Rabu, 14 Agustus 2019

Sejarah Peperangan Sulthan Salahuddin Ayobi dan Pasukan Salib|Agusdiar TV

PEPERANGAN PASUKAN
 SULTHAN SALAHUDDIN AL-AYOBI 
DENGAN PASUKAN SALIB DI TANAH AL-QUDS

Sejarah berdarah,kembali kita renungkan kejadian besar sejarah  tahun 1009 kota Al-AlQUDS dikuasai oleh pasukan salib dengan meggugurkan 7.000 para syuhada yang tak memiliki yang tak berdosa Al-AQSHO dikuasai oleh pasukan salib yang membabat habis umat Islam di Kota Al-QUDS yang sekarang menjadi sebuah negara yang kita kenal dengan Palestina. 

Pasukan salib yang berjumlah lebih dari 1.0000  ribu pasukan menghantam kota Al-QUDS bukan saja Muslim yang menjadi korban bahkan kaum Yahudi pun menjadi bulana-bulanan pasukan salib di kala itu. Al-AQSHO di genangi Sungai darah para Syuhada yang gugur mempertahankan keislaman-Nya. 

Bertahun-tahun pasukan Salib menduduki kota Al-QUDS dengan hunusan tombak, pedang yang membabat habis setiap Muslim yang masih hidup. 
Dengan kebanggaan-Nya para pasukan salib menyapu bersih Muslim tiap-tiap sisi kota yang ada di Al-ALQUDS. 

Pada posisi ini pada masa itu Sulthan Salahuddin Al-Ayobi masih sangat muda, pembantaian orang-orang yang tak berdosa terdengar di telinga-Nya. Sulthan Salahuddin Al-Ayobi meringis geram mendengar kota kebanggaan Islam di Kuasai oleh Pasukan Salib. Ketenaran Sulthan Salhuddin  Al-Ayobi dikenal oleh pasukan salib.  Mengenal kelebihan yang ada pada pejuang Islam Sulthan Salahuddin Al-Ayobi, Salhuddin Al-Ayobi mempunyai kelebihan yang dimiliki-Nya, dan jika pedang-Nya telah terhunus dapat membunuh 100 pasukan salib dalam sekali tebasan. 

Bulan berganti tahun akhir-Nya Sulthan Salahuddin Al-Ayobi mengirim utusan untuk menyampaikan pesan pada panglima pasukan salib yang menguasai Al-QUDS, namun apa yang terjadi utusan yang dikirim oleh Sulthan Salahuddin Al-Ayobi di bunuh secara keji oleh pasukan salib. Hal inilah yang memulai perang besar antara pasukan Islam yang dipimpin oleh Sulthan Al-Ayobi ditanah Palestina di Kota Al-QUDS. 

Genderang perang bendera hitam bertuliskan kalimah Laila Haillallah Muhammadarrasulallah(Rayah) dikibarkan para pasukan jihad dengan ribuan pasukan berkuda menyerang pasukan salib, tanpa ampun, karena  kekejian yang mereka lakukan terhadap kaum Muslim pada masa itu. 

Sulthan Salahuddin Al-Ayobi mengumandangkan Azdan pertanda kebesaran Allah Azza Wa Jalla untuk memukul mundur pasukan salib dari tanah Al-QUDS Palestina. Dengan selaku Sulthan dan sekaligus Pemimpin pasukan Islam, Akhir-Nya terjadi perang terbuka antara pasukan Islam dengan pasukan salib, dengan menewaskan 8.000 pasukan salib di Kota Al-Quds. Dan pasukan salib dipukul mundur dan sebagian dari pasukan salib menjadi tawanan. 

Sulthan Salahuddin Al-Ayobi memberi disfensasi terhadap pasukan salib jika tidak mundur dari Kota Al-QUDS para tawanan dari pasukan salib akan di bunuh oleh pasukan Sulthan Salahuddin Al-Ayobi seperti yang dilakukan pasukan salib pada umat Islam pada masa itu. 

Akhir-Nya ultimatum dari Sulthan Salahuddin Al-Ayobi tidak didengar oleh pasukan Salib, maka hukum penggal dilaksanakan dengan berhadap-hadapan dengan pasukan salib, panglima pasukan salib dipenggal kepala-Nya oleh  pasukan  jihad Islam pada masa itu. 

Pasukan salib terdiam melihat kepala sang panglima-Nya terpenggal oleh pasukan Islam. 

Peringatan  terakhir pun dilontarkan Sulthan Salahuddin Al-Ayyobi"Wahai para penjajah di bumi Al-Quds, selagi ada kesempatan untuk hidup lebih baik menghindar".Perkataan Sulthan Salahuddin Al-Ayobi yang sangat singkat ini membuat para pasukan salib gemetar ketakutan. 

Pasukan Salib melihat Sulthan Salahuddin Al-Ayobi mulai mengeluarkan pedang-Nya dari warangka dengan maksud aba-aba pada pasukan-Nya dengan pedang-Nya diatas sebagai isyarat  tiada ampun bagi penjajah di bumi Al-QUDS. 

Kemudian pasukan Sulthan Salhuddin Al-Ayobi dari pasukan  pemanah, siap melepaskan anak panah-Nya dari busur sehingga yang diarahkan pada pasukan salib tak satupun dari pasukan salib yang bisa mengelak dari anak panah yang dilepaskan dari busur-Nya dari pasukan Islam, sehingga pasukan salib yang berjumlah besar dibuat  kocar-kacir dan tanpa ampun dari pasukan Sulthan Salahuddin Ayobi mereka terbunuh oleh pasukan Sulthan Salahuddin Al-Ayobi di tanah Al-QUDS, yang sekarang kita kenal dengan Palestina.

Begitulah sekilas sejarah tentang Kota Al-QUDS Palestina sebagai moment sejarah terbesar pasukan salib Romawi bisa yang ditundukkan  pasukan Islam yang jumlah-Nya tak sebanding dengan banyak-Nya pasukan salib Romawi, namun kehendak Allah Azza Wa Jalla jua pasukan Romawi dalam waktu yang teramat singkat dapat ditundukkan(dikalahkan) oleh pasukan Sulthan Salahuddin Al-Ayobi.(Ad)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...