Jumat, 26 Juli 2019

METAMORFOSIS|Agusdiar TV

METAMORFOSIS

Masih ingat nggak pelajaran waktu SD guys? Gita dilihat di gambar oleh guru kita di depan kelas ini namanya apa anak-anak? Kata Bu guru memperlihatkan hewan yang menggeliat-geliat dan bikin geli sebagian besar siswa. 

 Ulat bu guru? Jawab kita dengan polos. 
Kemudian guru kita memperlihatkan gambar lainnya kali ini hewan yang lebih indah dan memiliki sayap yang berwarna-warna kalau yang ini apa anak-anak? 

Kupu-kupu bu guru! 
 Tahu nggak anak-anak kalau udah gede jadi kupu-kupu loh? 

Kita pun bingung kok bisa binatang yang membuat kita beli dan Gigi gitu Kalau udah gede berubah menjadi binatang yang indah? 

Mulailah guru kita mengenalkan mengenai metamorfosis yaitu perubahan binatang dari satu spesies ke spesies lainnya ulat sebelum bermetamorfosis ia melalui suatu proses menjadi pupa atau kepompong,yaitu dengan berpuasa berhari-hari nggak makan dan minum lalu setelah melewati proses yang melelahkan dan menyakitkan tersebut ia keluar dari lubang kecil dan menjadi kupu-kupu yang terbang dengan indah. 

Tapi tahukah teman-teman bahwa ular juga melewati proses yang hampir-hampir mirip ular kecil juga menulis suatu proses hibernasi berpuasa berhari-hari nggak makan gak Minum sedikit demi sedikit kulit tersebut mengelupas dan menjadi kulit yang lebih indah lebih cantik namun tetap saja dia seekor ular. 

Ulan sebelum berpuasa ia tidak disukai orang-orang namun setelah ia berpuasa ia menjadi binatang yang disukai hampir oleh semua orang dari anak-anak sampai dewasa bahkan sampai yang tua melihat bentuknya petani suka karena ia membantu proses perkawinan bunga. 

Kaki bandingkan dengan ular sebelum berpuasa ia tidak disukai orang binatang yang sangat berbahaya dan menakutkan dan setelah ia selesai berpuasa hanya warna kulitnya saja yang berganti sementara Ia tetap menjadi binatang yang berbahaya menakutkan dan tidak disukai oleh orang-orang. 

Ini sesungguhnya mencerminkan puasa satu bulan yang baru kita lewati di bulan bulan yang lalu Apakah Saung yang kita lakukan selama ini ah puasanya ulat atau puasanya ular? 

Apakah ada perbaikan akhlak setelah selama ini kita berpuasa atau tidak ada? Apakah ada perubahan kerutinan ibadah selesai selama ini kita berpuasa atau tidak sama sekali Apakah meningkat kemanan kita salah selama ini kita berpuasa atau tidak ada? 

Jika ada maka selamat tanda-tanda berpuasa kita akan menjadi seperti puasanya ulat bahagialah karena salah satu tanda cinta Allah Azza wa Jalla kepada kita adalah menjadikan ia sangat dekat dengan kita. 

Dari Abu Hurairah ra ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda dengan maknanya Allah ta'ala berfirman aku sesuai persangkaan hambaku aku bersamanya ketika ia mengingatku Jika ia mengingatku saat bersendirian aku akan mengingatnya dalam diriku Jika ia kudu Suatu kumpulan aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada itu kumpulan malaikat Jika ia mendekat padaku sejengkal aku mendekat kepadanya sehasta Jika ia mendekat kepadaku sehasta maka aku mendekat kepada sedekah Jika ia datang kepadaku dengan berjalan biasa maka aku mendatanginya dengan berjalan cepat(HR.Bukhari dan Muslim). 

Tapi kalau selama 29 hari kita berpuasa lalu kita hanya melewatkan dengan adem ayem kita menghabiskan waktu Ramadhan kita hanya dengan tidur menunggu muka kita menyia-nyiakan keberkahan dengan aktivitas Muba kita tidak mengambil jatah berinfak dengan pahala yang berlipat ganda kita tidak mengeluarkan uang untuk memberi makan orang yang terbuka kita hanya sibuk dengan baju dan pakaian yang baru sementara kita tidak Pikirkan apakah akhlak kita baru atau tidak maka sia-sialah puasa kita guys. 

Kalau begitu Yuk kita berubah bermetamorfosis layaknya ulat yang berubah menjadi kupu-kupu dengan kepribadian akhlak dan motivasi baru Jangan sampai kita menjadi orang yang menyesal di akhirat Mengapa Dulu aku di dunia tidak seperti ini dan seperti itu karena penyesalan di akhirat tidak akan ada gunanya. 

" tidaklah seseorang yang mati melainkan ia akan menyesal orang orang bertanya ya Rasulullah apa penyesalannya beliau menjawab Jika ia orang baik yang menyesal mengapah tidak bertambah kebaikannya Jika ia orang jahat yang menyesal dengan tidak meninggalkan kejahatannya.(HR.Tarmidzi). (Ad Filsafah Ketuhanan) 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga pembalap tercepat TDS(tour de singkarak)2019 Kerinci

Kerinci ,Pembalap tercepat TDS fokus untuk mempertahankan jersey tersebut. Bagaimanapun jenis dakian tanjakan, saya akan berupaya sem...