Langsung ke konten utama

Membongkar Perkawinan Adat Kerinci|Agusdiar TV

MEMBONGKAR ADAT 
PERKAWINAN KERINCI

Menurut adat lamo  wilayah Alam Kerinci khususnya di wilayah Alam "Baapai Baamparan adeak"semenjak zaman dulu kala sampai sekarang tidak ada perbedaan yang signifikan, ini disebabkan karena dua wilayah kedepatian ini bertetangga, komunikasi dan pembauran antar penduduk sudah lumrah terjadi. Di samping itu bahasa pengantar sehari-hari tidak jauh berbeda, hanya perbedaan dalam dialek pengucapan sedangkan akar kata pembentuk kelimat adalah sama dan tidak mempunyai perbedaan yang berarti.


Kalau dalam rencana acara pernikahan terselip ada nazar yang dilakukan oleh pihak laki-laki atau perempuan untuk memotong kerbau (sapi) dalam perayaan peresmiannya maka sebelum diadakan acara adat antaran terlebih dahulu dilakukan acara hajatan oleh pihak yang mempunyai hajat perkawinan.

Acara ini khusus dilaksanakan “pembayaran nazar” untuk memotong hewan “kerbau atau sapi”, maka akan diikuti pula kegiatan yang dalam adat dipikul secara bersama oleh anak jantan dan anak batino. “Kalau anak batino yang bernazar maka anak laki-laki dari keluarga dan keturunan garis bapak yang “berhajat"dan saudara-saudara perempuan seibu sampai nenek dan moyang pihak perempuan yang demikian pula kalau anak laki-laki yang bernazar maka anak batino dari keluarga dan keturunan garis ibu yang “basangi” dan saudara laki-laki sampai dengan kakek dan moyang alur laki-laki yang “sealur".

Maksud  "hajatan” adalah pihak laki-laki atau perempuan yang punya hajat melaksanakan nazar (memotong hewan berkaki empat), artinya saudara sesama laki-laki atau sesama perempuan mendukung saudaranya saudara laki-laki atau perempuannya melaksanakan acara adat tersebut. 

Keluarga “nan se kila nan sa hasto atau nan se depo  Artinya bahwa yang bernazar akan dibantu oleh saudara-saudaranya yang lain, saudara se bapak, se ibu, duo balik manimal diapit oleh saudaro yang sa hasto dan se depo. Dalam adat Kerinci Tinggi, bantuan yang diberikan kepada saudaranya yang akan melaksanakan lek berupa apa saja yang bisa dibantu. Kadang-kala diberi bantuan berupa iuran dari saudara-saudara dari suku indu darah daging.

Dalam pelaksanaan ‘antaran’ ini sering pula diiringi dengan acara secara adat, namun boleh tidak dalam bentuk acara adat, cukup dengan diwakili oleh salah seorang pembicara sebagai wakil masing-masing keluarga. Kalau pelaksanaan ulou anta secara adat maka pengantar percakapan antara dua keluarga dilakukan oleh orang-orang adat (nenek mamak atau depati kemerkan) sebagai pembicara.

Acara hajatan dilaksanakan sebelum adanya acara antaran, di mana kalau pihak laki-laki akan melaksanakan perkawinan dan diikuti pula dengan nazar memotong kerbau misalnya, maka seluruh saudara perempuannya yang se ibu, se nenek, dan se moyang garis ibu (sepupu dua pupu dan seterusnya) akan akan berkumpul di salah satu rumah saudara perempuannya dan seluruh saudara perempuan sepupu, dua pupu dan seterusnya sampai alur nenek dan moyangnya berkumpul menyerahkan bantuan keperluan perhelatan apa saja, mulai dari kelapa, alat-alat dapur, pinang, uang dan lainnya. Semuanya dicatat namanya dan sumbangannya untuk diserahkan kepada saudara laki-lakinya. 

