Sabtu, 27 Juli 2019

Hikmah Yang Besar Di Balik Ibadah Kurban|Agusdiar TV

     HIKMAH  YANG BESAR
 DI BALIK 
           IBADAH QURBAN

  Sorot Islam,Alhamdulillahirobbilalamin puji syukur terlebih dahulu penulis panjatkan kehadirat Allah Jalla jalaluhu yang dengan hidayahnya penulis dapat merangkai dari Hikmah yang besar terkandung dalam ibadah qurban ibadah kurban dilakukan pada sebelum Idul Adha dan dilakukan pada tiap tahun bagi orang-orang yang mampu dan daging kurban dibagikan kepada orang-orang yang berhak atau orang yang mendapatkan kartu korban dengan pembagian yang adil dalam hal ini ada keterkaitannya dengan Idul Adha Idul Adha dinamakan juga idul qurban karena sejak Fajar menyingsing di pagi hari sampai terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah nanti atau yang disebut dengan hari tasyrik selama 4 hari berturut-turut kita telah berada dalam suasana Idul Adha. 

 Hari raya terbesar dalam Islam hari raya yang membayangkan betapa besar dan Agungnya jiwa umat Islam yang telah bertakwa kepada Allah Jalla jalaluhu. 

Dari sejarah kita temui peristiwa yang penting berkenaan dengan Idul Adha yaitu Nabi Ibrahim Alaihissalam telah memberikan pengorbanan yang besar dan mengagumkan dengan penyembelihan putranya Nabi Ismail Alaihissalam demi pengabdian yang besar kepada Allah Jalla jalaluhu Allah membalas pengorbanan itu dengan menukar Ismail dengan seekor kambing. 

Dalam hal ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Alquran surah as-saffat ayat 107 dengan maknanya dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. 

Pengorbanan yang besar yang diberikan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam itu telah dianjurkan untuk dilaksanakan pula oleh kaum muslim sebagai tanda dari keikhlasan untuk kesediaannya untuk memberikan pengorbanan dan pengabdiannya kepada Allah Jalla jalaluhu. Dengan menyembelih hewan seperti kambing atau sapi yang dagingnya dibagi-bagikan kepada fakir miskin yang berada di sekitar kita Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan dalam Alquran surah Al Hajj ayat 28 dengan maknanya Maka makanlah sebagian darinya dan sebagian lagi berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir. 

Penyembelihan hewan yang lazimnya disebut kurban itu merupakan ukuran bagi setiap muslim sampai berapa besar kesediaannya untuk berkorban demi pengabdiannya kepada Allah Jalla jalaluhu. 

Pengabdian dan pengorbanan merupakan pendidikan bagi umat Islam untuk memperkuat jiwa sosial dan kedermawanan serta membiasakan umat Islam untuk mengorbankan segala sesuatu yang dimilikinya bagi keselamatan dan kebahagiaan umat bersama serta bagi kemajuan masyarakat bangsa dan daerahnya pun negaranya khususnya bagi kejayaan Islam dan kaum muslimin di belahan dunia. 

BESARNYA PAHALA 
IBADAH QURBAN
Berikut merupakan paparan penulis tentang ibadah yang besar yaitu ibadah qurban toh barangkali penulis juga manusia biasa tentu ada salah dan khilaf jika salah sama sana kita luruskan Jika benar Ambillah hikmah dalam penulisan apabila kita perhatikan berkurban dari segi keredaan Allah Jalla jalaluhu maka sungguh berkurban ini sangatlah besar pahalanya sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah SAW ketika ditanya oleh para sahabatnya. 

Ya Rasulullah Apakah korban itu rasulullah menjawab itu suatu sunnah ayahmu Ibrahim Mereka bertanya lagi apa yang akan kita peroleh dari korban itu beliau menjawab pada setiap helai bulu nya terdapat kebaikan.(HR.Ahmad Dan Ibnu Majjah). 

Dengan demikian wahai saudara-saudaraku kaum muslim dan muslimah mukminin dan mukminat alangkah besar pahala ibadah qurban ini gunakanlah kesempatan itu sebaik-baiknya hidup pasti mati harta kekayaan kita tinggalkan seluruhnya kecuali amal jualah yang dapat kita tawa. 

Rasulullah SAW menyebutkan dalam Haditsnya dengan maknanya tiga macam yang akan mengikuti mayit di kuburan dua macam akan kembali lagi dan yang satu macam tetap beserta tiga macam tersebut ialah keluarganya hartanya dan amalnya keluarga dan hartanya kembali lagi sedangkan amalnya tetap mengikutinya.(HR.Imam Bukhari). 

