Jumat, 19 Juli 2019

Penadah Barang Curian

PENADAH BARANG CURIAN
Ilustrasi Gambar

    Sorot Islam, Ditengah kehidupan masyarakat banyak beredar barang hasil curian bahkan ada kawasan di beberapa Kota yang dikenal sebagai tempat jual beli barang curian, persoalannya Bolehkah barang curian itu dimiliki atau Bagaimanakah jika mau membeli barang namun tahu bahwa barang tersebut adalah hasil curian berikut penulis akan menguraikan tentang penadah barang curian menurut hukum Islam dan di sini juga penulis juga memiliki kelemahan dan butuh solusi serta argumen dari para netizen untuk memecahkan dan memberikan solusi tentang persoalan ini. 

Mengenai barang hasil curian maka ketentuannya :
Pertama, jika seseorang mempunyai barang yang diketahui sebagai barang hasil curian atau seseorang membeli barang hasil curian maka pemilik barang boleh mengambilnya dan dia lebih berhak atas barang tersebut. 

Kedua jika seseorang yang dikenal keadilannya mempunyai barang atau dia membeli barang yang dimiliki dari perdagangan maka pemilik barang memiliki opsi antara membayar harga kepada pembeli tersebut sesuai dengan harga belinya atau memperkarakan penjual atau pencurinya. 

Tentang hal diatas dalilnya sebagaimana yang disebutkan oleh Baginda Rasulullah Saw, Rasul saw memutuskan bahwa kalau orang yang membeli dari orang-orang yang mencuri itu bukan pihak yang tertuduh maka pemiliknya atau pemilik barang diberi pilihan atau opsi jika mau dia boleh mengambil kembali barang yang dicuri dengan membayar harganya dan jika dia mau dia boleh menelusuri pencurinya.(HR.Ahmad) 

Penulis mengambil  Hikayat dari para sahabat pada Usaid Bin Hadir mengatakan, Abu Bakar, Umar dan Utsman memutuskan dengan demikian. 

 sedangkan hadist yang mengatakan Siapa saja yang mendapati fisik hartanya pada seseorang maka dia lebih berhak terhadapnya dan pembeli itu bisa memperkarakan penjualnya ini adalah Hadits dhaif atau lemah. 

Karena hadist itu manshuq redaksi-Nya membedakan hukum pembeli yang tidak tertuduh. Sedangkan hukum mengikuti jelas wajib benar bahwa hadis hukum ini tidak masyhur di dalam kitab-kitab fiqih. Tetapi, hadits ini shahih dan tidak bertantangan dengan hadist shahih yang digunakan. 

Memang ada beberapa istinbath hukum fiqih yang bertentangan dengan hukum ini maka saya tegaskan Bahwa tidak boleh Ada pendapat yang bertentangan dengan Nash yang Shahih dan jelas Allah SWT berfirman dengan maknanya :
" Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang Mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang Mukmin apabila Allah dan rasulnya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada lagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka."(QS.Al-Ahzab[33]:36.

Artinya jika Allah dan rasulnya telah menetapkan hukum syara tertentu maka tidak ada lagi pilihan bagi orang mukmin baik lelaki maupun perempuan terkecuali menerima dengan lapang dada tidak boleh ada keberatan apapun di dalam hatinya menerima dengan lapang dada artinya menerima apa yang dinyatakan dalam nash  apa adanya. 

PARA ULAMA MENYATAKAN 
TENTANG KAIDAH 
PENADAH BARANG PENCURIAN
"La ittihada ma'a wurudi an-nash" (Tidak boleh ada ijtihad, ketika ada nash syariah yang menyatakan-Nya. 

Dengan kata lain ijtihad itu hanya berlaku jika jenis dan hukumnya tidak dinyatakan oleh Nas jika jenis dan hukumnya dinyatakan oleh maka tidak boleh ada ijtihad. Karena ijtihad dalam hal ini akan menyalahi itulah mengapa hukum yang berlaku dalam kasus barang curian itu sebagaimana hukum yang dinyatakan di atas. 

 Pertama, jika seseorang mempunyai barang yang diketahui sebagai barang hasil curian atau seseorang membeli barang hasil curian maka pemilik barang boleh mengambilnya dan dia lebih berhak atas barang tersebut. 

Kedua, jika seseorang yang dikenal keadilannya mempunyai barang atau dia membeli barang yang dimiliki dari pedagang maka pemilik barang memiliki opsi antara dengan harga-harga belinya atau memperkarakan penjual atau pencurinya. 
wallahualam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga pembalap tercepat TDS(tour de singkarak)2019 Kerinci

Kerinci ,Pembalap tercepat TDS fokus untuk mempertahankan jersey tersebut. Bagaimanapun jenis dakian tanjakan, saya akan berupaya sem...