Senin, 08 Juli 2019

Rubrik Tafsir|Dahsyatnya Azab Neraka|Agus Diar TV

DAHSYATNYA 
AZAB NERAKA
Tafsir QS. Al-Mursalat[77]:(29-34) 
 Artinya : dikatakan kepada mereka pada hari kiamat Pergilah kalian menuju azab yang dulu kalian dustakan Pergilah kalian menuju naungan yang mempunyai tiga cabang yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka sungguh neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana seolah-olah ia iringan unta yang kuning kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan Quran surah al-mursalat [77]:(29-34). 

Berikut penjelasan penulis mengenai ayat di atas. Dalam ayat-ayat sebelumnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengingatkan sejumlah kenikmatan yang dia berikan kepada manusia. Kenikmatan yang disebutkan Allah bumi yang dijadikan sebagai tempat berkumpul dan berhimpun bagi manusia, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. Di bumi itu juga dijadikan gunung yang kokoh dan tinggi menjulang. Mereka pun diberi minuman air tawar yang menyegarkan. Demikian besar nama tersebut sehingga orang-orang yang mendustakan semuanya itu patut mendapatkan hukuman yang berat. 

Kemudian dalam ayat-ayat ini digambarkan azab yang akan diterima oleh orang-orang yang mendustakan nya umatnya. 

TAFSIR AYAT 
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dengan artinya Pergilah kalian menjual azab yang dulu kalian dustakan.
Ayat ini memberitakan peristiwa yang akan dialami oleh orang-orang kafir pada hari kiamat. Inilah yang akan dikatakan pada orang-orang kafir tersebut Ibnu jarir Ath Thabrani berkata Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada orang-orang yang mendustakan nya nikmatnya sekaligus menjadi hujjah Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas mereka pada hari kiamat. 

Ketika itu mereka diperintahkan untuk berjalan menuju tempat yang dulu mereka dustakan. Sesuatu yang mereka dustakan ketika mereka masih hidup di dunia itu adalah azab. Imam Al qurthubi berkata Berjalanlah kalian menuju azab. Iya nih neraka yang dulu kalian dustakan sungguh kalian telah melihat dengan mata kepala. 

Perintah kepada mereka agar berjalan menuju azab kembali diulang dalam ayat ini penyebutan kata Pergilah berjalan-jalan lelah dalam 2 tempat dengan bentuk kalimat perintah Amar menunjukkan adanya atau penegasan. 

Kemudian digambarkan asap yang akan diterima oleh orang-orang kafir itu.  azab itu berupa zill atau nongan yang memiliki tiga cabang. 

Secara bahasa kata Ozil yang berbentuk jamaknya adalah azilal adalah sesuatu yang menaungi anda seperti awan dan semacamnya. Zhill-Allayl(naungan malam) adalah hitamnya. Itu bentuk majas isti'arah karena az-zhil pada hakikatnya nya adalah terangnya sinar matahari yang berada di bawah sinarnya. Jika tidak ada terang maka itu adalah gelap bukan terang. 

Dalam kontek ayat ini, kata az-zhil bermakna ad-dukan(asap). Tepat-Nya dukhan jahannam(asap Neraka Jahannam). 

Menurut Imam Al qurthubi kata atau naungan yang sesungguhnya adalah Abdurrahman atau asap itu membumbung tinggi. Kemudian dia bercabang begitulah keadaan asap yang besar apabila naik lalu bercabang. 

Penggunaan kata Az-zhillu  dengan makna Tuhan Sekaligus merupakan uslub atau gaya bahasa mengejek atau mengolok-olok. Menyebut azab dengan az-zhill(naungan) merupakan tahakum WA syukhriyyah(ejekan dan sindiran) kepada mereka. 

Kemudian dilanjutkan. La Shilling[in) wa la yughni min al-lahab( bumi dan tidak pula menolak nyala api neraka). Ini adalah gambaran lain tentang az-zhill atau naungan bagi orang-orang kafir. Azh-Zhil atau naungan dalam ayat ini bukanlah bermakna hakiki, seperti naungan pohon atau tembok yang menaungi. Naungan bagi mereka itu la zhalila(tidak menaung). Menurut Al-lusi makna la zhalila adalah la muzhalilil(tidak memberikan naungan). 

Penjelasan Senada juga dikemukakan Imam Al qurthubi yang berkata tidak seperti naungan yang melindungi dari terik matahari. 

Ibnu jarir berkata itu tidak melindungi mereka dari panasnya api neraka. 

Di dalam naungan itu tidak ada kenyamanan dan tidak ada ketenangan selain itu juga :Wa la yughni min al-lahab( tidak pula menolak nyala api neraka). Hal itu karena naungan untuk mereka itu sesungguhnya adalah asap yang tidak bisa menghalangi manusia dari al-lahab atau kobaran api. Menurut Az-Zuhaili, al-lahab adalah kobaran api. 

