Senin, 12 Agustus 2019

Rahasia Berdiri dan Gerakan Ruku' Dalam Shalat|Agusdiar TV

RAHASIA BERDIRI DAN GERAKAN RUKU' DALAM SHALAT

Penulis kali ini akan menjelaskan tentang"Rahasia Berdiri dan Ruku' dalam Shalat", Sebagai terapi preventif  baik jasmani maupun rohani dan  ini bermanfaat bagi netizen semua, dalam penulisan ini penulis mengulas sebuah rahasia besar yang sedikit banyak belum kita ketahui dalam konteks gerakan "Berdiri dan Ruku' dalam SHALAT".

Yu' kita simak ulasan penulis dan uraian-Nya.....!! 

Seseorang yang shalat hendak-Nya berdiri,dua kaki-Nya direnggakan sejajar dengan kedua pundak, jari-jari sejajar pada satu garis lurus dan menghadap ke  arah kiblat, sedangkan titik tumpunya adalah dua tumit, dan bagian depan telapak kaki. Dengan begitu berat badan tidak akan bertumpu pada urat bawah kaki saja karena hal ini dapat menyebabkan lekukan kaki yang rusak. Selain itu, tangan kanan dan tangan kiri kedepan dada, tempat-Nya telapak tangan kanan diatas pergelangan tangan kiri. 

Adapun pandangan mata tidak boleh melebihi batas tempat shalat dan tidak boleh melihat ke selain tempat sujud. Mengapa demikian? Jika seseorang menopang sesuatu yang berat di dua lengan-Nya, badannya akan sedikit miring kebelakang menanggung beban sesuatu yang di gendong tadi dan beban diri-Nya sendiri. Seluruh beban ini bertumpu pada titik yang sama, yaitu dua kaki yang terentang. Tingkat kemiringan badan itu juga tergantung pada beban yang ditanggung. Semakin berat beban yang ditopang, semakin miring pula badan yang menopang. 

Dua lengan itu sendiri memiliki berat sehingga ketika seseorang mengangkat kedua lengan-Nya kedepan maka tubuh-Nya akan miring kebelakang, akibat berat dua lengan dan tubuh-Nya sendiri. Seluruh beban ini juga bertumpu pada penyangga yang sama, yaitu dua kaki yang terentang. Karena dua lengan itu tidak terlalu berat maka tubuh juga tidak perlu miring ketika menanggung-Nya. 

GERAKAN RUKU' DAN RAHASIA-NYA
Yang menjadikan pertanyaan penulis disini mengapa gerakan ruku' demikian penting? Tentu-Nya saja karena gerakan ruku' memiliki daya yang luar biasa yang tidak terdapat dalam gerakan lain-Nya. 

Seseorang yang melakukan ruku', otot-otot-Nya bagian depan tubuh seperti otot dada, perut dan kaki bagian depan akan berelaksasi. Sedangkan tubuh bagian belakang seperti otot punggung, bagian belakang kaki, dan pinggul secara perlahan akan berkontraksi. Karena badan relatif berat maka otot-otot ini mencurahkan energi yang  besar untuk menjaga stabilitas tubuh pada saat ruku'. 

Ketika ruku' Punggung harus lurus. Untuk mencapai posisi demikian, kaki harus sedikit melengkung ke belakang karena titik pusat berat badan bergeser ke pusat penyangga tubuh. Lengkungan kaki menyebabkan tekanan yang kuat terhadap otot kaki ini menyebabkan tekanan yang kuat terhadap otot bagian belakang sehingga otot mengencang. Otot yang mengencang ini sebanding dengan otot kaki bagian belakang yang mengerut berulang kali ketika berjalan atau berlari. Otot yang mengencang ini hanya dapat terjadi pada saat ruku' atau sejenis-Nya, sementara pada gerakan lain, tidak sesempurna ketika ruku'. Otot bagian belakang yang mengencang ini dapat menambah vitalitas otot-otot bagian belakang. 

Otot yang semakin mengencang dan memanjang tersebut juga menambah kelenturan yang merupakan salah satu unsur kebugaran tubuh. Kelenturan ini memungkinkan persendian-persendian tubuh bergerak secara maksimal. Pergencangan pada bagian belakang otot kaki dapat bertambah karena tubuh membungkuk kedepan. Dengan begitu, unsur kelenturan akan terus berkembang. 

