Sabtu, 13 Juli 2019

Tinta Hitam di Burung Hud-Hud (THE STATE GURDIAN)|Agus Diar TV

THE STATE GURDIAN TINTA HITAM DI BURUNG HUD-HUD


Sorot Indonesia,Bila sebuah negara memerlukan pelindung atau penjaga siapakah kiranya pihak yang pertama kali diharap melakukan hal itu?  pemerintah tentunya, pemerintah yang semestinya menjadi penjaga negara(The State Guardian)   yang utama. Pemerintah dengan segenap perangkatnya telah mendapatkan mandat dari rakyat untuk mengelola baik itu di pemerintah daerah ataupun pemerintahan pusat mengatur dan tentu melindungi negara atau daerahnya dari bahaya yang mengancam. Ini penulis kutip dari catatan Buya H. Muhammad Ismail Yusanto, M. PdI

 Dengan lemah-lembut beliau mengatakan sekarang tidak selalu begitu pada era sekarang Vira korporatokrasi saat dominasi perusahaan global demikian demikian kuat pemerintah atau tepatnya sebuah rezim yang telah tunduk pada hegomoni perusahaan itu alih-alih bertindak sebagai The State Gurdian, justru bisa menjadi pihak pertama yang membawa negara ataupun daerah dalam bahaya. 

Korporatokrasi pada dasarnya merupakan sebuah sistem yang terdiri dari berbagai unsur kekuasaan yakni korporasi-korporasi besar partai politik internasional kekuatan militer media massa kaum intelektual yang telah terkooptasi dan elite nasional yang bermental komprador, pada level nasional maupun Global untuk mencapai suatu tujuan kolektif penulis kutip dari perkataan John Perkins dalam Economic Hitman menggunakan istilah protraksi untuk menunjukkan bahwa dalam rangka membangun Imperium Global berbagai korporasi global dan pemerintahan bergabung menyatukan kekuatan finansial dan politiknya untuk memaksa masyarakat dunia mengikuti kehendak mereka. 

Pada prinsipnya korporatokrasi bekerja hampir sama dengan sistem kapitalisme bekerja,  akan tetapi, korporatokrasi tidak hanya menggunakan modal yang dia miliki untuk terus melakukan pengakumulasian modal. Lebih lanjut korporatokrasi juga menggunakan elemen-elemen lain selain elemen kapitalisme itu sendiri. Dengan kata lain korporatokrasi merupakan metamorfosis kafitalisme yang berkembang terus dalam proses dialektika dan seleksi alam yang menyertainya. 

Setiap unsur dalam korporatokrasi bekerja erat satu sama lain guna membentuk suatu sistem yang menguntungkan mereka. Korporasi besar itu sendiri awalnya hanya bergerak dalam wilayah negara induknya saja. Namun kemudian mereka melakukan ekspansi dan eksploitasi ke negara lain dengan tujuan untuk memperbesar akumulasi keuntungan. 

Bagi mereka kapitalisme tidak mengenal batasan batas negara juga tidak mengenal sistem nilai satu-satunya nilai yang diakui al-hasra akumulasi modal itu sendiri untuk memperbesar profit. Jalan apapun akan mereka tempuh untuk meraih tujuan itu maka dari itu sejak dari dulu pada masa VOC misalnya korporasi-korporasi besar melakukan penjajahan terhadap negara-negara dunia ketiga. Diantaranya termasuk Indonesia. Caranya dengan melakukan pendudukan langsung atau dengan pengaturan regulasi dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan dari negara itu agar menguntungkan korporasi. Cara yang kedua itu dipermudah oleh elit birokrasi negara berkembang termasuk Indonesia yang terbentang komprador. 

Mereka tak segan menelurkan regulasi dan kebijakan yang jelas-jelas memihak korporasi tersebut karena pembuat kebijakan itu sendiri sudah tidak tahu siapa dirinya. Pada masa sekarang langkah itu juga dilakukan dengan bantuan lembaga-lembaga perbankan internasional khususnya IMF dan World Bank. Lembaga-lembaga itu mengeluarkan kebijakan kebijakan yang berpihak pada koperasi koperasi besar tersebut. Negara sasaran di dunia ketiga harus mematuhi kebijakan lembaga internasional itu dengan dalil ketaatan pada perjanjian internasional. 

KORPORASI DAN TUJUAN MUTLAK DALAM KONSEP STATE GURDIAN
Tujuan mutlak korporasi adalah mencapai keuntungan maksimal dengan biaya minimal dan waktu minimal tak peduli bila hal itu sangat merugikan negara. Dampak bagi negara dunia ketiga yang menjadi objek korportokrasi sangat jelas. Sumber daya alam yang ada di negara tersebut tidak bisa dinikmati oleh rakyatnya sendiri padahal mereka amat memerlukan dana besar untuk biaya pendidikan, kesehatan pembangunan infrastruktur dan lainnya. 

Walhasil meski negara mereka kaya kondisi pendidikan kesehatan infrastruktur dan lainnya tetap lah memperhatinkan sebaliknya elit politik mereka dan mereka yang menjadi bagian dari korporatokrasi menikmati kekayaan yang luar biasa. 

Celakanya pula tindakan konyol ini di framing oleh media massa baik dinarasikan sebagai sebuah prestasi besar pemerintah dengan istilah istilah bombastis seperti berhasil merebut atau mencaplok before dan lainnya. Padahal aslinya barang tambang di Papua itu milik kita sudah semestinya. Selepas KK II berakhir 2021 nanti kembali kepada kita. Kitalah Yang Semestinya mengolah tambang itu menurut data masih ada cadangan 4,3 juta ton ori emas yang bernilai lebih 100 triliun. Belum termasuk perak dan tembaga nya setelah tahun itu kalau Trevor ingin terlibat testinya merekalah yang harus mengeluarkan uang untuk mendapat 49% saham Mengapa jadi kita yang harus bayar mereka? 

Dalam sistem sekular saat nilai-nilai Islam dan ukuran halal-haram dalam politik diabaikan begitu saja yang dominan adalah nilai-nilai pragmatisme demi kekuasaan atau dan uang atau money belaka. Kekuasaan diraih untuk mengumpulkan uang. Dengan uang kemudian kekuasaan dipertahankan. Fower for  money Money for power.  begitu seterusnya. 

Untuk itu semua cara akan melakukan tak penting Apakah itu merugikan negara merugikan daerah ataupun tidak pemerintah tetap menghantam tak peduli juga bagaimana kesusahan masyarakat di kemudian Apakah membahayakan Negara jadi masihkah Kita percaya Apakah membahayakan  negara atau tidak jadi masihkah itu percaya orang-orang yang bermoral munafik di eksekutif maupun di legislatif negara ini pemerintah benar-benar akan bertindak sebagai strate Guardian. 

Kesimpulan :
Sumber daya alam yang ada di negara tersebut tidak bisa dinikmati oleh rakyatnya sendiri. Padahal mereka amat memerlukan dana besar untuk biaya pendidikan kesehatan pembangunan infrastruktur dan lainnya. 

Dalam sistem sekuler saat nilai-nilai Islam dan Al-qur'an Halal Haram dalam politik diabaikan yang dominan adalah nilai-nilai pragmatisme demi kekuasaan atau power dan uang atau money belaka. So much I can do it tomorrow. (Ad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...