Sabtu, 06 Juli 2019

Menyigapi Fitnah Muslimah dengan Istiqomah|Agus Diar TV

ISTIQOMAH MUSLIMAH DI ERAH FITNAH BAGAIMANA HARUS MENYIGAPI
" aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah mendengar dan taat walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari negeri habasyah itu via Siapa saja yang hidup lebih lama di antara kalian akan melihat perselisihan yang banyak karena itu hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk oleh Allah. Gigitlah sunnah dengan gigi geraham kalian. Berhati-hatilah kalian dari perkara yang baru dalam agama karena Setiap perkara baru(dalam agama adalah sesat."(HR An- Nasa'i dan dan At-Tarmidzi). 

Era banjir informasi hari ini ditandai dengan maraknya media sosial siapa saja yg menjadi pembuat berita atau pemberi informasi termasuk di dalamnya informasi tentang Islam berbagai hukum dan pemahaman bisa disebarkan oleh siapa saja bisa diakses oleh siapapun boleh jadi kondisi ini memunculkan kebingungan dengan umat. Ketertarikan penulis dalam menggali tentang Istiqomah di era fitnah merupakan salah satu ide dan gagasan penulis untuk memberikan pengetahuan yang lebih mempunyai sifat dari sebuah kehidupan Material berupa Harta Tahta wanita dan juga Toyota.  ide dan gagasan ini mengkondisikan munculnya kebingungan di tengah umat pendapat dan hukum mana yang benar dan mana yang tidak Untuk itu penting bagi penulis untuk memperjelaskan lebih rinci mempunyai standar untuk menyaring reformasi informasi agar tak sesat jalan. 

Rasulullah SAW bersabda dengan artinya berhati-hatilah kalian dari perkara yang baru dalam agama karena Setiap perkara baru dalam agama adalah kesesatan. Beliau jauh-jauh hari telah mengingatkan kita akan banyak yang MuhadatsaMuhadatsat. Mereka yang mengada-ada dalam perkara agama mereka menetapkan hukum tidak dengan metode yang diwariskan Rasulullah SAW kepada sahabat umat Islam termasuk hukum-hukum yang mengatur tentang posisi tugas dan peran muslimah dalam Islam. 

MODERNISASI MUSLIMAH
Disini penulis memandang kepada karakteristik muslimah masih banyak yang belum maju menuju peradaban modern karena berikan hukum Islam masih menjadi isu hangat yang dipersoalkan. Adanya batasan-batasan Syariah terhadap penampilan pakaian profesi dan aktivitas lainnya adalah hambatan bagi mereka. Menjadi istri dan ibu saja tanpa bergaul didunia politik dan ekonomi adalah perempuan tradisionil terlindas zaman remaja putri yang mengikuti kajian keislaman dicap sebagai extremis. Mereka yang menolak modernitas pergaulan dianggap kuno. 

Logika ini tak kurang di Amini oleh muslimah sedikit contoh Banyak penulis lihat di lapangan secara orientasi banyak ayam kontes perempuan diikuti oleh muslimah yang berkerudung untuk modeling kemampuan bermusik dan lain-lain sebagainya. Seolah tidak ada yang salah dengan fenomena ini justru seperti itulah perempuan sukses dan mulia tetap menjalankan Syariah menutup aurat dan eksis dalam modernitas. Namun Benarkah demikian Apakah kemunculan kelompok remaja muslim yang mengambil genre musik gambus menjadi penyanyi bertema religius yang kali ini cukup menyita perhatian remaja seolah menjadi alternatif love remaja positif di tengah kalamnya dunia remaja dengan kebebasannya Apakah maraknya sinetron islami dengan aktrisnya yang menutup aurat sebagai Aisyah dan kebersamaan peradaban sekali lagi Benarkah demikian? Apa Gambarnya sinetron islami dengan aktrisnya yang menutup aurat sebagai Awas kekerasan agar tampak dengan model kerudung panjang dan gelap ciptakanlah berbagai ragam model kerudung modern juga dengan gamis atau jilbab dengan ragam dan model. Kerudung yang berbagai macam model kerudung modern dibandingkan gamis atau jilbab dengan ragam dan model  distandarkan pada tali Syariah pada al-qur'an Surah al-ahzab dan an-nur maka kerudung dan jilbab yang dikatakan modern itu tidak memenuhi standar. Apa saja merujuk pada dua ayat tersebut jilbab besi berupa 1 pieces pakaian yang longgar dan menjual guru singa patah kaki sementara kerudung menutupi kepala hingga bawah dada faktanya hari ini meski berpakaian tetapi tetap memperlihatkan bentuk tubuhnya tentu tidak boleh kita mengatakan itu sudah cukup penting orang ini termasuk ada- ada dalam perkara agama. 

Begitu pula dengan dunia musik tidak cukup bergembira dengan adanya fenomena itu pasangnya banyak pelanggaran hukum syariah di sana ada interaksi intensif laki-laki dan perempuan ada campur Baur penonton laki-laki dan perempuan demikian seterusnya. 

Jenis ini bertentangan dengan syariat Islam yang menetapkan bahwa laki-laki dan perempuan SD terpisah kecuali dalam aktivitas yang dibenarkan oleh syariat seperti jual beli pengobatan ubah mengubah sebaliknya menonton konser musik bukan termasuk pertemuan laki-laki dan perempuan yang oleh diizinkan Syariah. 

