Senin, 19 Agustus 2019

Keistimewaan dalam duduk istirahat shalat serta bangkit dari sujud shalat|Agusdiar TV


KEISTIMEWAAN DALAM DUDUK ISTIRAHAT SHALAT SERTA BANGKIT DARI SUJUD SHALAT


"Assaalamu'alaikum wr, wb..."

Hai....,Netizen yang Budiman kali ini kita akan mengulas tentang terapi  preventif "Duduk istirahat dan Bangkit  dari sujud shalat" yang tentu memiliki faedah besar  bagi netizen wabil khusus buat penulis sendiri.


Yuuuuk...!!! Kita simak ulasan  penulis dalam merilis  mengenai hal-hal tersebut, apa-apa saja sih

keistimewaan yang bisa kita petik didalam-Nya? 


Keseimbangan adalah salah satu unsur kebugaran tubuh. Hal yang dimaksud  dengan keseimbangan adalah kemampuan seseorang untuk menjaga kestabilan tubuh-Nya. Baik ketika diam bergerak, meskipun titik tumpu kecil atau sedikit. Dengan kata lain, kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan-Nya meskipun ruang lingkup titik tumpu kecil atau sedikit.
Keseimbangan ini amat penting, terutama ketika seseorang berjalan diatas ketinggian atau berjalan sambil bertumpu hanya pada satu kaki di tempat yang tinggi itu. Oleh karena itu dia harus mampu menjaga keseimbangan tubuh-Nya guna mengatasi hal dan melewati-Nya dengan selamat. 

Dengan kata lain, keseimbangan adalah kegiatan yang mengharuskan seseorang menjaga kestabilan-Nya agar tidak terjatuh dari tempat yang tinggi.

Semakin sedikit titik tumpu sebuah tubuh maka semakin berkurang juga keseimbangan-Nya. Tubuh manusia secara umum tunduk pada kaidah ini, Sehingga pada saat orang berbaring atau telungkup, keseimbangan tubuh-Nya menjadi kuat karena jarak pondasi tumpu juga besar. Akan tetapi,ketika berdiri diatas kedua kaki maka keseimbangan-Nya lebih lemah daripada berbaring atau telungkup karena kedua kaki-Nya menjadi titik tumpu, lebih sedikit dari titik tumpu ketika berbaring atau telungkup karena kedua kaki-Nya yang menjadi titik tumpu, lebih sedikit dari titik tumpu ketika berbaring atau telungkup.


Begitu pula apabila bertumpu hanya pada dua tangan lebih lemah dari pada kedua kaki. Bertumpu pada satu tangan lebih lemah dari pada dua tangan. Bertumpu pada sebagian telapak kaki lebih lemah daripada bertumpu pada seluruh telapak kaki.
Ketika seseorang berdiri dari sujud maka titik tumpu-Nya berada kedua ujung telapak kaki, yaitu perut jari-jari kaki dan sedikit ruas jari kaki. Titik tumpu ini adalah titik tumpu paling lemah bagi manusia, namun tidak menimbulkan gangguan apa-apa. Berbeda dengan jika hanya bertumpu pada satu telapak kaki menyebabkan tulang punggung miring.

Begitu pula apabila hanya bertumpu pada satu tangan atau ujung kaki. Akan tetapi, tidak demikian apabila bertumpu pada ujung dua telapak kaki karena posisi itu merupakan titik tumpu paling menimal bagi tubuh manusia dan tidak menimbulkan gangguan apapun. Hal ini terjadi karena tulang pinggul juga bertumpu pada tempat yang sama, yaitu kedua telapak kaki.

Dengan demikian, bangkit dari sujud dengan bertumpu pada ujung dua telapak kaki dapat meningkatkan keseimbangan tubuh seseorang. Sedangkan hadits yang menyatakan bahwa Nabi saw berpegangan pada sebuah tiang, menunjukkan bahwa Nabi saw tidak selalu berdiri dari sujud dengan bertumpu pada ujung telapak kaki. Artinya,peningkatan keseimbangan tubuh tidak selalu sering dengan peningkatan unsur-unsur lain-Nya seperti kekuatan otot, kelenturan dan sebagai-Nya. Jadi, tumpu pada kedua kaki hanya sesuai dengan bagi mereka yang membutuhkan keseimbangan tubuh.

