Selasa, 27 Agustus 2019

Later Belakang sastra lisan Parno Masyarakat Kerinci|Agusdiar TV

LATAR BELAKANG PARNO SEBAGAI SASTRA LISAN DI KERINCI

Berdasarkan faktor geografis-Nya Kerinci adalah daerah yang strategis, bentuknya yang seperti kuali yang dataran-Nya dilingkungi bukit-bukit yang puncak-Nya menjulang tinggi dan ditumbuhi pepohonan besar dan kecil yang merata.

Sehingga Pemerintah menetapkan sebagai Taman Nasional Kerinci Sebelat(TNKS), disamping itu hutan-Nya dihuni oleh berbagai binatang buas, yang menyebabkan sukar dilalui dan jarang sekali orang yang keluar masuk daerah ini.

Lingkungan-Nya mendatangkan kedamaian dan kenyamanan  bagi penghuni-penghuni-Nya. Karena letaknya yang strategis inilah, sebagian orang-orang Kerinci pada umum-Nya sulit untuk pergi merantau, tanahnya, keindahan alamnya dan kedamaian lingkungan-Nya yang menjanjikan masa depan lebih baik.

Dengan keadaan alam yang sedikit tertutup membawa pengaruh bagi masyrakatnya. Penduduk Kerinci dikenal dengan masyarakat yang "Pemalu".Orang-orang Kerinci lebih suka berbahasa kias dalam menyampaikan keinginan dan maksud hati-Nya. Pun dalam mememohon sesuatu kepada yang lain, karena mereka beranggapan terlalu kentara diketahui keinginan-Nya.

Apalagi diketahui orang berbicara adalah seorang pemuka masyarakat. Untuk memberikan nasehat, misalnya, kata-kata dan bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang tidak menyinggung perasaan orang yang berbicara.Karena itu lahirlah apa yang disebut dengan parno.

Maksud atau keinginan seseorang disampaikan secara kiasan dalam bentuk kata-kata yang bersajak dan ber-irama. Sejak itulah segala maksud dan keinginan disampaikan dengan kata-kata yang didalam-Nya dapat berisi pantun, pepatah, dan petitih yang menggambarkan maksud dari satu pihak kepada pihak yang lain.Kebanyakan kata-kata yang disampaikan berupa nasehat-nasehat,permohonan dan do'a-do'a.

Karena geografis dan budaya-Nya, masyarakat Kerinci masih memiliki rasa kebersamaan yang tinggi. Segala sesuatu diselesaikan dengan musyawarah. Rasa saling menghormati masih kentara sekali dimiliki oleh rakyat Kerinci, baik antara orang tua dengan anak-Nya maupun antara sesama anggota masyarakat yang lain.

Sikap saling menghormati, misalnya kalau seseorang anak dianggap sudah mampu berkeluarga dan umur-Nya sudah mencukupi tetapi sang anak belum menyampaikan keinginan-Nya kepada orang tuanya, maka orang tualalah yang berhak menanyakan-Nya. Kalau anak sudah menyampaikan maksud-Nya, selanjutnya orang tua menyampaikan kepada Mamak selaku orang yang bertanggung jawab terhadap keponakan-Nya.

Dan Mamak inilah sebagai pihak yang menyiarkan  kepada khalayak ramai setelah sebelum-Nya menyelesaikan permasalahan dengan pihak-pihak yang terkait serta anggota masyarakat lain-Nya.
PERAN NINIK MAMAK RUANG LINGKUP DESA
DI KERINCI
Didalam desa-desa yang ada dikerinci, Ninik Mamak merupakan tertua desa yang paling dihormati dan disegani, sebab segala urusan yang berhubungan dengan masalah kemasyarakatan, Ninik Mamak lah yang berhak memutuskan dan mencari jalan pemecahan-Nya.
Rasa hormat tinggi kepada Ninik Mamak ini ditunjukkan dengan menghadirkan atau meng-ikut sertakan  Ninik Mamak dalam acara-acara tertentu seperti : Minta arah, membangun rumah, kenduri pusaka, perkawinan,kenduri sehabis panen dan lain sebagai-Nya.

