Sabtu, 06 Juli 2019

Ketegasan Khalifah Umar Bin Khattab Tentang Pemerintahan|Agus Diar TV

KETEGASAN 
KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB TENTANG 
PEMERINTAHAN
PEMERINTAHAN MASA SEKARANG JAUH-JAUH HARI TELAH DI INGATKAN OLEH KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB
  Kali ini pertemuan kita akan membahas tentang seorang khalifah yang adil di masyarakat kembali untuk rakyat dan berbuat untuk rakyat yaitu Khalifah Umar Bin Khattab di masa Rasulullah SAW. Ketertarikan penulis tentang ini merupakan suatu pola pikir yang efektif Memberikan pengetahuan kepada seluruh netizen baik di Indonesia maupun Eropa Timur Tengah. 

Mungkin sudah menjadi hal yang jamak pejabat memperkaya keluarga dan kerabatnya saya juga keluarga dan kerabatnya manfaatkan kesempatan jabatan orang tuanya kita bisa membeli hampir sebagian besar pejabat negara di negeri ini setelah ditelusuri ternyata uang hasil korupsi mengajar juga ke istri anak dan saudaranya. Demikian juga fenomena keluarga pejabat yang tiba-tiba punya akses mudah dalam fasilitas dan peluang bisnis tiba-tiba dengan mudah punya perasaan ini dan itu buka pabrik di sana dan sini dengan tentu dengan nilai yang menggiurkan seolah-olah para pegawai negara memberikan fasilitas pejabat dalam segala hal tinggal sebut saja anak atau kerabat Si Fulan maka urusan akan lancar dan beres. 

Fenomena ini adalah fakta yang kasat mata terjadi menggerogoti negara ini susah dengan buktikan secara hukum namun praktik seperti diatas adalah hal yang lumrah terjadi. Fenomena ini adalah fenomena yang lumrah dalam bahasa demokrasi rasanya setiap pejabat yang akan menjabat harus mengeluarkan politik nilainya tidaklah sedikit ini harus dicarikan jalan keluar menutupi dan tentunya mencari selisih kuat keuntungan. Dari mana tentu dari Catut sana jatuh di sini ambil korek sana ambil proyek sini. 

Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan ajaran Syariah Islam dalam sistem Khilafah. Syariah Islam mengharamkan Setiap keluarga dan kerabat pejabat untuk mengambil kesempatan memperkaya diri dan keluarga ketika keluarganya sedang menjabat. Selain hukuman berat Telah Menanti sang pejabat diwajibkan oleh Syariah Berikan contoh terbaik bagi rakyatnya bahwa keluarganya Emang tidak melakukan hal itu. 


"Perkataan Umar Ibnu Khattab rakyat akan menunaikan kepada pimpinan apa yang pemimpin tunaikan kepada Allah jika pemimpin bermewah-mewah maka rakyat akan bermewah- mewahan. "

Khalifah Umar Al seorang pemimpin yang sangat ketat melakukan introspeksi terhadap diri dari anggota keluarganya ia sadar bahwa pandangan rakyat akan tertuju kepada dirinya tidak akan ada gunanya juga ia bertindak keras terhadap rakyatnya sementara anggota keluarganya bermewah-mewahan yang mengakibatkan mereka akan dihisab di akhirat kelak dan lidah rakyat tidak mengasihi mereka di dunia. 

Khalifah Umar melarang rakyat untuk melakukan sesuatu maka ia menemui keluarganya dan menyampaikan kepada mereka. 

Aku telah melarang rakyat untuk melakukan ini dan itu rakyat akan melihat tindak-tanduk kalian sebagaimana Seekor Burung melihat sepotong daging Bila kalian melanggar maka mereka akan melanggar Bila kalian takut melakukannya mereka juga akan takut melakukannya demi Allah bila salah seorang diantara kalian diserahkan kepada saya karena ia melanggar apa yang sudah saya larang maka saya akan melipatgandakan hukuman kepada dia karena dia kerabat saya siapa di antara kalian yang ingin melanggar silakan Siapa yang ingin mematuhinya juga silakan. 

SIKAP TEGAS UMAR BIN KHATTAB BUKAN UNTUK PENCITRAAN DAN DAN MANIS MULUT
Sikap tegas Khalifah Umar tidak hanya sekadar manis dimulut atau demi pencitraan sikap tegas Khalifah Umar benar-benar diwujudkan ini bukan hanya semata meneguhkan sikap konsistensi sebagai seorang pemimpin dalam memegang keputusannya. Namun yang lebih utama ini adalah bentuk pelaksanaan Syariah Islam yang memang wajibkan seorang pemimpin seperti itu Pemimpin harus tegas melarang keluarga dan kerabatnya memanfaatkan fasilitas negara. 

Sikap tegas ini diwujudkan ketika Khalifah Umar melarang anggota keluarganya memanfaatkan fasilitas -fasilitas umum yang dikhususkan oleh negara bagi rakyatnya Khalifah Umar bila anggota keluarganya khususkan fasilitas tersebut untuk mereka. 