Keseimbangan yang dibutuhkan apabila seseorang berjalan di tempat yang tinggi atau hanya bertumpu pada benda-benda kecil di tempat yang tinggi. Keadaan ini memang jarang terjadi, jika peningkatan keseimbangan tubuh melalui gerakan sujud  yang hanya bertumpu pada ujung kaki, telah sesuai dengan kebutuhan manusia yang memang tidak selalu membutuhkan keseimbangan itu.
Lagi pula, waktu untuk gerakan berdiri tersebut tidak lama dan sudah sesuai dengan kadar keseimbangan tubuh yang dibutuhkan manusia.

HAL YANG PERLU SANGAT DIKETAHUI DALAM ISTIRAHAT SERTA SUJUD DALAM SHALAT

Satu hal yang perlu dicatat, duduk istirahat ini terjadi  setelah sujud.Bila sujud dapat menambah suplai darah kekepala maka duduk istirahat dapat mengembalikan darah dari kepala ke jantung sehingga membantu bangkit berdiri laksana anak panah. Hal ini karena ketika bangkit berdiri, darah menekan kebawah akibat gaya gravitasi bumi.

Duduk sebentar sebelum bangkit berdiri ini merupakan persiapan tubuh dalam menghadapi gerak reflek darah. Darah bergerak kembali dari kepala ke jantung, seraya membawa sisa-sisa  pembakaran dan menekan ke bawah. 

Inilah yang disebut dengan pencucian otak, yang dapat mengembalikan kesegaran vitalitas-Nya.

Dan dapat menyembuhkan pusing kepala, yang disebabkan karena mata, dan mengurangi tekanan pada saluran-saluran darah yang ada di jaringan otak akibat banyak-Nya aliran darah ke kepala. Dengan kata lain, duduk istirahat ini adalah pemenuhan, sekaligus pengosongan saluran darah dari otak dan mata sehingga sirkulasi darah dapat kembali lancar.
Bagi para penderita tekanan darah tinggi, bangkit dan berdiri dapat mengurangi tekanan darah di kepala, sehingga mengurangi pusing akibat tinggi-Nya tekanan darah. Apabila dilakukan berulang-ulang dalam shalat, dapat  meminimalisasi terjadi-Nya pecahan pada sebagian seluruh darah di otak maupun jaringan mata. 


Bertumpu pada ujung kaki ketika berdiri dari sujud  ini dapat menguatkan urat-urat dan otot telapak kaki, sekaligus menjaga lengkungan telapak kaki sehingga lebih kokoh dan lebih cepat ketika berlari.

Satu-satu-Nya perbedaan antara merunduk untuk bangkit berdiri dari sujud dan merunduk untuk sujud, gaya gravitasi membantu gerakan ini sehingga beban yang ditanggung otot semakin ringan karena mengarah kesudut gravitasi. Sementara itu, ketika bangkit berdiri dari sujud, otot-otot mengarah ke arah yang berlawanan dengan gravitasi bumi sehingga harus mengerahkan tenaga besar.

KEISTIMEWAAN DUDUK ISTIRAHAT SHALAT DAN BANGKIT DARI SUJUD SHALAT

Keistimewaan dan manfaat-Nya, otot-otot menjadi lebih kuat, lebih kokoh dan otot-otot  kedua kaki menjadi semakin menggerut dan mengencang. Kecepatan ini sangat diperlukan agar seseorang dapat bangkit dan berdiri.

Duduk istirahat dan bangkit berdiri ini dapat menjaga kelurusan punggung, sekaligus lengkungan pada tulang punggung. Berbeda dengan seseorang mendahulukan kedua lutut-Nya sebelum kedua tangan-Nya ketika bangkit berdiri, selain tidak sesuai dengan tuntunan Rasulallah saw, juga hal tersebut dapat menyebabkan punggung Bangkok kedepan dan tidak lurus lagi, sehingga rentan terhadap nyeri punggung.

Adapun duduk istirahat dan bangkit berdiri dengan mempertahankan kelurusan punggung, hal itu dapat melindungi seseorang dari pengeseran cakram antar tulang belakang, menjaga lengkungan tulang punggung, dan menguatkan otot kaki karena sudah terlatih dengan menanggung berat badan ketika bangkit berdiri.(Ad) 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...