Senin, 15 Juli 2019

Sang Penggoda, Fitnah Dunia|Agusdiar TV

SANG PENGGODA, FITNAH DUNIA

Katakan kepada dia "Aku tidak menghinakan ilmu Aku tidak akan mendatangi pintu-pintu penguasa Jika dia butuh sesuatu dari kitab tersebut suruh dia mendatangi masjid ku atau rumahku".(Imam Al-Bukhari). 
Abdillah bin Sulaiman menuturkan bahwa Umar Bin Khattab ra pernah bertanya. Siapakah manusia yang paling utama?Orang-orang menjawab mereka yang biasa melakukan salat. Umar berkata Sungguh mereka ada yang baik dan ada yang buruk mereka berkata lagi Para Mujahid fisabilillah Umar berkata Mereka pun ada yang baik dan ada yang biasa berbuat dosa Mereka berkata mereka juga ada yang baik dan ada pula yang bermaksiat akan tetapi sungguh yang paling mulia itu adalah orang-orang yang Wara' dalam beragama yang menyempurnakan ketaatannya kepada Allah SWT(Ibn Abi ad-Dunya). 

Tentang Wara oleh seorang ulama pernah berkata mengantarkan Hamba pada sikap zuhud zuhud mengantarkan Hamba pada cinta pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala(Ibn Abi ad-Dunya). 

Para Salafush-Shalih dulu sepanjang hidupnya biasa menghiasi diri dengan sikap Wara ini karena sikap Wara mereka mereka selalu berupaya menjauhi fitnah dunia baik terkait Harta, Tahta, atau yang lainnya mereka misalnya, tak banyak tertarik dengan jabatan atau kekuasaan duniawi contohnya Imam Syafii ketika ditawari suatu Jabatan beliau menolak. Demikian pula Imam Ahmad saat beliau ditawari untuk menjadi hakim pada zaman Bani Umayyah yang terakhir video pun enggan pada masa pemerintahan Abu Ja'far al-mansur saat beliau diminta kembali untuk menjadi hakim beliau tetap menolak. Semua itu mereka lakukan bukan karena jabatan dan kekuasaan itu haram tetapi semata-mata karena mereka kuatir akan hari pertanggungjawaban sikap demikian tentu karena sikap Wara mereka. 

Sikap yang sama ditunjukkan oleh Ibnu hairan seorang ulama madzhab Syafi'i ia pernah menolak keras saat diminta untuk menjadi qhodi atau Hakim karena sadar bahwa tanggung jawabnya sangat berat untuk dipikul. 

Keputusan Ibnu hairan menolak jabatan Hakim menyebabkan Abu Hasan Ali Bin Isa salah satu pejabat daerah Khalifah Al muqtadir memutuskan untuk menghadiahkan rumahnya kepada adikmu Khairan. Tujuannya agar Ibnu hairan bersedia menjabat sebagai Hakim namun tetap enggan. 

Ada yang lalu bertanya kepada sang pejabat mengenai keputusan itu sang pejabat pun menjawab tujuan kumenyerahkan rumah itu hanya agar kelak ada yang menyampaikan pada zaman kita ini ada orang yang menghadiahkan rumahnya kepada Ibnu Khairani agar Ia mau menerima jabatan Hakim namun ia menolak. 

Karena itulah para Shalafush-Shalih bukanlah tipikal orang orang yang senang jika punya hubungan dekat dengan kekuasaan. Mereka bahkan selalu menjaga jarak dengan kekuasaan. Padahal sebagian dari para penguasa saat itu yakni para khalifah adalah orang-orang Shalih. Mereka adalah para penguasa yang senantiasa menerapkan Syariah Islam secara Kaffah di tengah-tengah masyarakat. 

Mengapa para Salafush-Shalih selalu menjaga jarak dengan kekuasaan? Tentu karena mereka amat memahami apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW yang artinya" Siapa saja yang berhak pintu-pintu penguasa akan terkena fitnah. Tidaklah seseorang semakin dekat dengan penguasa kecuali ia akan bertambah jauh dari Allah. (HR.Ahmad dan Al-Baihaqi). 

