Kamis, 25 Juli 2019

Mihrab Suci di Ujung Senja||Agusdiar TV

MIHRAB SUCI 
DI UJUNG SENJA
 Bertakwalah kepada Allah di mana dan kapan saja kamu berada Ikutilah keburukan dengan kebaikan yang akan menghapuskannya dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik(HR.Ahmad, At-Tarmidzi, At-Tarmidzi, Ad-Darimi, Al-Bazar, Al-Hakim Dan Al-Baihaqi). 

Di pertemuan kali ini penulis akan mencoba  memaparkan  dengan judul yang utama  ketika melakukan orientasi  atau pengenalan  terhadap  ilmu kemasyarakatan dengan bermodalkan pergaulan  dengan pengenalan terhadap fisiologi pada setiap individu manusia sehingga penulis  merekapitulasi  judul pada pertemuan kita kali ini yaitu suci di ujung senja.Ini adalah wasiat yang disampaikan Nabi SAW kepada Abu Dzar dan Muadz Bin Jabal wasiat ini merupakan wasiat yang lengkap berisi 3 pesan yang meliputi hak Allah hak diri dan hak sesama 3 pesan Nabi SAW itu adalah:

Pertama, bertakwalah kamu dimana dan kapan saja Taqwa asalnya adalah melindungi diri dari sesuatu yang ditakuti. Taqwa kepada Allah artinya melindungi diri dari kemarahan,kemukaan ketidak keridhaan dan sanksi atau azab dari Allah Azza wa Jalla yaitu dengan menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan kepadanya. 

Kesempurnaan melaksanakan yang diwajibkan dan meninggalkan yang diharamkan menurut Hasan dan Umar bin Abdul Aziz sahabat terdahulu orang yang bertakwa adalah yang meninggalkan apa yang diharamkan dan menunaikan Apa yang diwajibkan. ini merupakan pool Taiwan. 

Kedua, melaksanakan yang sunnah dan meninggalkan yang Makruh. Ketiga, meninggalkan sesuatu yang halal karena khawatir akan terjerumus kepada yang haram atau seseorang tidak akan mencapai derajat Takin atau yang sempurna hingga ia meninggalkan apa-apa yang tidak ada masalah kuatir akan terjatuh pada apa-apa yang masalah(HR.Tirmidzi). Al Hasan mengatakan tidaklah ketakwaan akan terus melekat pada seorang Muttaqin hingga ia meninggalkan banyak hal yang halal karena takut terjatuh pada yang haram Musa bin hayyan berkata aku itu mereka menjauh hal-hal takut terjatuh pada yang haram maka Allah menyebut mereka muttaqun. 

Taqwa itu harus diwujudkan dimana saja dan kapan saja karena lafal Hsu menunjuk tempat maupun waktu jadi Taqwa itu harus dilakukan di mana dan kapan saja ketika lihat orang atau saat tuh ada orang yang tahu karena Taqwa itu semata didorong rasa takut atas kemerdekaan dan azab Allah Azza wa Jalla berharap dan pahala darinya dan keyakinan bahwa Allah maha tahu. 

Untuk itu menurut Ibnu Rajab pokok Taqwa itu adalah mengetahui apa yang harus ditakuti atau dijaga atau dilindungi kemudian menjaganya. Memanglah benar cinta di ujung senja yang suci dan tulus kita Suci merupakan titipan atau anugerah Allah kepada manusia pilihan yang menjadi orang yang ma'ruf nahi mungkar mengerjakan segala perintahnya dan mencegah segala apa apa yang dilarangnya.  kalaulah memang demikian kita memilih wanita yang lebih baik untuk kita yang memahami profesi kita tidak memandang pangkat jabatan harta yang kita miliki Dan Melihat keimanan memperhatikan Bagaimana seluk beluk pergaulan kita baik buruknya tergantung penilaiannya Ketika suatu waktu dia akan menjadi milik kita dan kita akan membinanya dengan pengetahuan agama. 

Implementasi Taqwa itu adalah terikat kepada syariah atau dengan kata lain darah suci di ujung senja juga mampu mengaitkan kata kalimat taqwa kepada saluran Syariah ini hanya bisa dilakukan jika ada pengetahuan akan hukum-hukum syara Karena tanpa itu suci di ujung senja atau nama lain Taqwa tidak akan terealisir maka pertanyaan berikut harus dijawab sebelum melakukan apapun boleh atau tidak halal atau haram Allah Ridho atau tidak Bagaimana melakukannya menurut Syariah syubhat atau tidak syubhat dan lain sebagainya. 

Jika pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering dilewati diabaikan atau bahkan tidak terpikirkan oleh imajinasi wawasan seorang ucapan yang harus diucapkan di bibir kita lontarkan naudzubillahimindzalik. 

Pesan yang kedua adalah semua bentuk kemaksiatan baik besar maupun kecil sedangkan kalimat yang baik itu Al Hasanah adalah semua bentuk ketaatan termasuk didalamnya Taubat maksud pesan Nabi SAW ini jika kita melakukan keburukan maka hendaknya segera dengan sengaja Melakukan kebaikan karena kebaikan itu akan menghilangkan keburukan Quran surah Hud: (11):[ 114].

Kebaikan bisa menjadi kafaroh atau penebus atau keturutan(dosa). Namun tidak semua keburukan bisa dihapus dengan sembarang kebaikan keburukan dan kebaikan bertingkat-tingkat suatu keburukan akan dihapus oleh kebaikan yang setara atau yang lebih besar di sinilah dosa besar hanya bisa dihapus dengan tobat nasuha penghapusan pengaruh keburukan ini bukan hanya di hadapan Allah tetapi juga di hadapan manusia Ketika suatu kesalahan atau keburukan dilakukan seseorang dan pelakunya sekarang insulinnya dan kebaikan seseorang yang sama dengan ikan yang di setara atau lebih besar maka kebaikan itu bisa menghapus pengaruh keburukan sebelumnya dalam diri orang yang menjadi korban. 

Pesan yang ketiga maksudnya adalah bergaulah dan perlakukan manusia dengan pergaulan dan perlakuan yang baik yaitu pergaulan dan perlakuan menurut Syariah berikut sifat dan keadaan yang dituntut oleh Syarah Habib Hasan memberikan kebaikan dan menghalangi ancaman tetap berbuat kebaikan dengan berbagai macam meski mereka memperlakukan secara burung wallahul muwafiq Ila aqwamith Thariq.(Ad dari segala sumber) 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...