Minggu, 25 Agustus 2019

Fungsi Parno Helat Perkawinan pada Adat Masyarakat Kerinci|Agusdiar TV

FUNGSI PARNO HELAT PERKAWINAN PADA ADAT MASYARAKAT KERINCI


Masyarakat merupakan kumpulan orang-orang yang berdiam pada suatu tempat tertentu yang tata krama kehidupannya diatur oleh undang-undang dan adat  istiadat yang hidup ditengah kumpulan orang-orang tersebut atau dengan kata lain masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dalam suatu kumpulan kemudian melahirkan kebudayaan - kebudayaan atau tradisi yang sesuai dengan keadaan masyarakat tersebut.

Kebudayaan atau tradisi itu terus berkembang mengikuti perkembangan masyarakat itu sendiri, yang mempunyai kegunaan tersendiri pula bagi masyarakat yang melahirkan kebudayaan  atau tradisi-tradisi itu.

Demikian pula dengan hal-Nya sastra lisan Parno Helat Perkawinan, merupakan hasil budaya dan tradisi masyarakat Kerinci itu sendiri. Sastra lisan Parno Helat Perkawinan ini  mempunyai fungsi atau kegunaan tersendiri pula bagi masyarakat Kerinci. Fungsi tersebut dapat kita lihat sebagai berikut ;


Sebagai salah satu pedoman hidup ber masyarakat. Ini dimungkinkan karena isi Parno Helat Perkawinan penuh dengan gambaran tentang bagaimana seharus-Nya masyarakat Kerinci berbuat dalam hidup-Nya. Parno Helat Perkawinan juga memberikan nasehat kepada masyarakat terutama pengantin baru, memberikan anjuran kepada pemuda-pemudi untuk menuntut ilmu setinggi-tinggi-Nya, mendidik manusia tentang tata krama kehidupan, memberi anjuran kepada para "Ninik Mamak, Alim Ulama, pemuka masyarakat dan segenap anggota masyarakat untuk berpegang teguh kepada adat istiadat, mengutamakan kebersamaan, dan musyawarah untuk mufakat.


Sebagai sarana untuk mewariskan nilai-nilai budaya secara turun-temurun. Kebudayaan adalah hasil pikiran manusia berupa gagasan dan tindakan dalam kehidupan bermasyarakat tersebut. Masing-masing masyarakat mempunyai ciri khas kebudayaan-Nya. demikian juga hal-Nya dengan budaya Kerinci yang tidak terlepas dari karya, rasa, dan cipta masyarakat-Nya.
Dalam Parno Helat Perkawinan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan oleh seseorang atau kelompok orang tersembunyi dalam rentetan kata-kata yang indah. Hal ini merupakan kebiasaan atau tradisi masyarakat Kerinci dan sebangai pencerminan kehalusan budi masyarakat-Nya. Untuk menanggapi kata-kata yang indah tersebut diperlukan penafsiran dari seseorang.
Kata-kata yang disampaikan didalam Parno Helat Perkawinan berkaitan dengan sastra yang membentuk keindahan, agar menarik untuk didengar dan mudah dipahami maksud-Nya, sedangkan keindahan itu sendiri sudah termasuk bagian dari kebudayaan.

Fungsi Kebudayaan yang melekat pada Parno Helat Perkawinan Helat Perkawinan secara lebih jelas adalah sebagai berikut :

• Sebagai salah satu bentuk sastra lisan Kerinci yang dituturkan dari mulut ke mulut(bersifat anonim dan tradisional) dan menjadi milik bersama rakyat Kerinci.
Untuk menunjukkan kepada masyarakat diluar Kerinci bahwa lisan Parno Helat Perkawinan ini benar-benar lahir dari akar budaya masyarakat Kerinci, yang ditengah-tengah masyarakat.
Untuk menunjukkan bahwa daerah Kerinci masih memiliki tradisi-tradisi rakyat yang asli yang seharus-Nya dapat diperhatikan lebih seksama.
Menununjukkan identitas daerah Kerinci kepada masyarakat luar.
Simbol kesatuan dan persatuan daerah dalam memupuk kesatuan dan persatuan nasional. 

