Minggu, 28 Juli 2019

DOCTOR Angkat Tangan|Agusdiar TV

BERGELAR DOCTOR
ANGKAT TANGAN
Ilustrasi Gambar

Sorot Inspirasi,Ada sebuah kisah  intelektual seorang DOCTOR di salah satu kota yang terletak di dalam wilayah Indonesia, DOCTOR tersebut sudah banyak mencetus berbagai banyak hal mengarang buku, mencetak mahasiswa yang pintar dan cerdas serta intelektual serta berbagai hal yang lainnya. 

Namun gelar seorang doktor dan intelektualnya seorang doktor pasti mempunyai kelemahan dan juga batasan,karena Doktor juga manusia biasa sama seperti kita. Tentu kisah ini perlu di paparkan adanya kelemahan pengetahuan ilmu,walaupun titelnya setinggi langit sekalipun.Tidak ada yang mempunyai ilmu yang kekal ilmu yang pasti di dunia ini. Hanya kita mencari pengetahuan itu sendiri,pendidikan merupakan acuan bukan berarti orang yang punya pendidikan lalu dia berhasil di kemudian tidak, demikianlah banyak yang berpendidikan tinggi jadi pedagang Alhamdulillah,ada yang berpendidikan lebih tinggi lagi punya perusahaan Alhamdulillah, bahkan ada yang menjadi dosen di salah satu Universitas ilmu yang dipergunakan untuk kemaslahatan mahasiswa-mahasiswi yang didik sesuai dengan bidang studinya di Universitas. 

 Penulis mencoba berdialog dengan si Doctor,ujar si Doktor.Saya juga manusia biasa punya kelemahan dalam ilmu pengetahuan sama dengan anda, gelar saya Doktor itu cuman sekedar gelar pengetahuan barangkali memang berbeda setiap kita manusia,tapi saya belum tentu lebih pintar daripada Anda.Ujar Si Doctor. 

Jawab saya demikian,Kok bisa demikian Pak Doktor Begini  kalau anak bisa mencetus ratusan imajinasi tanpa melihat buku dengan intelektual anak sendirilalu menjadi seorang kreator yang dapat menciptakan kreasi bagi orang tuanya tanpa ada bantuan guru itu sendiri, dengan program yang anak kuasai di bidang anak itu sendiri. Lalu saya banyak membaca baca buku dari orang yang sebelumnya menjadi Doktor tapi anak sendiri mencari imajinasi dan wawasan dengan melihat secara Filsafah bisa mencatat bagaimana kemajuan tentang pengetahuan penulisan di berbagai bidang di bumi kita Indonesia ini.saya belum tentu bisa begitu nak!! Aku kagum padamu nak. 

Lalu saya terdiam sejenak dan mulai mengemukakan argument kepada Pak Doktor sebut saja inisialnya AS ujar saya demikian Pak Doktor, Pak Doctor bisa menyesuai sub-bidang dengan pengetahuan yang pasti, yang bisa dipahami oleh semua mahasiswa-mahasiswi bapak,bahkan seketika Bapak bicara orang  mendengar dan Bapak dihormati,tapi saya toh cuma penulis,pengalaman saya belum seringgi  Bapak, Ujar saya tapi ingat.Akupun merasa ingin mengetahui dibalik semuanya itu melalui orientasi yang saya lakukan pada bapak. 

ANGKAT TANGANNYA 
PAK DOCTOR
 PADA PENULIS
Kelebihan anak barangkali ada di bidang bidangnya kata Pak Doktor saya belum bisa mencetus sebuah televisi dengan kreasi dan kreativitas yang saya miliki, saya banyak membaca Ketika saya di rumah lihat buku, Nonton televisi berita, makan dan Salat lalu tidur. 

Kemudian bangun lagi kampus cuma itu gerak-gerik saya pengetahuan saya kata Pak Doktor,Saya hanya melihat segi positifnya saja pengetahuan ilmu yang saya tebarkan dan dapatkan, namun belum bisa berkreasi banyak seperti anak, umpamanya demikian anak mengajak saya main gitar nih,saya gelarnya Doktor umpamanya Saya tidak menyombongkan diri dengan gelar saya Doktor, kemudian saya belum tentu bisa ini kunci A minor ini kunci C minor ini kunci A mayor ini kunci setengah a b f Saya tidak mengetahui itu,kata pak Doktor. Begitu juga dengan  anak menjadi seorang kreator dalam berkreasi.Saya tidak mengetahui ilmu yang anak ketahui.Apakah tugas seorang programer atau ahli di bidang komputer saya belum mampu sebab yang saya kuasai dalam ilmu komputer cuma excel dengan Windows Itu,ujar Pak doktor.Sangat Jauh berbeda dengan ana, Dan saya minta diajarkan pada anak. Lalu saya ujar setup dan mengerutu dalam hati, ini Doctor Kerr kali ya, sambil saya tersenyum. 


DOCTOR DAN PENULIS MENGKAJI
Saya disini mengkaji ulang kembali tentang apa yang dikatakan anak kepada saya, Saya memang mempunyai kelemahan yang saya baca banyak buku. Tentu saya pun mempunyai kelemahan,anak bisa mencetus berbagai program tiap tahunnya tentang ilmu komputer ilmu administrasi tentang komputer akan tetapi saya cuma berpangku pada buku-buku saya besok apa yang saya ajarkan pada mahasiswa/i saya, saya lihat dengan buku-buku saya kemudian saya Uraikan dengan rasio saya,sama dengan anak belajar program tentu punya pengetahuan, obsesi rasio kalau salah satu dari program anak itu salah dalam pembuatan, tentu program tidak akan berjalan, tapi kalau hanya melihat buku ujar Pak Doktor buku bisa diuraikan  tapi ilmu program yang anak ketahui,tentu belum bisa dinalar kan terkecuali dengan aplikasi dan program yang dicanangkan oleh anak sendiri,yang belum di miliki orang lain. Di sanalah kehebatan anak, dan saya pun angkat tangan dengan pengetahuan yang anak miliki,dan tidak semuanya ilmu yang saya kuasai, Ujar Pak Doctor. 

Semoga  dalam cerita ini menjadi inspirasi yang positif bagi semuanya, dan menjadi wawasan imajinasi kita bahwa ilmu yang dimiliki setiap manusia tentu punya kelemahan di sisi ilmu itu sendiri,kedudukan mau S3 dia mau S2 dia mau S1 dia mau apa-apa.Tapi ingat jangan menyombongkan diri setiap manusia punya kelemahan "Minal Ilmi illa qalila"ilmu itu yang ada pada diri manusia itu sangat sedikit.

wallahualam.(Ad) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...