Abdullah bin Umar Putra Khalifah Umar Bin Khattab bercerita aku pernah membeli beberapa ekor unta dan mengirimnya ke tempat dengan balaan setelah unta-unta itu besar dan gemuk aku mengambilnya Abdullah selanjutnya bercerita tapi kalah Khalifah Umar pergi ke pasar ia melihat beberapa ekor unta yang berbadan gemuk Siapa pemilik unta-unta ini tanya Umar dikatakan kepada Umar unta-unta ini adalah milik Abdullah bin Umar kemudian Umar berkata kepada saya Abdullah bin Umar kamu hebat hebat Kamu adalah putra Amirul Mukminin Ada apa dengan unta-unta ini saya jawab dulu unta-unta ini dan saya kirim ke tempat pengembalaan setiap sebagaimana dilakukan kaum muslim. 


Umar berkata mereka pasti berkata gembalakanlah unta-unta milik Putra Amirul Mukminin berilah minum unta-unta milik Putra Amirul Mukminin Hi Abdullah Ambillah modalmu dan masukkanlah sisa keuntungannya ke Baitul Mal kaum muslim. 


Dalam kisah lain diriwayatkan dari Islam Ia bercerita Abdullah bin Umar bin Ubaidillah bin Umar ikut pergi selama rombongan pasukan kaum muslim ke Irak tadi kalah mereka berdua hendak pulang Mereka bertemu dengan Abu Musa Al Asy'ari saat itu Abu Musa menjabat sebagai walikota pasrah Abu Musa menyambut mereka berdua dengan baik kepada mereka berdua Abu Musa berkata Andai aku bisa melakukan sesuatu yang dapat mendatangkan manfaat untuk kalian berdua Niscaya akan kulakukan ini ada uang milik publik yang hendak kuserahkan  Amirul Mukminin. Aku akan pinjamkan uang ini kepada kalian berdua lalu kalian belikan barang berharga di sini kemudian kalian jual di Madinah setelah itu kalian serahkan modalnya kepada Amirul Mukminin dan labanya untuk kalian berdua. 


Mereka berdua melakukan apa yang disarankan Abu Musa Abu Musa menulis Sepucuk Surat kepada Khalifah Umar isinya memberitahukan agar Umar mengambil uang dari mereka berdua tapi kalah mereka berdua bertemu dengan Khalifah Umar beliau bertanya apakah Abu Musa meminjamkan uang kepada anggota pasukan yang lain sebagaimana Ia meminjamkan uang kepada kalian berdua? Mereka berdua menjawab tiga kalau begitu hendaklah kalian berdua serahkan uang itu dan labanya ke Baitul Mal kata Khalifah Umar Bin Khattab dengan tegas. 


Abdullah diam sementara Ubaidillah berkomentar anda tidak patut melakukan hal ini wahai Amirul Mukminin sekiranya uang ini hilang atau berkurang Kami akan mengganti dan menjaminnya hendaklah kalian berdua serahkan uang itu hanya kebetulan kata Khalifah Umar Bin Khattab sekali lagi dengan tegas dan berwibawa dengan penuh kejujuran untuk rakyat dan kembali kepada rakyatnya. 


Abdullah tetap diam sementara Ubaidillah tetap memprotes keputusan Umar salah seorang sahabat yang berada di majelis menyarankan wahai Amirul Mukminin Alangkah baiknya bila anda jadikan hal itu sebagai syarat pemberian modal untuk berdagang dan memperoleh bagian laba. 


Setelah itu Khalifah Umar mengambil modal dan separuh dari labanya Abdullah dan Ubaidillah mendapat separuh dari lapaknya dikatakan hal ini merupakan praktek qiradh  pertama dalam sejarah Islam. Iya melarang keras warganya dan kerabatnya Untuk memanfaatkan fasilitas negara dan umum untuk kepentingan pribadinya sebuah teladan yang jauh panggang dari pada api dengan situasi sekarang baik itu di negara kita sendiri maupun belahan dunia termasuk daerah domisili kita ini. 


Pejabat dalam alam demokrasi kapitalis justru sebaliknya sebuah kesempatan dan peluang ketika keluarga dan kerabatnya jadi pejabat dipakai untuk memperkaya diri dengan mengambil dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada. 


Alhasil hanya dengan pelaksanaan Syariah Islam sajalah keluarga dan kerabat tidak akan pernah berani manfaatkan fasilitas negara.[Ad, dari segala sumber]



Kesimpulan :

Beginilah sosok Khalifah Umar Bin Khattab tegas dalam pelaksanaan Syariah Islam Ia melarang keras keluarganya dan kerabatnya Untuk memanfaatkan fasilitas negara dan umum untuk kepentingan pribadinya sebuah teladan yang jauh panggang dari pada api dengan situasi pemerintah pada zaman sekarang yang penuh dengan kolusi korupsi nepotisme dan lain-lain sebagainya yang menghalalkan segala cara tanpa kendali syariat Islam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Prohibited from applying for the woman proposed

FOR HIBITION OF APPLYING MUSLIM WOMEN WHO ARE APPLYED  A Muslim is not permitted to propose a woman who has been proposed by his fell...