Sabtu, 13 Juli 2019

Pemerkosaan Siswi SMP di Kerinci diciduk Polisi|Agus Diar TV

Ilustrasi Gambar
PEMERKOSAAN SATU 
SISWI  SMP DICIDUK POLISI
Sorot Kerinci, Kriminalitas yang terjadi marak sekali pada tahun 2019 ini kali ini kita lihat di kota Kabupaten Kerinci,terjadinya pemerkosaan terhadap gadis dibawah umur.Hal ini tak bisa kita anggap lumrah karena ini merupakan kriminalitas yang sangat minim sekali terjadi-Nya kekerasan terhadap kaum wanita terutama gadis dibawah umur yang masih menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama(SMP). kalau kita lihat kedepan untuk langkah-langkah menanggulangi terhadap kejadian yang terjadi di Kabupaten Kerinci ini sungguh merupakan kejadian yang sangat memilukan  Bagaimana tidak ketika anak gadisnya masih asyik-asyiknya menimba ilmu pengetahuan di bangku sekolah menengah pertama atau SMP tapi di sebalik semua itu kita tidak mengetahui apa apa yang akan terjadi terhadap mereka apakah lagi itu perempuan yang di bawah umur yang tanpa bisa dikontrol oleh kedua orang tuanya. 

 Bagaimana kita harus menyikapi hal-hal yang negatif semacam ini? Misalnya terjadi dalam keluarga kita apakah hati keluarga dan hati kedua orang tua tidak miris dibuatnya? Tentu saja iya anak merupakan perlahan jantung kedua orang tua yang mengayomi nya dan mengasihinya sampai ia bisa menempuh bangku perkuliahannya kelak namun apa daya dari kata jauh tangan hendak diraih lambat kaki untuk melangkah.Ternyata semuanya telah terjadi di luar sepengetahuan orang tua Apakah ini karena kurangnya kontrol? Bukan salah kedua orang tua bukan salah dari anak-anak gadis mereka Namun karena maraknya kriminalitas terhadap perempuan yang tentu mempunyai insting negative bagi para pelaku untuk bisa melakukan perbuatan bejatnya terhadap para korban yang diinginkannya. 

Kasus pemerkosaan yang terjadi terhadap, sebut saja namanya Tea,merupakan kekerasan seksual terhadap anak-anak di bawah umur lokasi pemerkosaan di kebun teh di desa Sungai asam Kayu Aro pelaku berinisial(AR/20 Tahun pada tanggal 12/7/2019) warga desa Sungai Betung mudik Kecamatan Gunung Kerinci melakukan perbuatan bejatnya terhadap inisial Tea di perkebunan teh Kayu Aro Kerinci Jambi Indonesia.

 Miris sekali setelah melakukan perbuatan bejatnya tersebut warga desa Sungai Betung mudik Kecamatan Gunung Kerinci melarikan diri ke Muara Bungo, Bapak Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyono melalui Kasat Reskrim bapak itu Tony Hidayat melakukan pengejaran terhadap inisial AR warga desa Sungai Betung mudik ini dan berhasil meringkusnya di Kabupaten Muara Bungo Sebelum menjadi DPO Polisi. 

 AR dijerat undang-undang perlindungan anak karena diduga melakukan tindak pemerkosaan gadis dibawah umur yang masih menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama Kerinci. 

 AR  karena ulah bejatnya nya di diringkus oleh pihak berwajib kepolisian resort kota Kabupaten Kerinci .(Ad). 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...