Rabu, 24 Juli 2019

Cinta Dalam Istiqomah|Agusdiar TV

  CINTA DALAM  ISTIQOMAH

 Cintaku dalam Istiqomah berabad-abad lamanya tak  pernah aku nukilkan,cinta yang tak pernah ku ucapkan sebelumnya. Meski belum keseluruhannya, Dan tak ada cerah dalam hati untuk mengatakan dunia milik mereka untuk bersenang-senang. Sedangkan aku tubuh dan raga ku untuk akhiratku kedudukan ku,kecintaanku terhadap Khilafah, Dan kecintaanku terhadap Lailahaillallah muhammadarrasulullah dan Rajja, liwah, merah dan putih hijau kalimah Lailahaillallah adalah perjuangan ku untuk lebih mengenal jiwaku dalam istiqomahku. 


Disini penulis tertarik dengan sebuah argumen artikel tentang cinta tanpa alasan dalam Istiqomah dan keterkaitan ini penulis hubungkan dengan dalil-dalil Allah Subhanahu Wa Ta'ala tentang ini pula penulis hanya sebagai manusia yang lemah belum mampu untuk merangkum semua penulisan secara sempurna Tentu juga penulis mempunyai kelemahan satu titik untuk bisa menjadi terbaik dari yang terbaik untuk merangkai sebuah skenario penulisan yang lebih baik terutama untuk para netizen dan diri penulis sendiri. 

 dalam kutipan tentang cinta dan balasan Istiqomah Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami ialah Allah diberitakan ayat ini orang-orang yang mengatakan mereka beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala merekalah orang-orang yang beriman dan berterus terang dan menampakan keimanan mereka demikian yang dikatakan Al jazairi tuturkan Abdurrahman Al Saidi mereka mengakui mengucapkan dan ridha terhadap ketentuan Insan artinya konsistensi manusia di atas diatas jalan atau metode yang lurus ayat ini termasuk contoh dari pada Pengertian tersebut. 

Bertolak dari penjelasan tersebut tentu saja penulis ingin memberikan masukkan tentang cinta tanpa alasan Istiqomah maka pada ayat ini memberitakan tentang orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan syirik Abu Bakar as-siddiq ketika ditanya tentang ayat ini Beliau berkata mereka tidak menyekutukan Allah subhanahu wa ta'ala dengan sesuatu apapun. 

Keimanan itu pun terus dijaga hingga akhir hayatnya cintanya pun terus terjalin sampai akhirnya Allah mempersatukannya dari hikayat dari Anas bin Malik pernah berkata sesungguhnya Rasulullah SAW membaca firman Allah Subhanahu wa ta'ala dengan maknanya sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka tetap istiqomah kemudian  

Makna yang benar tanpa berpaling ke kanan atau ke kiri cinta dalam ketulis ketulusan hati cinta akan Ridha Allah subhanahu wa ta'ala yang akan mencatat menyatukan mereka mencangkup dalam semua ketaatan mereka baik dalam cinta yang Syariah maupun yang batin Ia juga mencakup semua larangan sehingga mencakup semua kebaikan. 

Dengan demikian ayat ini menerangkan tentang orang-orang yang memadukan antara cinta tauhidnya dengan istiqomahnya terhadap Syariah Sufyan bin Abdullah Ra yang bertanya kepada Rasulullah SAW Ya Rasulullah ajarkan kepadaku 1 perkataan dalam Islam yang tidak akan aku tanyakan kepada anda maka beliau bersabda ucapkan aku beriman kepada Allah kemudian Istiqomah. (HR.Muslim) 

Perintah Istiqomah jika disebutkan dalam Quran Surah Hud surah yang ke 11 ayat 112 dan surah al-insyirah surah ke 42 ayat ke 15.

BALASAN ISTIQOMAH
Penjelasan sedikit berbeda yang dikemukakan oleh Al Bait Hawi menurutnya berarti tidak ada ketakutan atas mereka terhadap tertimpa nya suatu kemalangan yang tidak menyenangkan tegese dalam narasi sebuah cinta dalam mereka namun mereka selalu mengambil resonansi terhadap perlindungan yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala ketika ditimpa suatu kemalangan dalam mencari dan kasih dan cintanya kemudian dia kembali Istiqomah dan mengatakan dia milik Allah dan aku milik Allah Allah Allah yang menyatukan Allah yang dipertemukan bukan karena pangkat bukan karena kecantikan bukan karena profesi yang dijalankan cinta karena Allah suatu saat apabila disatukan maka Allah akan memberikan satu rezeki yang tak disangka-sangka kecintaannya terhadap apa yang dia cintai dengan Istiqomah. 

 Selain itu pula mereka pun mendapatkan pelaksanaan besar di akhirat surga yang dijanjikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala mereka itulah penghuni-penghuni surga mereka kekal jalannya Maksudnya orang-orang yang mengucapkan kata-kata tersebut dan istiqomah terhadapnya adalah penghuni surga diberitakan bahwa mereka tinggal di sana itu yang diucapkan oleh menurut Fakhruddin Al Razi menceritakan tentang hari kebangkitan bagi orang-orang yang istiqomah di dunia. 

Kemudian penulis kutip dari perkataan al-afghani ayat ini mengandung motivasi yang besar karena melahirkan rasa takut serta dukacita selamanya dan menetap di surga selamanya merupakan sesuatu yang diinginkan oleh jiwa setiap manusia baik laki-laki maupun perempuan  wallahualam Bill Showab. 

Kemudian disebutkan lagi balasan apa yang telah mereka kerjakan ditegaskan bahwa semua kenikmatan itu merupakan balasan perbuatan yang mereka kerjakan kalau Jokowi berkata mereka diberikan balasan karena amal yang mereka kerjakan berupa ketaatan kepada Allah Jalla jalaluhu dan meninggalkan kemaksiatan kepadanya. 

Dan kemudian penulis mengutip dari sebuah perkataan dari Ibnu Katsir yang katanya demikian amal-amal perbuatan itu menjadi sebab untuk mendapatkan rahmat Allah bagi mereka dan kesempurnaan-nya dalam Istiqomah cinta terhadap agama cinta terhadap Allah cinta terhadap Rasul cinta terhadap keluarga cinta terhadap ak yang dicintainya tanpa menyekutukan Allah baik dari perkataan perbuatan di dunia. 

Dan penulis ikhtisarkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan manusia untuk beriman kepada-nya dan istiqomah kemudian istiqomahnya setidaknya mencakup dua hal dengan kayak pelaksanaannya kecintaannya terhadap Allah agama Allah yakni keimanannya dan amal Shalih aqidah dan Syariah nya dan orang yang beriman dan istiqomah diberikan balasan berupa tidak ada rasa ketakutan dan kesedihan setelah surga yang kekal abadi Allah.( Wallahu A'lam Bilshawab)  

Nah,  demikianlah orang-orang yang beriman dan istiqomah terhadap keimanan mereka dan disertai dengan ketaatan kepada semua Syariah hanya diberikan balasan kebaikan besar mereka dijamin tidak takut dan bersedih hati jika diberi tanah surga dengan kenikmatan tiada tara Semoga kita diberikan Istiqomah sebagaimana diberikan ayat ini.(Ad, dari segala sumber) 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...