Kamis, 29 Agustus 2019

Cerita Rakyat Kerinci Mudo Si Jaru Panta||Agusdiar TV


CERITA RAKYAT KERINCI 
  SI JARU PANTA 


Berkunang dilakukan dengan publik melingkar duduk bersila, sambil tiduran atau pun bersandar didinding sewaktu ada bagian-bagaian kunaung yang menarik para pendengar ikut bersedih, tertawa atau geram karena benci, bahkan bersorak karena kegimbiraan-.Nya.
Kunaung termasuk sastra lisan ada yang dapat diceritakan dan juga ada yang dilagukan dengan di iringi alat musik(tradisional) tertentu. 

Tidak jarang terjadi pada waktu acara berkunaung orang keasyikan sehingga mereka tidak sadar apa yang terjadi di sekeliling-Nya. Untuk menghindarkan hal biasa-Nya dipenuhi beberapa syarat menjelang kunaung, syarat-syarat itu  dengan cara menyediakan Hulu nasi, telur ayam rebus, dan asap kemenyan

Kunaung merupakan suatu alat kesenian yang disenangi masyarakat. Biasanya mereka menyenangi-Nya, Karena lagu-lagu yang disampaikan tukan kunaung, disamping isi cerita-Nya. 

Cerita rakyat adalah suatu cerita yang pada dasar-Nya disampaikan oleh orang lain melalui penuturan. Tokoh-tokoh dalam cerita dianggap pernah terjadi pada masa lalu sebagai rekaan semata karena terdorong rasa keinginan menyampaikan pesan atau amanat melalui cerita itu. Kadang-kadang merupakan suatu escapism dari rakyat. 

Cerita Rakyat Kerinci pernah diteliti  oleh Andrew Lang, Mac Culoch dan Hartland yang mengungkapkan bahwa cerita rakyat merupakan lukisan hidup dan pengalaman masyarakat lama. 

Cerita rakyat adalah milik masyarakat. Warga masyarakat yang kreatif ingin berkomunikasi sesama-Nya.Seperti cerita-cerita rakyat Kerinci yang sangat perlu di populeritaskan ketengah-tengah masyarakat nasional dan Internasional. 

Misal-Nya cerita tentang  Si Jaru Panta  daerah Kerinci(Kec.Keliling Danau).Yang kisah-Nya sangat begitu menarik dan tak kalah dengan cerita-cerita  yang ada di daerah lain di bumi  Indonesia.


SI JARU PANTA
Tersebutlah seorang anak raja yang bernama Putri Si Ganduriah yang akan mengantarkan kakak(tunangan-Nyamengaji. Tunangan-Nya berangkat dengan kapal bersama Bujang Singayang. Abangnya Jaru Panta, tunangan-Nya mengaji bersama Bujang Singayang. Karena Jaru Panta pandai, ia diangkat menjadi guru mengaji. Bujang Singayang termasuk orang yang bodoh. 
Surat dari kampung telah lama tidak diterima Jaru Panta. Dia bermimpi diberi bibi-Nya nasi sepiring dan agar ia makan sepiring dengan adik-.Nya, tetapi nasi itu diambil oleh Bujang Singayang. 

Bujang Sinayang akan pulang kekampung. Jaru Panta menitipkan baju selendang untuk adik-Nya sampai dikampung, Bujang Sinayang mengatakan oleh-oleh itu dari diiri-Nya sendiri. Dia mengatakan bahwa Jaru Panta sudah terlambat dihulu sungai dan menderita penyakit kulit. Bujang Sinayang ingin mengawini Ganduriah, tetapi Ganduriah tidak mau. Oleh karena itu ia menulis surat untuk Jaru Panta melalui awak kapal. 

Setelah Menerima surat itu, Jaru Panta segera pulang sesampai-Nya dikampung dilihatnya Ganduriah sedang dipestakan(dinikahkan) dengan Bujang Sinayang. Jaru Panta pergi kerumah Ganduriah bersama seorang kakek, tanpa menghiraukan tamu, Ganduriah menyengsong Jaru Panta. 

Sesudah Jaru Panta berada dirumah Ganduriah  Bujang Sinayang datang menantang Jaru Panta berkelahi. Akan tetapi orang cerdik pandai didusun memihak Jaru Panta, lalu membatalkan perkawinan itu. 

