Rabu, 31 Juli 2019

Cara Khilafah Mengatasi Penimbunan di Era Moderenisasi|Agusdiar TV


KHILAFAH MENGATASI PENIMBUNAN DI ERA MODERENISASI DUNIA
Assalamualaikum warahmatullah orang jatuh selamat pagi dan selamat beraktifitas untuk para netizen kali ini penulis akan memaparkan tentang khilafah dalam mengatasi penimbunan di era modernisasi dunia, apakah itu haram atau bagaimana? 

Jawabannya penimbunan seperti yang penulis panggil dari sumber kitab al-nizam it thisadi adalah haram. 

Penimbunan secara mutlak adalah haram secara secara ini karena adanya larangan tugas dalam pernyataan hadits secara tambelang telah diriwayatkan di dalam shahih muslim dari said final musik dari muammar bin abdullah al ada wibowo nabi bersabda yang maknanya tidaklah melakukan penemuan kecuali orang yang berbuat kesalahan. 

Rosululloh saw we telah melarang makanan di timbun hadits riwayat al hakim dan ibnu abi syaribah. 


Info muslim juga meriwayatkan dengan soal nutrisari dikenal message bahwa muammar berkata rasulullah saw lah alaihi wasallam pernah bersabda siapa saja yang menimbulkan dia berbuat kesalahan. 

Jadi untuk para anak izin larangan dalam hadits tersebut bermanfaat atau berpindah sebagai tuntunan atau tuntutan untuk meninggalkan silakan terhadap orang yang menimbulkan dengan bersifat di dirinya sebagai orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang berdosa bagi bermaksiat ini merupakan indikasi yang menunjukkan bahwa tuntutan untuk meninggalkan tersebut terpakai dah haram dari sini pula kita nok elegan hadis-hadis tersebut menunjukkan tuntunan untuk meninggalkan ini bermakna pasti dari sini pula hadis-hadis tersebut menunjukkan haram nya penimbunan. 

Orang yang menempuh malah orang yang mengumpulkan barang menunggu harganya mahal lalu dijual dengan harga tinggi hal itu membuat susah bagio warga negeri untuk membelinya. 

Adapun bagaimana solusi mengatasi masalah penimbunan maka penimbunan dijatuhi sanksi taksir dipaksa untuk menawarkan dan menjual barang nya kepada para konsumen dengan harga pasar bukan dengan dipatok harganya oleh negara pasalnya motor kan harga adalah haram sebagaimana yang dinyatakan dalam kitab. 


Islam telah mengharamkan harga secara mutlak  dasar kenapa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas yang berkata harga melonjak pada masa rasulullah saw we lalu mereka berkata dia rasulullah andai saja anda mematok harga beliau berguru bersabda sungguh allah lah yang menciptakan yang menggenggam yang melupakan yang memberi riski dan yang menetapkan harga aku sungguh berharap menjumpai ya allah dan tidak ada seorangpun yang menuntut ku dengan kezaliman yang aku lakukan kepada tiga dalam hal darah dan tidak pula harta.(HR.Ahmad)

Alasan lain adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud  berkata seorang laki-laki datang dan berkata ia rasulullah patokan harga beliau menjawab akan tetapi saya berdoa kemudian seorang laki-laki yang lain datang dan berkata ya rasulullah katakanlah harga beliau bersabda akan tetapi allah lah yang menurunkan dan menaikkan.(HR Abu Dawud). 

Hadis-hadis ini menunjukkan pengharapan pemotongan harga difotokan harga itu merupakan kezaliman jika penguasa melakukan pemotongan harga maka dia berdosa isi Allah sedap dia melakukan keharaman. Setiap orang dari rakyat boleh mengadukan kepada mahkamah bersalin atau penguasa yang mematok harga baik dia seorang wali ataupun khalifah rakyat mengadukan kezaliman ini ke mahkamah  agar memutuskan nya dan menghilangkan kezholiman ini.