Acara ini disebut dengan istilah hajatan. Sedangkan pihak laki-laki se ibu, se bapak, se nenek, se pupu, dua pupu, sampai se nenek, se moyang dan lainnya berkumpul di rumah saudara laki-lakinya yang punya hajat membantu mempersiapkan acara hajatan tersebut, dikenal dengan nama “hajat”. Demikian pula sebaliknya kalau acara hajatan dilakukan oleh pihak perempuan, dan saudara perempuannya,maka saudara laki-lakinya yang segaris se keterunan yang ‘berhajat".

Kegiatan ‘hajatan’ dilakukan minimal berkumpul pada satu tempat saudaranya, tapi kebanyakan lebih dari satu tempat. Pihak yang punya hajat bersama saudaranya yang ‘sealur’ secara bersama-sama pergi ke tempat saudara yang hajat untuk menjemput seluruh bantuan yang sudah terkumpul untuk dibawa ke tempat yang punya hajat (pihak laki-laki atau perempuan).
 Sesudah dilakukan penjemputan yang pertama dibawa ke rumah pihak yang punya hajat, kemudian rombongan yang punya hajat dan saudaranya yang mengapit kembali secara bersama-sama ke rumah saudaranya yang basangi untuk dijemput kembali bantuan yang sudah terkumpul untuk dibawa ke rumah yang punya hajat. Acara ini dilakukan berulang-ulang sesuai dengan banyak saudaranya yang hajat.

Pada acara  hajat ini, yang punya hajat sewaktu menjemput bantuan, pihak laki-laki atau perempuan yang punya hajat memakai pakaian khusus yaitu jubah hitam dan kupiah khusus untuk laki-laki dan pakaian adat khusus untuk yang perempuan. Akan dilakukan acara makan bersama ala kadarnya baik di pihak yang berhajat atau pihak yang punya hajat, untuk setiap kali acara penjemputan.

Acara Antaran
Di wilayah pemerintahan adat seperti untuk kedua wilayah KERINCI  acara adat perkawinan biasanya melibatkan seluruh keluarga yang disebut dengan suku indu dengan nama lain darah daging. Artinya semua pekerjaan untuk pelaksanaan perhelatan diserahkan suku indu darah daging (keluarga), kecuali masalah keuangan (bendahara) diserahkan kepada tuan rumah. Salah satu rangkaian acara perkawinan menurut adat di wilayah Kerinci ini adalah acara yang namanya “antaran", yaitu suatu acara prosesi adat menyerahkan hantaran yang diperlukan dalam runding.  Acara "Antaran" ini dilaksanakan apabila sebelumnya sudah dijalankan acara adat yang disebut dengan acara “Meminang” yaitu acara melamar dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan tentang adanya keinginan untuk ‘mengawinkan’ anak laki-laki satu keluarga (atau kaum) dengan anak perempuan satu keluarga (atau kaum) lain sudah dijalankan.
Dalam acara ‘meminang’ itu sudah pula direncanakan tanggal dan waktu untuk dilaksanakan acara pernikahan.

Acara “antaran ” ini dimaksudkan di mana pihak keluarga pengantin laki-laki di bawah pimpinan adat (depati dan ninek mamak) mendatangi pihak keluarga perempuan, mengulurkan hantaran segala peralatan yang diperlukan banyaknya antaran tergantung besar kecilnya. Biasanya dalam antaran ini fihak laki-laki juga membantu berupa penyediaan dana dan sisanya ditanggung oleh fihak laki-laki dan pihak perempuan. 
Catatan: bahwa dalam Adat Wilayah Alam Kerinci   mengenal dikenal dengan nama “uang jemputan”, yaitu uang yang dibayar oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan sebagai pengganti kepada orang tua calon mempelai perempuan, atau sebaliknya. Antaran yang ada adalah sebaliknya, bahwa pihak perempuan ikut bertanggung jawab termasuk mengenai keuangan untuk pelaksanaan perhelatan.

