Langsung ke konten utama

Keistimewaan dalam duduk istirahat shalat serta bangkit dari sujud shalat|Agusdiar TV


KEISTIMEWAAN DALAM DUDUK ISTIRAHAT SHALAT SERTA BANGKIT DARI SUJUD SHALAT


"Assaalamu'alaikum wr, wb..."

Hai....,Netizen yang Budiman kali ini kita akan mengulas tentang terapi  preventif "Duduk istirahat dan Bangkit  dari sujud shalat" yang tentu memiliki faedah besar  bagi netizen wabil khusus buat penulis sendiri.


Yuuuuk...!!! Kita simak ulasan  penulis dalam merilis  mengenai hal-hal tersebut, apa-apa saja sih

keistimewaan yang bisa kita petik didalam-Nya? 


Keseimbangan adalah salah satu unsur kebugaran tubuh. Hal yang dimaksud  dengan keseimbangan adalah kemampuan seseorang untuk menjaga kestabilan tubuh-Nya. Baik ketika diam bergerak, meskipun titik tumpu kecil atau sedikit. Dengan kata lain, kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan-Nya meskipun ruang lingkup titik tumpu kecil atau sedikit.
Keseimbangan ini amat penting, terutama ketika seseorang berjalan diatas ketinggian atau berjalan sambil bertumpu hanya pada satu kaki di tempat yang tinggi itu. Oleh karena itu dia harus mampu menjaga keseimbangan tubuh-Nya guna mengatasi hal dan melewati-Nya dengan selamat. 

Dengan kata lain, keseimbangan adalah kegiatan yang mengharuskan seseorang menjaga kestabilan-Nya agar tidak terjatuh dari tempat yang tinggi.

Semakin sedikit titik tumpu sebuah tubuh maka semakin berkurang juga keseimbangan-Nya. Tubuh manusia secara umum tunduk pada kaidah ini, Sehingga pada saat orang berbaring atau telungkup, keseimbangan tubuh-Nya menjadi kuat karena jarak pondasi tumpu juga besar. Akan tetapi,ketika berdiri diatas kedua kaki maka keseimbangan-Nya lebih lemah daripada berbaring atau telungkup karena kedua kaki-Nya menjadi titik tumpu, lebih sedikit dari titik tumpu ketika berbaring atau telungkup karena kedua kaki-Nya yang menjadi titik tumpu, lebih sedikit dari titik tumpu ketika berbaring atau telungkup.


Begitu pula apabila bertumpu hanya pada dua tangan lebih lemah dari pada kedua kaki. Bertumpu pada satu tangan lebih lemah dari pada dua tangan. Bertumpu pada sebagian telapak kaki lebih lemah daripada bertumpu pada seluruh telapak kaki.
Ketika seseorang berdiri dari sujud maka titik tumpu-Nya berada kedua ujung telapak kaki, yaitu perut jari-jari kaki dan sedikit ruas jari kaki. Titik tumpu ini adalah titik tumpu paling lemah bagi manusia, namun tidak menimbulkan gangguan apa-apa. Berbeda dengan jika hanya bertumpu pada satu telapak kaki menyebabkan tulang punggung miring.

Begitu pula apabila hanya bertumpu pada satu tangan atau ujung kaki. Akan tetapi, tidak demikian apabila bertumpu pada ujung dua telapak kaki karena posisi itu merupakan titik tumpu paling menimal bagi tubuh manusia dan tidak menimbulkan gangguan apapun. Hal ini terjadi karena tulang pinggul juga bertumpu pada tempat yang sama, yaitu kedua telapak kaki.

Dengan demikian, bangkit dari sujud dengan bertumpu pada ujung dua telapak kaki dapat meningkatkan keseimbangan tubuh seseorang. Sedangkan hadits yang menyatakan bahwa Nabi saw berpegangan pada sebuah tiang, menunjukkan bahwa Nabi saw tidak selalu berdiri dari sujud dengan bertumpu pada ujung telapak kaki. Artinya,peningkatan keseimbangan tubuh tidak selalu sering dengan peningkatan unsur-unsur lain-Nya seperti kekuatan otot, kelenturan dan sebagai-Nya. Jadi, tumpu pada kedua kaki hanya sesuai dengan bagi mereka yang membutuhkan keseimbangan tubuh.