Fenomena negeri Arab yang akhir-akhir ini membolehkan perempuan untuk kumpul bersama laki-laki di stadion olahraga atau tempat konser musik bukan standar kebenaran aktivitas tersebut bagi muslim lain. Seolah mereka menjadi modern dan maju padahal itu adalah simbol liberalisasi yang mengangkangi agama. 

Semestinya kita harus bersedih dengan fenomena modernitas yang melanggar ketentuan agama apa lagi ini menjadi fenomena di tengah umat Islam dengan mudahnya liberalisasi ini menyebar di era digital hari ini menyasar umat yang masih lemah yakin dan dan keterkaitannya dengan hukum syariah. 

Di sisi lain ada sekelompok perempuan yang menyebut dirinya ulama perempuan mereka berdalil bahwa jika perempuan menjalankan Syariah agama dengan penafsiran para laki-laki maka perempuan ini akan mengikuti keinginan para laki-laki, maka mereka akan terkekang fokus pada perang dunia saja sehingga menjadi bodoh dan miskin. Penafsiran laki-laki lah juga yang mengharuskan ketaatan istri pada suaminya jika tidak taat akan suami berhak memukul istrinya menurut mereka inilah sumber kekerasan dalam rumah tangga termasuk poligami jika ditafsirkan laki-laki hukumnya seolah menjadi wajib bagi laki-laki. Padahal menurut mereka Poligami adalah bentuk kekerasan atas perempuan. 

Karena itulah penulis disini mengemukakan argumen tentang wanita muslimah di era fitnah menurut pandangan masyarakat menurut mereka perlu ada ulama perempuan yang menafsirkan dalil dengan prespektif perempuan pendapat mereka ini bersumber dari cara pandang liberal. Mereka membenarkan akal untuk menyikapi dan menyelesaikan persoalan. Fakta adanya praktek pada beberapa beberapa muslim dalam menjalankan hukum Islam misal ada KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga ketidak adilan dalam praktek poligami menjadi kesimpulan bahwa ada yang salah dalam penafsiran. Karena itu agar kaum perempuan tidak terus-menerus menjadi korban mereka harus mempunyai status sosial yang tinggi dan penghasilan yang memadai. Dengan itu pula penulis melakukan orientasi melihat dan mencerna agar wanita muslimah bisa setara dengan laki-laki bukan Emansipasi Wanita dan tidak pula bergantung pada anak buahnya pada laki-laki. 

Begitu juga dengan fenomena remaja muslim yang masih diarahkan pada pemberdayaan ekonomi Semata. Tak memperhatikan pembinaan keislaman mereka adalah betul ekstrem bagi remaja yang aktif gajian ini hakikatnya nya adalah liberalisasi remaja tentu liberalisasi tidak melulu dimaknai dengan kemaksiatan. 

Liberalisasi juga mencakup pandangan yang melihat bahwa agama sebagai sumber kemunduran orientasi mereka hanya pada perkara duniawi sekedar sukses harta dan posisi ini adalah bentuk liberalisme pemikiran padahal sejatinya remaja adalah calon pemimpin masa depan pejuang dan Pembela Islam dan bukan menjadi aset ekonomi semata. 

KONSISTEN DENGAN IDEOLOGI ISLAM
Boleh jadi sikap kita yang menunjukkan fenomena modernitas muslim saat ini sebagai bentuk liberalisasi tidak disetujui oleh Muslim lainnya kita dianggap tidak berempati dengan kemajuan tidak suka modernitas. 

Padahal Islam punya word yang khas perkembangan peradaban manusia harus dilihat dengan kacamata syariah yang diyakini  fleksibitas hukumnya dengan metode yang benar. Boleh jadi kita disebut tradisional dan jumud mengunci diri pada kaum Islam. Namun demikian kita tidak boleh emosi ataupun sedih sejatinya mereka itulah yang tidak paham dengan karakter syariat Islam yang sempurna dan menyeluruh. Syariah hadir sebagai pengatur segala kepentingan umat manusia dan memberi solusi atas setiap persoalan yang muncul. 

Mereka yang konsisten dengan hukum Islam yang digali dengan betul yang benar yang menjadikan Al Quran dan As Sunnah ijma' dan qiyas sebagai sumbernya memang disepakati dengan orang-orang asing yang datang di era fitnah, di penghujung masa namun Berbahagia lah karena Rasulullah SAW dalam sabdanya menjelaskan bahwa orang-orang asing itulah yang berbahagia di dunia dan juga nanti di akhirat karena itu konsisten dengan kebenaran di era yang penuh fitnah karena kita lah yang beruntung. 

Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh 
HR. At-Tirmidzi dengan maknanya "sungguh Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing Seperti saat kemunculannya Karena itulah beruntunglah orang-orang yang terasing seseorang bertanya siapakah orang-orang yang asing itu wahai Rasulullah beliau menjawab orang-orang yang selalu melakukan perbaikan saat manusia merusak sunah-sunnah-sunnah-Ku."[Ad, dari segala sumber]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga pembalap tercepat TDS(tour de singkarak)2019 Kerinci

Kerinci ,Pembalap tercepat TDS fokus untuk mempertahankan jersey tersebut. Bagaimanapun jenis dakian tanjakan, saya akan berupaya sem...