Mereka pun selalu mengingat Sabda Rasulullah SAW yang artinya sungguh atau para pengemban Alquran yang paling dibenci oleh Allah ialah yang mendatangi penguasa(HR.Ibnu Manjah). 

Berbeda dengan zaman kita sekarang tak sedikit ulama yang bukan hanya bangga saat dekat dengan pusat kekuasaan mereka bahkan ingin saling berdekatan dengan penguasa dengan berbagai cara meski harus dengan menjual agama mereka Mengapa bisa terjadi? Barangkali zaman kini ada zaman yang pernah di syaratkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang artinya akan ada pada akhir zaman ulama yang menyeru manusia untuk mencintai akhirat sedangkan ia sendiri tidak mencintai akhirat ia menyeru manusia agar zuhud di dunia tetapi ia sendiri tidak berlaku zuhud terhadap dunia.(HR.ad-Dailami). 

Jauh-jauh hari Rasulullah SAW pernah mengingatkan Sungguh Allah mencintai penguasa yang berinteraksi dengan ulama tetapi membenci ulama yang mendekati penguasa sebabnya ulama ketika dekat dengan penguasa yang diinginkan Allah dunia sebaliknya penguasa saat mendekati ulama yang diinginkan adalah akhirat(HR.ad-Dailami). 

Amat disayangkan hari ini ulama dan penguasa sama saja mereka saling mendekat sama-sama demi kepentingan duniawi ulama mendekatkan kartumu Asa demi harta dan jabatan penguasa mendekati ulama Demi meraih dukungan mereka demi meraih dan mempertahankan kekuasaan. 

Mayoritas ulama Salaf berpendapat hadis hadis dan Atsar di atas yang mencela para ulama yang mendatangi para penguasa berlaku secara mutlak. Baik Iya diundang untuk mendatangi penguasa atau tidak baik Iya diundang untuk kemaslahatan dunia atau Selain itu dalam hal ini Sufyan ats- Sauri berkata jika penguasa mengundang kamu untuk mengajari mereka kulhu allohu ahad maka jangan kamu datangi dia. 

Inilah juga Sikap yang ditunjukkan oleh Imam Al Bukhari sebagaimana dituturkan oleh Ibnu Munir penguasa bukhara pernah mengutus seseorang untuk mendatangi Imam Al Bukhari Seraya membawa pesan katakan kepada Imam Al Bukhari Tolong bawakan kepada kitab Al jami' as shahih Al Bukhari dan kitab Al Thariq agar aku dapat mendengar langsung dari beliau Imam Al Bukhari menyampaikan jawaban katakan kepada dia aku tidak akan menghinakan ilmu Aku tidak akan mendatangi pintu-pintu penguasa Jika dia butuh sesuatu dari kitab tersebut suruh dia mendatangi masjid ku atau rumahku. 

Begitulah Imam Al Bukhari karena sikap warnanya yang enggan mendatangi penguasa meski untuk mengajarkan ilmu apalagi untuk kepentingan dunia dan pribadinya sikap yang sama juga ditunjukkan oleh Muhammad bin maslamah Bahkan ia pernah berkata lalat dan kotoran lebih baik daripada ulama yang berada di bentuk penguasa. 

Demkianlah sikap Salafush-Shalih terhadap jabatan dan kekuasaan semua itu karena sikap Wara mereka. 

 Bagaimana dengan saat ini? Sayang Sebagian ulama saat ini sekolah sangat bernafsu terhadap jabatan dan kekuasaan duniawi ironisnya untuk meraih sekerat tulang dunia itu tak sedikit yang menghalalkan segala cara diantaranya dengan jualan agama begitulah dahsyatnya fitnah dunia naudzubillahimindzalik.(Ad dari segala sumber). 

1 komentar:

  1. Depo 20ribu bisa menang puluhan juta rupiah
    mampir di website ternama I O N Q Q
    paling diminati di Indonesia

    BalasHapus

Tiga pembalap tercepat TDS(tour de singkarak)2019 Kerinci

Kerinci ,Pembalap tercepat TDS fokus untuk mempertahankan jersey tersebut. Bagaimanapun jenis dakian tanjakan, saya akan berupaya sem...