Sungguh berkorban itu berarti menitikberatkan pelaksanaan pada demi kepentingan umum dan kita sebagai kaum muslim dituntut oleh Allah Jalla jalaluhu untuk memberikan pengabdian kita sebanyak mungkin agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat agar pada tahun-tahun yang akan datang insya Allah kita diberikan Allah kesempatan umur dan kesehatan dan kekuatan memperoleh kesejahteraan yang baik dalam kehidupan kita sehari-hari baik berupa moril maupun materil dan jalan satu-satunya adalah kita mengorbankan kepentingan diri sendiri demi kepentingan umum pada batas-batas yang dapat dibenarkan oleh syariat Islamiyah. 

Saudara-saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah, sungguh banyak sekali hikmah dan nilai rohani yang dapat kita petik dari ajaran dan pelaksanaan kurban ini karena itu Itulah ada tugas kita untuk mencontoh dan mengambil teladan dari gerak dan langkah serta sikap Nabi Ibrahim Alaihissalam dalam mewujudkan dan mempertahankan keyakinan kepada Allah Jalla jalaluhu. 

Semua orang tahu bahwa dari drama besar ketika tokoh yaitu Ibrahim Siti Hajar dan Ismail itu awal peristiwa besar yang kemudian menjadi sejarah monumental. 

Tokoh Nabi Ibrahim Alaihissalam sebagai seorang ayah harus dijadikan contoh bagi ayah ayah di masa modern kini ia amat mencintai anak dan istrinya tetapi cinta kepada Allah berada diatas segala-galanya karena itu ia rela mengorbankan apa saja Bahkan mengorbankan putranya sendiri sekalipun lantaran untuk memenuhi panggilan Allah Jalla jalaluhu godaan iblis yang tak henti-hentinya tidak mampu menggoyahkan imannya bahkan semakin tabah dan mantap hatinya serta pendiriannya. 

Begitu juga dengan Siti Hajar Dia adalah seorang ibu teladan dalam rangkaian sejarah peristiwa korban ini Siti Hajar sebagai seorang istri dan ibu yang aman kuat imannya dan setia kepada suami serta cinta dan kasih sayangnya kepada putranya ibu yang demikian ini wajib diteladani oleh para ibu di masa modern kini ia seorang ibu yang baik sabar dan tabah ia tidak berduka ketika suaminya tercinta meninggalkannya seorang diri di gurun pasir Sahara ia merelakan suaminya pergi karena kepergian yaitu untuk memenuhi panggilan Ilahi. 

Ia rela berkorban dan mengorbankan apa saja jika memang yang demikian itu merupakan Bakti kepada Allah Jalla jalaluhu ia tidak mempan di kota setan walaupun godaan itu mempesonakan hatinya ia menolak semua godaan setan tersebut. 

 karena itu kesetiaan dan keiklasan Siti Hajar itu perlu dicontoh dan diteladani oleh kita umat Islam di Amparan bumi dunia ini khususnya oleh para ibu dan wanita-wanita masa modern kini kesetiaan istri kepada suami dan ketabahan kesabaran mengemban tugas Allah sumber keharmonisan rumah tangga sekaligus Kebahagiaan rumah tangga yaitu rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah. 

Ismail adalah contoh tauladan seorang remaja yang taat kepada Allah Jalla jalaluhu marilah kita perhatikan sejenak tokoh Ismail Ya Allah pokok yang harus ditiru oleh para remaja dewasa ini untuk mewujudkan taqwanya dan baktinya kepada Allah serta kepada orang tuanya ia rela mengorbankan nyawanya berpisah dengan jasadnya Bukankah ini sebuah pengorbanan yang luar biasa sehingga wajarlah kalau Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyatakan dalam Alquran dengan maknanya Sesungguhnya ia benar-benar suatu ujian yang nyata Quran surah as-saffat ayat 106.

Untuk mewujudkan pembangunan bangsa dan mensejahterakan umat kita ambil dari pandangan daerah kita saja contohnya 5 Desa Tanjung Pauh mudik tegaknya syariat Islam ini amat diperlukan remaja yang berjiwa besar dan berakhlak mulia kita masih memerlukan para remaja yang ikhlas dan berani berkorban untuk mencapai cita-cita Luhur karena halnya tangan remaja lah terletak kejayaan umat dan bangsa sebagaimana dinyatakan oleh Pujangga Islam sesungguhnya di tangan pemudalah terletak kejayaan umat dalam derap langkah merekalah hidup matinya bangsa ataupun daerah.(Ad, dari segala sumber.) 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...