Dalam antaran ini juga, adat Alam Kerinci tidak pernah mensyaratkan untuk diantarkan “isi kamar" dan lainnya, hanya disini tergantung pada kesediaan pihak laki-laki. Antaran yang biasa diberikan adalah mahar atau sering pula dalam adat dikenal dengan ‘kerbau putih”, artinya sejumlah uang yang dapat digunakan untuk membeli daging, dan disertai dengan sejumlah kelapa, sirih pinang, dan kelengkapan lainnya.(Ad)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kandungan dan khasiat buah kabau

KANDUGAN KABAU
Foddweninsit kabau : 100 gram
Bagian kabau yang dapat dikonsumsi(food edible) : 100 %
-Energi Kabau : 199 Kkl
-Protein.          : 6,4 gr
-Lemak.           : 1,1 gr
-Karbihidrat.   : 41gr
-Vitamin A.     : 0 IU
-Vitamin C.     : 0 mg
-Kalsium.        : 40 gr
-Fosfor.           : 108 mg
-Zat Besi.        : 1,8 mg
-Vitamin B.     : 0,03 mg




Kabau adalah sejenia buah petai dan jenkol kabau berupa bentuk buahnya yang lonjong,berbentuk seperti kacang polong,namun jika dibelah kulitnya berjejer beberapa buah,berkulit hitam dan berdaging hijau didalamnya,biasanya tanaman ini hidup didaerah hutan Sumatera dan Jawa.
Buah ini berbau tidak sedap seperti petai dan jengkol inilah yang menjadikan kabau dengan nama lain julang jaling tentu tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia,namun kebanyakan orang suka lalap ini dikarenakan bau menyengat,buah ini berbau tajam dan mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan.

KHASIAT BUAH KABAU
-Mengatasi sembelit(susah buang air …

ADAT SEBENARNYA ADAT,ADAT YANG DI ADATKAN,ADAT NAN TERADAT,ADAT ISTIADAT DI ALAM KERINCI

"Tulisan yang dihimpun dari berbagai sumber mengenai seluk-beluk Adat sebenarnya,Adat yang di Adatkan,Adat yang ter Adat,dan Adat Istiadat di daerah Kerinci,Provinsi Jambi,yang belum banyak dipublikasikan,dengan harapan dapat bermanfaat,bagi pelestarian Adat dan Kebudayaan di Kabupaten Kerinci." Kabupaten Kerinci Berada di Provinsi Jambi mempunyai kebudayaan adat yang sangat kompoten di setiap daerah-daerahnya yang ada dengan berlandas dan bertumpu pada"Adat Bersandi Syarak,Syarak Bersendi Kitabullah","Syarak mangato Adat iyo Mamakai".Kerinci,Jambi berjarak 450 kilometer perjalanan dari  Kota Jambi dengan jarak tempuhnya sekitar 7 sampai delapan jam dengan menggunakan transportasi roda empat baik milik pribadi atau transportasi travel yang disewakan,perjalanan menuju Kabupaten Kerinci dengan jalannya sudah teramat bagus dan ketika sampai pada Gerbang Kabupaten Kerinci kita akan dapat melihat tulisan pada gerpang gapura dengan  tulisan"Selamat Dat…

TRAVEL CAHAYA KERINCI TERJUN KEJURANG|Agus Diar TV

Proses evakuasi Travel cahaya Kerinci




TRAVEL CAHAYA KERINCI MENGALAMI KECELAKAAN DAN TERJUN KEJURANG

Segala hal atas nama musibah tentu saja tidak kita inginkan dan kita undang kali ini musibah terjadi menimpa Travel cahaya Kerinci yang beralokasi dilahan panjang,kira-kira jm 02 dinihari 08/11/08.Travel Cahaya Kerinci mengalami oleng dan terjun kejurang dengan kondisi mobil travel yang memprihatinkan.Dari data yang didapat belum diketahui,jumlah dan penumpang pada Travel  Cahaya Kerinci. Sungguh kejadian memilukan bagi transportasi yang berada di Kerinci.Toh barangkali supir terlali lelah dalam mengemudikan Travel transportasi Cahaya Kerinci.Dengan kejadian ini pula mengingatkan pada semua sopir-sopir,agar mengemudikan kendaraan hendaknya berhati-hati.Agar kejadian yang menimpa Travel Cahaya Kerinci bisa menjadi contoh buat transportasi lainnya.Kejadian ini pula bukan hal yang disengaja,memang tiap-tiap musibah yang datang menimpa kita tidak mengetahui kapan dan dimana tempat dan wakt…