Adapun penimbunan itu harus menjual barang nya dengan harga pasar karena itu adalah hukum syariah dalam jual beli jika barang tersebut tidak ada kecuali pada orang yang menyimpan ini yang menjualnya dengan harga yang diinginkan sendirian mengadakan harga karena barang itu hanya ada padanya maka dalam kondisi ini negara harus menyediakan barang tersebut di pasar dengan begitu tidak seorangpun pedagang bisa mengendalikan harga barangnya pasalnya barang itu tersedia dipasaran dijual dengan harga pasar karena itu dia terpaksa menjual barang tersebut juga dengan harga pasar itu. 


Jadi solusi terkait masalah orang yang menyinggung adalah menjatuhkan atas dirinya sanksi denda usah dia untuk menawarkan barangnya di pasar dengan harga pasar jika barang itu hanya ada pada dia saja maka negara harus menyediakan barang tersebut di pasar dengan begitu pedagang itu tidak mengendalikan harga masalah ini telah dijelaskan dalam kitab An-Nizham Al-Iqthisadi dan bab  pematokan harga. 

Adapun jika terjadi kenaikan harga-harga pada masa peperangan atau krisis politik maka hal itu bisa akibat dari tidak tersedianya barang di pasar disebabkan penyembuhannya atau disebabkan kelangkaan nya pikir adanya itu akibat padamu dan maka allah telah mengharamkan penimbunan. 


Jika tidak adanya di pasar adalah akibat dari kelangkaan nya maka khalifah atau pemimpin diperintahkan untuk memelihara berbagai kemaslahatan masyarakat. Khalifah atau pemimpin wajib bagi akan barang itu di pasar dengan mendapatkannya tari berbagai tempatnya dengan ini pakai kenaikan harga bisa dicegah khalifah umar bin oleh atap pada masa depan jelek yang disebut tahun kekeringan meski terjadi kelaparan di hijab akibat kelangkaan makanan pada tahun itu sementara harga telah melonjak akibat kelengkapannya tidak la waktu ke harga tertentu untuk makanan akan tetapi umar mengirim surat dan mendatangkan makanan dari mesir dan asam ke hijjaz sehingga harga turun tanpa perlu melakukan pemotongan harga. 

Kemudian pula jika tidak dijualnya barang dengan harga pasar menimbulkan ghabn, maka haram yaitu yang melebihi harga pasar di luar kewajaran menurut para pedagang dalam bentuk kenaikan sedikit atau penurunan sedikit dari harga pasar. 

Adapun jika lonjakan harga itu sesuai dengan istilah maka itu arah perkara yang diharamkan semua itu membuat harga pasar itu wajib bagi penjual negara wajib mengadakan harga pasar singgah pedagang tidak mengendalikan harga tertentu akan tetapi jika tidak ada pada peta kan lain dengan stop yang bisa mengatakan harga pasar makan negara harus menghadirkan barang dan menjualnya di pasar dan berikutnya tidak ada pedagang manapun yang mengendalikan harga. 

Hanya saja disarankan harga itu tidak terjadi tetapi wajib berupa harga sesuai harga pasar ketika akan dijual beli dalam semisal bertemu atau this gerakan bukan ketika penyerahan barangnya. 
Hal itu karena salam adalah jual beli adalah haram dalam semua jual beli sehingga termasuk di dalamnya salam sebagaimana haram menjual barang yang diserahkan segera dengan harga yang ditunda dengan harga yang tidak boleh menjual barang dengan sudah terima di awal dengan harga per tempo dijual secara kredit. 

Jadi solusi terkait tentang permasalahan penimbunan menurut khilafah di era modern ini solusinya adalah menjatuhkan atas dirinya sanksi taksir dan memaksa dia untuk menawarkan baratnya di pasar dengan harga pasar jika barang itu hanya ada pada dia saja maka negara harus menyediakan barang tersebut di pasar dengan begitu pedagang itu tidak mengendalikan harga. 

(Ad, dari segala sumber). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...