Keseimbangan yang dibutuhkan apabila seseorang berjalan di tempat yang tinggi atau hanya bertumpu pada benda-benda kecil di tempat yang tinggi. Keadaan ini memang jarang terjadi, jika peningkatan keseimbangan tubuh melalui gerakan sujud  yang hanya bertumpu pada ujung kaki, telah sesuai dengan kebutuhan manusia yang memang tidak selalu membutuhkan keseimbangan itu.
Lagi pula, waktu untuk gerakan berdiri tersebut tidak lama dan sudah sesuai dengan kadar keseimbangan tubuh yang dibutuhkan manusia.

HAL YANG PERLU SANGAT DIKETAHUI DALAM ISTIRAHAT SERTA SUJUD DALAM SHALAT

Satu hal yang perlu dicatat, duduk istirahat ini terjadi  setelah sujud.Bila sujud dapat menambah suplai darah kekepala maka duduk istirahat dapat mengembalikan darah dari kepala ke jantung sehingga membantu bangkit berdiri laksana anak panah. Hal ini karena ketika bangkit berdiri, darah menekan kebawah akibat gaya gravitasi bumi.

Duduk sebentar sebelum bangkit berdiri ini merupakan persiapan tubuh dalam menghadapi gerak reflek darah. Darah bergerak kembali dari kepala ke jantung, seraya membawa sisa-sisa  pembakaran dan menekan ke bawah. 

Inilah yang disebut dengan pencucian otak, yang dapat mengembalikan kesegaran vitalitas-Nya.

Dan dapat menyembuhkan pusing kepala, yang disebabkan karena mata, dan mengurangi tekanan pada saluran-saluran darah yang ada di jaringan otak akibat banyak-Nya aliran darah ke kepala. Dengan kata lain, duduk istirahat ini adalah pemenuhan, sekaligus pengosongan saluran darah dari otak dan mata sehingga sirkulasi darah dapat kembali lancar.
Bagi para penderita tekanan darah tinggi, bangkit dan berdiri dapat mengurangi tekanan darah di kepala, sehingga mengurangi pusing akibat tinggi-Nya tekanan darah. Apabila dilakukan berulang-ulang dalam shalat, dapat  meminimalisasi terjadi-Nya pecahan pada sebagian seluruh darah di otak maupun jaringan mata. 


Bertumpu pada ujung kaki ketika berdiri dari sujud  ini dapat menguatkan urat-urat dan otot telapak kaki, sekaligus menjaga lengkungan telapak kaki sehingga lebih kokoh dan lebih cepat ketika berlari.

Satu-satu-Nya perbedaan antara merunduk untuk bangkit berdiri dari sujud dan merunduk untuk sujud, gaya gravitasi membantu gerakan ini sehingga beban yang ditanggung otot semakin ringan karena mengarah kesudut gravitasi. Sementara itu, ketika bangkit berdiri dari sujud, otot-otot mengarah ke arah yang berlawanan dengan gravitasi bumi sehingga harus mengerahkan tenaga besar.

KEISTIMEWAAN DUDUK ISTIRAHAT SHALAT DAN BANGKIT DARI SUJUD SHALAT

Keistimewaan dan manfaat-Nya, otot-otot menjadi lebih kuat, lebih kokoh dan otot-otot  kedua kaki menjadi semakin menggerut dan mengencang. Kecepatan ini sangat diperlukan agar seseorang dapat bangkit dan berdiri.

Duduk istirahat dan bangkit berdiri ini dapat menjaga kelurusan punggung, sekaligus lengkungan pada tulang punggung. Berbeda dengan seseorang mendahulukan kedua lutut-Nya sebelum kedua tangan-Nya ketika bangkit berdiri, selain tidak sesuai dengan tuntunan Rasulallah saw, juga hal tersebut dapat menyebabkan punggung Bangkok kedepan dan tidak lurus lagi, sehingga rentan terhadap nyeri punggung.