• Turut memperkaya atau memperbanyak ragam kebudayaan nasional. 
Sebagai salah satu wadah penyaluran inspirasi rakyat. 


FUNGSI SOSIAL
Hubungan yang terjadi didalam masyarakat disebut hubungan sosial. Parno Helat Perkawinan menempati fungsi sosial di tengah-tengah masyarakat.Hal ini berdasarkan pelaksanaan-pelaksanaan Parno Helat itu sendiri yang terutama sekali adalah memupuk rasa kebersamaan dan kekeluargaan di tengah masyarakat Kerinci. 
Disamping itu pula berfungsi untuk meningkat rasa solidaritas dan rasa kesetiakawanan sosial diantara sesama anggota masyarakat. 
Jadi jelaslah bahwa Parno Helat Perkawinan ini mempunyai Fungsi sosial yang amat penting bagi persatuan dan kesatuan masyarakat. 


FUNGSI HIBURAN
Fungsi hiburan, disamping fungsi-fungsi yang telah disebutkan diatas, fungsi yang lain yang terdapat pada Parno Helat Perkawinan adalah fungsi hiburan. Dikatakan demikian karena undangan yang menghadiri Helat Perkawinan tersebut tidak semua-Nya menyimak dan menafsirkan apa-apa yang terkandung dari penyampaian Parno Helat Perkawinan.

Tetapi sebagian undangan yang datang hanya untuk mendengarkan penyampaian Parno  Helat Perkawinan tersebut, yang menimbulkan rasa senang bagi pendengar-Nya dan juga dapat menghilangkan rasa lelah setelah bekerja seharian. Biasa-Nya yang banyak melakukan hal seperti ini adalah kaum laki-laki dan bahkan kadang-kadang mereka tidak menaiki rumah sepengkalan, melainkan hanya mendengarkan dari halaman saja.
Berdasarkan uraian pembahasan pada bagian terdahulu dan sekarang, maka penulis dapat mengambil kesimpulan ;
Bahwa Parno Helat Perkawinan merupakan sastra lisan Kerinci yang lahir dari ada-Nya kehalusan jiwa yang dimiliki oleh rakyat Kerinci yang selalu menyampaikan perasaan dan keinginan-Nya dalam bentuk bahasa kiasan serta lahir dari ada-Nya rasa saling menghormati dalam hidup bermasyarakat, terutama menghormati" Ninek Mamak dan Pemuka Adat".Parno disampaikan dengan sajak  dan irama yang indah sehingga tumbuh dan berkembang sebagai salah satu sastra rakyat Kerinci.


Unsur-unsur yang terdapat dalam Parno Helat Perkawinan ini yaitu :
Unsur terlibat langsung di dalam pelaksanaan Parno yang berupa material seperti dupa, cerana dan mikropon. 
• Unsur-unsur yang ikut mempengaruhi Parno seperti unsur perasaan, unsur semangat, unsur nasehat, unsur pemerintahan desa dan unsur Adat Istiadat.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Parno Helat Perkawinan adalah :

√ Nilai-nilai Estetika atau keindahan. 
Nilai Moral dan Agama dan 

√ Nilai tradisi.
Parno Helat Perkawinan mempunyai fungsi tersendiri bagi masyarakat yakni :
Sebagai salah satu pedoman hidup bermasyarakat, sarana mewariskan nilai-nilai budaya, fungsi sosial, fungsi ekonomi dan fungsi hiburan. 

Sumbangan yang dapat diberikan Parno Helat Perkawinan terhadap kebudayaan nasional meliputi bidang sosial budaya, bidang Pendidikan, dan bidang kesusteraan.(Ad) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerpen|Diungkap dari kisah nyata, Wisuda di balik jeruji penjara

DI UNGKAP DARI KISAH NYATA| TOGA WISUDA DI BALIK JERUJI PENJARA Malam tak terasa telah menyelimuti tubuh G,angin malam mulai menyeka p...