Untuk menghormati mereka tentu maka selanjutnya harus dijaga tata tertib dalam segala hal, seperti dalam bertingkah laku, berbicara dan lain-lain. Karena itu digunakan bahasa yang sopan dalam berbicara dengan Ninik Mamak, harus mengerti bahasa kiasan sebagaimana pepatah mengatakan" Binatang tahan Palu, Manusia tahan Kias.

Perkembangan selanjutnya sastra lisan parno itu terus dilakukan dalam setiap kegiatan-kegiatan yang melibatkan Ninik Mamak.Karena parno ini terdiri dari pantun-pantun dan pepatah-petitih adat maka maka orang yang membawakan-Nya adalah seorang yang bergelut dalam adat dan pandai berparno maka bisa menimbukan kesan yang indah bagi pendengar-Nya.

Berdasarkan perkembangan-Nya sehingga bentuk-bentuk parno helat perkawinan itu juga semakin beragam. Misalnya parno untuk pinang-meminang yang digunakan pada saat meminang seorang gadis oleh pihak laki-laki, parno pada acara pernikahan yang disampaikan kedua belah pihak dalam acara pernikahan.

Parno adalah suatu pernyaataan untuk menghormati orang lain, untuk menyampaikan maksud atau tujuan dari satu pihak yang dimaksud atau tujuan dari pihak yang disampaikan dengan bahasa  yang teratur dan ber-irama. Rentetan kata-kata ada yang dilukiskan dalam bentuk pantun-pantun atau syair-syair yang berisikan perumpamaan atau kiasan.

Dengan kata lain parno helat perkawinan ini menggunakan pepatah-petitih atau syair-syair untuk menyampaikan maksud atau tujuan satu pihak kepada yang lain, contoh-Nya dapat kita lihat dibawah ini :
"Mano kato mufakat kamai itoueh, iyolah kamai adea nahuh baleang janteang, kayo adea nahau ngan batino. Touhlah maksud kamai, ndok mena sangkoak untok kaduwu anouk kamanakan kito itou. Trimolah siheaih nan sakapo, ukok nan sabateang, tandoe pinangan kamai pado kayo".
Terjemahan ke dialeg Kerinci :
"Mana kata mufakat kami itu, ialah kami ada mempunyai balam jantan, Bapak ada mempunyai balam betina. Itulah maksud kami, hendak membuat sangkar untuk kedua anak kemanakan kita itu. Terimalah sirih nan sekapur, rokok nan sebatang, tanda pinangan kami pada Bapak".
Parno diatasenggunakan bahasa perumpamaan atau kiasan untuk menggambarkan  diri seorang laki-laki dan seorang perempuan, itu terlihat pada kalimat :" Kamai adea nahuh beleang janteang, kayo ado nahuh ngan batino.
 Yang mengungkapkan bahwa pihak keluarga A ada mempunyai anak bujang yang diibaratkan seekor burung balam jantan dan pihak keluar B ada mempunyai anak gadis yang diumpakan dengan burung balam betina.
Jadi agar mereka bersatu maka perlu dibuatkan sangkar yaitu dengan mengatakan kedua-Nya dalam ikatan perkawinan.

Gaya pengungkapan parno yang dihiasi dengan   bahasa yang ber-irama. Inilah yang mendorong masyarakat turut mengembangkan sastra lisan ini, agar membudaya di tenggah-tengah masyarakat.
Komunikasi dengan menggunakan bahasa yang baik akan mendasari terwujud-Nya maksud dan tujuan yang ingin disampaikan kepada orang lain. Bahasa adalah merupakan alat komunikasi yang ampuh dalam memper-erat dan mempertangguh tali kekerabatan antara sesama anggota masyarakat.

Oleh sebab itu si pemakai bahasa berusaha menyusun kata-kata yang indah atau menggunakan bahasa dengan baik agar maksud dan tujuan yang ingin disampaikan mudah diterima oleh orang lain.(Ad)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga pembalap tercepat TDS(tour de singkarak)2019 Kerinci

Kerinci ,Pembalap tercepat TDS fokus untuk mempertahankan jersey tersebut. Bagaimanapun jenis dakian tanjakan, saya akan berupaya sem...