Adapun duduk istirahat dan bangkit berdiri dengan mempertahankan kelurusan punggung, hal itu dapat melindungi seseorang dari pengeseran cakram antar tulang belakang, menjaga lengkungan tulang punggung, dan menguatkan otot kaki karena sudah terlatih dengan menanggung berat badan ketika bangkit berdiri.(Ad) 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kandungan dan khasiat buah kabau

KANDUGAN KABAU
Foddweninsit kabau : 100 gram
Bagian kabau yang dapat dikonsumsi(food edible) : 100 %
-Energi Kabau : 199 Kkl
-Protein.          : 6,4 gr
-Lemak.           : 1,1 gr
-Karbihidrat.   : 41gr
-Vitamin A.     : 0 IU
-Vitamin C.     : 0 mg
-Kalsium.        : 40 gr
-Fosfor.           : 108 mg
-Zat Besi.        : 1,8 mg
-Vitamin B.     : 0,03 mg




Kabau adalah sejenia buah petai dan jenkol kabau berupa bentuk buahnya yang lonjong,berbentuk seperti kacang polong,namun jika dibelah kulitnya berjejer beberapa buah,berkulit hitam dan berdaging hijau didalamnya,biasanya tanaman ini hidup didaerah hutan Sumatera dan Jawa.
Buah ini berbau tidak sedap seperti petai dan jengkol inilah yang menjadikan kabau dengan nama lain julang jaling tentu tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia,namun kebanyakan orang suka lalap ini dikarenakan bau menyengat,buah ini berbau tajam dan mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan.

KHASIAT BUAH KABAU
-Mengatasi sembelit(susah buang air …

ADAT SEBENARNYA ADAT,ADAT YANG DI ADATKAN,ADAT NAN TERADAT,ADAT ISTIADAT DI ALAM KERINCI

"Tulisan yang dihimpun dari berbagai sumber mengenai seluk-beluk Adat sebenarnya,Adat yang di Adatkan,Adat yang ter Adat,dan Adat Istiadat di daerah Kerinci,Provinsi Jambi,yang belum banyak dipublikasikan,dengan harapan dapat bermanfaat,bagi pelestarian Adat dan Kebudayaan di Kabupaten Kerinci." Kabupaten Kerinci Berada di Provinsi Jambi mempunyai kebudayaan adat yang sangat kompoten di setiap daerah-daerahnya yang ada dengan berlandas dan bertumpu pada"Adat Bersandi Syarak,Syarak Bersendi Kitabullah","Syarak mangato Adat iyo Mamakai".Kerinci,Jambi berjarak 450 kilometer perjalanan dari  Kota Jambi dengan jarak tempuhnya sekitar 7 sampai delapan jam dengan menggunakan transportasi roda empat baik milik pribadi atau transportasi travel yang disewakan,perjalanan menuju Kabupaten Kerinci dengan jalannya sudah teramat bagus dan ketika sampai pada Gerbang Kabupaten Kerinci kita akan dapat melihat tulisan pada gerpang gapura dengan  tulisan"Selamat Dat…

TRAVEL CAHAYA KERINCI TERJUN KEJURANG|Agus Diar TV

Proses evakuasi Travel cahaya Kerinci




TRAVEL CAHAYA KERINCI MENGALAMI KECELAKAAN DAN TERJUN KEJURANG

Segala hal atas nama musibah tentu saja tidak kita inginkan dan kita undang kali ini musibah terjadi menimpa Travel cahaya Kerinci yang beralokasi dilahan panjang,kira-kira jm 02 dinihari 08/11/08.Travel Cahaya Kerinci mengalami oleng dan terjun kejurang dengan kondisi mobil travel yang memprihatinkan.Dari data yang didapat belum diketahui,jumlah dan penumpang pada Travel  Cahaya Kerinci. Sungguh kejadian memilukan bagi transportasi yang berada di Kerinci.Toh barangkali supir terlali lelah dalam mengemudikan Travel transportasi Cahaya Kerinci.Dengan kejadian ini pula mengingatkan pada semua sopir-sopir,agar mengemudikan kendaraan hendaknya berhati-hati.Agar kejadian yang menimpa Travel Cahaya Kerinci bisa menjadi contoh buat transportasi lainnya.Kejadian ini pula bukan hal yang disengaja,memang tiap-tiap musibah yang datang menimpa kita tidak mengetahui kapan dan dimana tempat dan wakt…