Jaru Panta mengatakan bahwa dia akan menghilangkan diri, Ganduriah mengikuti-Nya. Dalam perjalanan Jaru Panta meminum air sungai dan mabuk. Ganduriah menyangka bahwa Jaru Panta sudah mati, lalu Ganduriah pergi menaiki kapal Jubajoa, Kemudian Jaru Panta sadar dan mencari Ganduriah. 

Setelah mengalami berbagai peristiwa, dia pulang kedusun dan menemui Ganduriah dan diajak-Nya untuk menikah. Ganduriah mau dinikahkan dengan syarat agar Jaru Panta dan Ganduriah sama-sama menanam aur dari dua sisi. Kalau pucuk aur bertemu baru mereka boleh menikah. Jaru Panta menjelma menjadi burung pucuk, sedangkan Ganduriah menjadi burung Kolleh, Pucuk aur tidak akan pernah bertemu(bersatu). 

SI JARU  PANTA MUDO
Si Jaru Panta Mudo mempunyai tiga pantangan besar dalam diri-Nya :
• Pantang menikahi Janda
• Pantang Kalah dalam perang dan 
• Pantang menyusu pada Ibu-Nya
Dikisahkan Pula dalam Versi Si Jaru Panta Mudo II, Si Jaru Panta Mudo akan pergi berlayar kelaut lepas untuk mengunjungi tanah seberang agar bertemu dengan Putri Mejaru Bulan, dalam pelayaran-Nya menuju tanah seberang perahu Jaru Panta Mudo karam, tetapi diselamatkan Putri Mejaru Bulaan sampai didaratan. 

Jaru Panta Mudo akan menemui Putri Mardi Dewa-Dewa yang tinggal dilangit-langit, akan tetapi dilarang oleh Putri Mejaru Bulan karena Putri Mardi Dewa-Dewa sudah menikah dengan Tiang Nagari yang mempunyai langit tinggi. 

Jaru Panta Mudo pergi kelangit-langit dan disana ia mendapati pesta pernikahan Putri Warna Air Laut dengan Tiang Nagari. Si Jaru Panta Mudo dengan terpaksa  bertarung dengan Suthan Halus, untuk merebut Putri Warna Air Laut Suthan Halus kalah. 

Jaru Panta Mudo diserang beramai-ramai,dan akhir-Nya musuh dapat dikalahkan oleh Jaru Panta Mudo. Lalu datang lagi serangan dari Jin  tujuh bersaudara. Si Jaru Panta Mudo ditangkap dengan jala besi, tetapi di tolong oleh Ninik Merando Kayo sehingga Jin tujuh bersaudara dapat dilumpuhkan dan dikalahkan. 
Si Jaru Panta Mudo pulang kekampung-Nya bertemu dengan Ayah Bunda-Nya dan Putri Berdayu-dayu. Suthan Halus sindai merasa dendam karena Putri Berdayu-dayu menerima Si Jaru Panta Mudo. Lalu diadakan pencucian kampung dengan mengadakan suatu perjanjian supaya segala dendam dikikis dan peraturan kampung tercipta demikian, dapat lah di adakan pembinaan desa.

Si Jaru Panta Mudo dan Putri Berdayu-dayu hidup rukun dan damai, hingga akhir hayat mereka.

• Menginventerasikan cerita rakyat dengan mentranskripkan dari dialeg asli daerah Kerinci  ke dialeg Indonesia. 
• Menganalisis fungsi cerita, kesempatan bercerita, serta hubungan cerita dengan lingkungan sosial budaya. 

• Menganalisis latar belakang sosial budaya dan nilai-nilai yang terkandung di dalam-Nya. 
Penulisan cerita ini menekankan iventarisasi dan analisis cerita rakyat. Kerangka berpikir atau kerangka teori ini sebagai pegangan dan panduan dalam penulisan. 
Institusi sosial dan suatu kreasi sosial yang penulis gunakan dialeg sebagai media. 
(Ad) 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga pembalap tercepat TDS(tour de singkarak)2019 Kerinci

Kerinci ,Pembalap tercepat TDS fokus untuk mempertahankan jersey tersebut. Bagaimanapun jenis dakian tanjakan, saya akan berupaya sem...