Kamis, 01 Agustus 2019

Fenomena Gerhana Bulan|Agusdiar TV

FENOMENA GERHANA BULAN 
Bulan yang diciptakan untuk membeli manfaat bagi manusia. 

Sebelumnya marilah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala saat yang menciptakan manusia dan segala perlengkapan hidupnya dan apa saja yang ada di dunia ini seluruhnya untuk manusia sampai bulan penuh diciptakan untuk memberikan manfaat bagi manusia Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dengan maknanya:

" Dialah yang menjadikan matahari dan bulan bercahaya dan ditetapkan nya mandilah manusialah apa tempat-tempat babi perjalanan bulan itu supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Allah tidak menciptakan yang demikian itu kecuali dengan baik dia menjelaskan kepada orang-orang yang mengetahui.(Qs.Yunus:5)

Tentang ayat diatas tersebut dapat di tidak jelaskan bahwa kaulah menjadikan matahari dan bulan tersebut dengan baik artinya tidak percuma tidak sia-sia tetapi dengan penuh sesama antara lain dengan bulan lalu lintas di laut yang luas terbentang dapat diatur. Dengan adanya bulan kedelapan akan hilang dengan bulan terutama di bulan purnama suasana malam pertama indah bahkan bulan itu merupakan lambang keindahan dan keindahan itu pun termasuk kebutuhan manusia dalam hidupnya.

Selain diakui banyak bapaknya bagi manusia bulan pun makhluk yang keajaiban dunia dapat kita saksikan setiap hari khususnya dalam perubahan dibentuknya ini hanya akan dipahami oleh orang- orang yang beriman.

Bulan adalah makhluk yang satu kepada allah subhanahu wa ta'ala.

Netizen yang berbahagia sebelum kita melanjutkan penulisan marilah kita  mengampati betapa indahnya  ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala. Selain bulan miliki banyak faedah dan merupakan lambang keindahan bulan juni senantiasa mematuhi perintah allah malam dan siang berjalan tanpa henti mengikuti ketentuan allah tuhan semesta alam sebagaimana yang disebutkan dalam firmannya dengan maknanya:

" Dan telah kami tetapkan lagi bulan  manzilah-manzilah sehingga (setelah dia sampaikan dan manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk  dan yang tua.(Qs.Yaasiin :39).

Dengan demikian adanya gerhana bulan sekali kali bukanlah pertanda akan arahnya huruf hara dan kekacauan akan adanya bencana dan malapetaka akan terjadinya gelap gulita selama 7 hari 7 malam sekali lagi tidak demikian itu semua tidak benar sebab bila allah termaksud menjadikan suatu bencana tanpa adanya gerhana pun mampu dan kuasa allah sendiri menyebutkan dalam firmannya di dalam al-quran dengan maknanya:

" Allah pencipta langit dan bumi dan bila dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu maka cukuplah dia hanya mengatakan kepadanya jadilah maka jadilah ia." (Qs.Al-Baqarah :117).

Senada dengan alur penulisan dengan ayat diatas oleh subhanahu wa ta'ala mengulangi firmannya dalam surah yasin ayat 82 sebab pada hakekatnya yang disebut gerhana bulan iyalah bulan itu tidak dapat bercahaya karena tidak terkenal sinar matahari pada saat gerhana bulan sinar matahari yang akan disimak liputan terhalang oleh bumi ingat kalau bulan hidup berjalan mengitari bumi bumi berjalan mengelilingi matahari dan matahari beredar pada poros-Nya.

Allah yang mengatur jalannya Planet  .

Sebagaimana kita ketahui bahwa semua planet termasuk bulan itu berjalan dengan teratur tepat pada waktunya coba bayangkan bagaimana jadinya seandainya salah satu planet itu ada yang terlambat 3 menit utamanya dalam perjalanannya atau jika perjalanan planet-planet itu tidak ada yang mengatur maka kehancuran dan kekacauan yang akan terjadi siapa gerangan yang mengatur yang mengatur-Nya? Jawabannya yang pasti iyalah allah subhanahu wa ta'ala yang mengatur itu semuanya dalam alquran dinyatakan dengan maknanya:

" Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan. (Qs.Ar-rahman:5)

Manusia dapat mengetahui semua planet itu senantiasa menunjukkan Kemahabeaaran  Allah dan memahami-Nya  hanyalah dengan ilmu yang berarti dengan ilmu, dapat menjadikan  lebih kokoh Iman seseorang dan dapat memahami jika disertai dengan ilmu.

Berbicara masalah ilmu dan hubungannya dengan manusia seorang sufi dan filosof Muslim terkenal yang bernama Imam Al-Gahazali yang nama lengkapnya Abu Hamid Muhammad bin Muhammad  Al-Ghazali wafat 505 H/1111 M), dalam kitabnya yang terpopuler Ihya Ulumuddin jilid 1(satu) pada halaman 59 telah mengutip ucapan seorang ulama terkenal dalam bidang bahasa dan sastra arab yaitu Imam Al-Khalil Ahmad Al-faridhi( wafat 170 H)yang mengatakan bahwa manusia itu berdiri atas 4 >>>klasifikasi :


√ Pertama ada orang yang tahu dan  dari awal dia aku tahu maka yang demikian itu adalah orang yang berilmu maka ikutilah dia.

√ Kedua orang yang sedang tidur
Dan ada orang yang tahu namun tidak menyadari bahwa dirinya tahu maka yang demikian itu adalah orang yang sedang tidur  bangunkanlah dia.

√ Ketiga ada orang yang perlu bimbingan
Ada orang yang tidak tahu dan dia tidak menyadari bahwa dirinya tidak tahu maka yang demikian itu adalah orang yang perlu bimbingan maka bimbinglah dia.

√ Keempat orang yang bodoh
Dan ada orang yang tidak tahu namun dia tidak menyadari kalau dirinya itu tidak tahu maka yang demikian itu adalah orang bodoh maka tinggalkanlah dia jangan ikuti jejak langkahnya.

Demikianlah semoga bisa memberi faedah  semuanya itulah 4 macam klasifikasi manusia di dunia, sebagaimana telah dikemukakan oleh ulama terdahulu imam Al-Khalil yang dikutip oleh Imam Al-Ghozali. Dan mudah-mudahan kita termasuk  Rajulun Aalimuun( Orang yang berilmu) dan tidak termasuk Rajulun jahiluun (orang yang bodoh).

Dengan materi penulisan   hari ini tentang Fenomena Gerhana Bulan,semoga kita bisa  semakin   mendekatkan diri kepada Allah Rabbul 'Alamiin.

Aamiin.
(Ad, dari segala sumber).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...