Otot bagian belakang kaki mengencang dan disertai tulang pinggul yang menekuk kedepan dapat menyebabkan tulang disekitar lumbal semakin cekung. Semakin longgar rongga dada pada bagian lumbal ini maka ia semakin memberikan tekanan pada otot bagian belakang dua kaki. Inilah yang dikenal dengan penyakit asam urat pada lumbal. Selain itu, tekanan pada sisi luar dari tulang cakram di antara ruas tulang belakang. 

Dua kaki yang sedikit menekuk kebelakang dan badan yang membungkuk kedepan dan lurus dapat mengurangi kemiringan tulang pinggul di bagian tulang belakang, sekaligus menjaga agar punggung tetap lurus. Otot punggung mengerahkan energi yang kuat untuk menahan berat badan. Sementara ia sendiri dalam keadaan mengencang akibat harus menguatkan otot-otot itu sendiri yang tidak mungkin terjadi apabila rongga tulang pinggul semakin lebar. 

Mengapa Rasulallah s. a. w menyuruh meletakkan kedua tangan diatas lutut, Bukan paha? Apa pula akibat-Nya meletakkan tangan diatas paha? 
Penulis akan menjelaskan dua faktor tentang meletakkan tangan diatas paha sebagai berikut ;

• Meletakkan kedua tangan di antara kedua paha mengakibatkan kedua paha melengkung dan punggung menjadi cembung. Hal ini tidak sesuai dengan perintah agar punggung lurus, Selain itu, hal hal ini pun dapat menyesakkan rongga dada, sehingga akan sulit bernafas, ruang aktif paru-paru pun menyempit, padahal ia merupakan ruang hirup dan menghembuskan udara. Bila rongga paru-paru menyempit, otomatis oksigen yang terserap akan semakin sedikit, kuantitas darah yang kaya oksigen dan darah yang mengalir ke sel dan otot akan semakin sedikit, pembersihan sisa-sisa pembakaran dalam tubuh akan melambat, dan darah yang mengalirkan sari makanan dan oksigen ke otak sedikit, termasuk proses pembersihan sisa-sisa pembakaran didalam-Nya. Dalam waktu yang relatif singkat, semua itu dapat menyebabkan kelelahan pada otot pikiran. 

• Meletakkan kedua tangan di antara dua paha, mengharuskan seseorang memindah salah satu kaki-Nya merapat ke kaki yang lain sehingga sesuai dengan posisi tangan. Apabila kaki merapat, berarti Jarak kaki tidak lagi sejajar dengan dua pundak. Posisi demikian mengakibatkan hilang-Nya keseimbangan tubuh dan pada saat ruku' akan goyah.Hal ini tidak sesuai dengan tuntunan kekhusyuan dan ketenangan beribadah kepada Allah SWT. 

Bisa saja menyesuaikan posisi tangan dan kedua paha dengan cara merapatkan kedua lutut, tanpa mengubah posisi kedua telapak kaki. Tetapi, posisi tersebut menempatkan seluruh berat badan pada urat telapak bagian dalam. Kondisi seperti ini, pada akhir-Nya akan menyebabkan retak-Nya lekukan kaki atau biasanya dikenal dengan kaki rata(Flat boot). 

Meletakkan kedua tangan di lutut dan merenggangkan jari-jarinya hingga ke betis dapat menjamin kekencangan lutut secara sempurna. Tanpa hal itu posisi ruku' tidak dapat mengencang kanan otot bagian belakang kaki. 

Merenggangkan diatas lutut juga dapat mengokohkan posisi tulang tempurung lutut. Tidak seperti sebagian orang yang menekan lutut, jari jempol-Nya mengarah ke dalam dan jari lain-Nya mengarah ke sisi yang lain, posisi seperti ini akan menyebabkan tekanan pada bagian lutut, hingga akhir-Nya lutut dapat bergeser dari tempat semula. 

Berdasarkan tuntunan Rasulallah s. a. w ketika ruku' dua siku harus renggang atau jauh dari dua lambung. Posisi ini berada pada wanita. Wanita di anjurkan merapatkan siku dan lambung-Nya agar dapat menutupi tubuh-Nya. 

Dalam struktur anatomi, pada pundak terdapat tulang segitiga. Bagian dasar tulang segitiga itu berada diatas, dan kepala-Nya di bawah. Tulang ini berada di belakang pundak dan disebut tulang belikat.Tulang belikat ini sangat bergantung pada posisi punggung. Ketika kedua lengan diangkat sejajar dengan pundak dan ditekan kebelakang maka ujung tulang segitiga bagian dalam juga akan terdorong ke depan. Punggung akan lurus dan dua pundak tidak. (Ad). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...