Al mundzir bin Amru mereka menguntit Kedua orang tersebut al-mundzir berhasil mengalahkan orang yang menguntitnya tetapi saat berhasil mereka tangkap. 

Mereka mengikat kedua tangan saat di lehernya dengan diikatkan pada tangan tangannya dan dia dan mereka mulai memukuli menyeret dan menarik rambutnya hingga mereka berhasil membawanya masuk kota Mekah dan Al Haris bin harb bin Umayyah datang melepaskannya dari tangan mereka karena Said telah memberi perlindungan kepada keduanya untuk kabilah-kabilah mereka melewati Madinah. 

Kaum Anshor gitu melakukan musyawarah ketika mereka kehilangan saat agar mereka bisa mendapatkan kembali tiba-tiba telah muncul dihadapan mereka dengan begitu semua rombongan haji yang tiba aqabah II itu telah kembali ke Madinah(IbnAl-Qayyim)  

Pendek kata bai'at aqabah II ini yang dikenal sebagai bai'at aqabah kubra benar-benar telah berlangsung dalam suasana yang diliputi kecintaan loyalitas saling tolong-menolong di antara sesama kaum muslim percaya diri dan keberanian di jalan dakwah orang mukmin penduduk Yatsrib benar-benar mencintai saudaranya yang tertindas di Mekah benar-benar menjadikannya keluarga dan marah terhadap orang yang mendzolimi nya. 

 namun perasaan ini bukanlah perasaan melankolis sasaran yang akan hilang seiring dengan berlalunya hari Tetapi sumber perasaan ini Allah keimanan kepada Allah Azza wa Jalla rasulnya dan kitabnya kepada keimanan yang tak akan pudar di hadapan kekuatan apapun dari kezaliman dan permusuhan anginnya justru mendatangkan berbagai keajaiban dalam aqidah dan tindakan dengan keimanan ini kaum muslimin mampu menorehkan berbagai aksi dalam lembaran waktu dan mereka pun meninggalkan jejak yang kuat di sana. 

Setelah bai'at aqabah II ini benar-benar berhasil diwujudkan dengan sempurna Islam pun berhasil menemukan tempat untuk diterapkan di sana di tengah gurun bebatuan yang diliputi gelombang kekufuran dan kebutuhan maka ini merupakan prestasi paling kritis yang berhasil diraih Islam sejak dimulainya dakwah setelah kaum Anshor kembali ke Yatsrib makna Nabi SAW pun mengizinkan kaum Muslim di Makkah untuk hijrah meninggalkan Mekah menuju ke Madinah. 

Sejarah ini bagi mereka bukan hanya mengorbankan kemesrahan mengorbankan harta benda selamatan pribadi saja tetapi juga diliputi perasaan Najib mangsa Serangan yang boleh jadi akan celaka di awal atau Penghujung Jalan pendek kata hijrah ini merupakan perjalanan masih belum jelas meliputi kabut tebal yang pekat belum tahu apa yang akan terjadi dan menimpa mereka belum tahu apa yang akan dilihat dimuka suka duka dan nestapa semuanya masih menjadi misteri namun keimanan dan keyakinan yang kuat pada janji Allah Azza wa Jalla yang membuat mereka optimis mereka yakini dengan pertolongan Allah Azza wa Jalla mereka yakin dengan kemenangan di dunia dan akhirat mereka yakin dengan surganya. 

Duka lara dan kegundahan pun sirna seketika iman bergelora dalam hati mereka seolah semuanya disapu bersih oleh gelombang iman yang membara dalam dada dada mereka begitu juaranya begitu luasnya bias-bias Nya iman dan keyakinan mereka kepada yang ghaib iman dan keyakinan yang mampu memupus kekuatan kekuatiran kecemasan duka dan Lara yang terus-menerus diembuskan oleh setan dari depan belakang kanan kiri dan atas luar biasa sunggusungguh.(Ad, dari segala sumber) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...