Imam Al qurthubi berkata Al Lahab adalah bagian atas api ketika api itu berkobar berwarna merah kuning dan hijau. 

Menjelaskan ayat ini Al-Qurtbi berkata tidak melindungi dari panas dan tidak menahan dari kobaran api. 

Al Kalbi berkata tidak dapat menahan panasnya api neraka dari kalian. 

Dengan demikian azazil atau naungan tersebut sama sekali tidak melindungi mereka dari kobaran api neraka sebaliknya kumparan Itu mengepung dari sisi kiri dan sisi kanan mereka bahkan dari seluruh penjuru sebagaimana diberitakan oleh Quran surah az-zumar ayat 16 surah ke 39.

Dengan demikian ungkapan ini sesungguhnya merupakan tahap umum atau ejekan dan sindiran kepada mereka pasalnya naungan mereka berbeda dengan naungan orang-orang Mukmin naungan mereka itu sebagaimana diberitakan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala QS. Al-Waqiah[56]:42-44). 

Kemudian digambarkan Innaha tarmi ' bi syarat ka al-qashar( sungguh neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana). 

Fraza Innaha adalah Neraka ayat ini memberitakan bahwa Neraka yang menjadi tempat azab bagi orang-orang kafir itu melontarkan as-syarar. Kata syarat merupakan bentuk jamak dari kata syarar. Kata syarrar merupakan bentuk jamak dari kata syariah(bunga api). 

Menurut Asy Syaukani kata asy-syarh berarti api yang berterbangan dan berpencaran. Az-zuhaili berkata api yang berterbangan di segala penjuru. 

Kemudian diterangkan bahwa syarat yang dilontarkan oleh neraka itu seperti Al qhasar secara bahasa Al qashar adalah bangunan yang tinggi atau bangunan yang besar. Dengan demikian Ayah ini menyerupakan antara kobaran api neraka dengan all qhasr istana. Tidak disebutkan wahh asy-syibh( aspek keserupaannya). Namun dari kontaknya dapat dipahami bahwa ada 2 aspek keserupaan pada keduanya yakni besar dan tinggi dengan demikian ayat ini menggambarkan bahwa api yang dilontarkan dari neraka jahanam sangat besar. 

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala berfirman Kaa annahu jimalal[un]shufr[un]( seolah-olah ia iringan unta kuning). 

Ini merupakan gambaran lainnya dari kobaran api yang dilontarkan oleh neraka itu bentuknya seperti jikalau ash-shufr( iringan unta kuning). 

Kata Gmail Ratu merupakan bentuk jamak dari kata Jamal yang berarti ibil atau unta. 

Adapun As-Shufrah adalah salah satu jenis warna antara hitam dengan putih namun lebih dekat ke warna hitam karena itu kadang-kadang kata tersebut digunakan untuk menyebut warna hitam. 

Pengertian tersebut juga diambil oleh sebagian mufassir menurut mereka kata as-sud di sini bermakna ash-shufr atau hitam,  menurut para mufassir. 

Menurut Ar-Razi, ini merupakan pendapat mayoritas pasir menurut mereka yang dimaksud warna kuning di sini adalah warna hitam yang mengenai warna kuning itu menunjukkan bahwa neraka itu gelap baik kobaran Bara dan lidah api nya mereka itu adalah hitam buruk dilihat dan sangat panas. 

 Dengan demikian kobaran api itu dalam besarnya diserupakan dengan bangunan besar dan tinggi dan istana adapun dalam hal warna banyak iringan dan kecepatan gerakannya diserupakan dengan unta unta yang berbaris-baris. 

Kemudian Allah Azza wa Jalla berfirman dengan artinya kecelakaan kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Menjelaskan ayat ini kecelakaan pada hari kiamat bagi orang-orang yang mendustakan ancaman yang dijanjikan Allah Subhanahu Wa Ta'Ala kepada hamba-hambanya yang mendustakan nya. Asap dan kehinaan pada hari kiamat yang menegangkan untuk orang-orang yang mendustakan para utusan Allah subhanahu wa ta'ala dan ayat-ayatnya tidak ada tempat lari pagi mereka dari asap asap itu. 

Demikianlah orang-orang kafir itu akan mendapatkan kecelakaan besar pada hari kiamat mereka dimasukkan ke dalam neraka dengan hina-dina mereka benar-benar akan merasakan neraka dan azab Allah Azza wa Jalla. Inilah yang mereka dustakan ketika mereka masih hidup di dunia Semoga kita dijauhkan dari azab Nya. 

Semoga penulisan tentang dahsyatnya azab neraka ini bisa menjadi introspeksi diri kepada netizen terutama pada diri penulis sendiri Wallahu a'lam bisshowab[Ad, dari segala sumber]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga pembalap tercepat TDS(tour de singkarak)2019 Kerinci

Kerinci ,Pembalap tercepat TDS fokus untuk mempertahankan jersey tersebut. Bagaimanapun jenis dakian tanjakan, saya akan berupaya sem...