Jumat, 16 Agustus 2019

Rahasia besar antara dua sujud shalat|Agusdiar TV

RAHASIA BESAR ANTARA DUA SUJUD SHALAT

Duduk di antara dua sujud adalah  puncak latihan bagi tulang yang melengkung di telapak kaki. Saat duduk seseorang bertumpu  perut, jari  telapak kaki diatas tumit. Posisi ini memang berat untuk kaki karena berat badan mulai dari paha hingga kepala menjadi tanggungan otot-otot dan urat kaki. Akan tetapi, hal ini baik untuk menjaga lengkungan tulang telapak kaki agar tidak runtuh dan tidak menjadi kaki rata. 



Posisi demikian memang berat bagi kaki karena seluruh berat badan menekan ke tumit sehingga telapak kaki melengkung sedemikian rupa. Dengan kata lain, tubuh dan bumi berada di ujung catut yang menjepit kuat sepanjang telapak kaki sehingga menambah lengkungan memanjang pada telapak kaki, bahkan melengkung maksimal dengan semakin kuat-Nya tekanan. Bertambah-Nya lengkungan memanjang pada telapak kaki ini juga menambah lengkungan melintang di telapak kaki. Hanya saja, lengkungan melintang yang berkembang mulai dari urat bawah kaki bagian dalam ini, berkurang pada urat kaki bagian luar karena tidak ada lengkungan melintang pada sisi luar urat kaki dan kekuatan-Nya mulai dari jempol kaki hingga paling kelingking itu sesuai dengan perbedaan ketinggian lengkungan melintang di kaki. 

oleh karena itu, ketika bertumpu pada perut jari kaki, beban berat menjadi terbagi di antara jari-jari itu, sesuai dengan kekuatan masing-masing jari kaki.


 Jadi, beban paling berat adalah pada jari jempol karena ruas jari ini tertekan ke belakang. Oleh sebab itu lengkungan melintang pada telapak kaki mencapai puncak ketinggian-Nya sepanjang jari jempol ini. Kemudian secara perlahan kekuatan titik tumpu ini semakin berkurang pada tiga jari kaki yang lain, yaitu pada telunjuk, jari tengah, jari manis, bahkan hampir tidak ada tekanan sama sekali pada jari kelingking karena pendek-Nya jari terakhir ini. Jadi, pada ruas  jari kelingking tidak ada tekanan apa-apa sehingga sama sekali tidak terjadi lengkungan sama sekali, tidak terjadi lengkungan sepanjang tulang jari ini. Hal ini wajar karena memang tidak ada lengkungan melintang pada bagian luar telapak kaki atau tepat-Nya pada bagian kelingking. 


Hadits dari Anas ra"Rasulallah duduk cukup lama setelah sujud hingga kami menyangka beliau ragu, " duduk cukup lama setelah sujud hingga kami menyangka beliau ragu, "adalah dalil bahwa bagian duduk di antara dua sujud itu butuh waktu yang cukup lama sehingga otot dan urat kaki juga lama menanggung berat badan. 



Hal ini mengakibatkan dua hal :

Pertama, Otot-otot dan urat kaki semakin kuat akibat lama menanggung berat badan ketika duduk sehingga lengkungan telapak kaki terjaga. Kekuatan otot berarti adalah kekuatan seseorang mengatasi setiap tantangan yang beragam. Ketika duduk, otot dan urat kaki menahan berat badan sehingga otot semakin kuat. Selain itu, lengkungan telapak kaki juga terjaga dan tidak runtuh menjadi kaki rata atau flat foot. 

Kedua, dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa duduk di antara dua sujud membutuhkan waktu cukup lama. Waktu lama ini berarti memperlama pengarahan tenaga oleh otot dan urat kaki dalam menanggung berat badan. 

SUJUD CUKUP LAMA MENINGKATKAN DAYA TAHAN

Manfaat sujud cukup lama meningkatkan daya tahan otot dan urat kaki tersebut. Yakni kemampuan untuk terus-menerus melaksanakan kegiatan fisik dalam waktu yang lama dan berulang-ulang tanpa merasa lelah. Ketika duduk otot dan urat kaki menggarahkan tenaga yang besar menopang berat badan dalam waktu yang lama berulang-ulang dalam waktu shalat. Itulah yang meningkatkan daya otot dan urat tersebut. 

Berjongkok dalam shalat dapat mengencangkan otot-otot pada bagian paha. Pengencangan pada bagian ini dapat menambah kelenturan persendian lutut. Saat duduk, persendian lutut menekuk sedemikian rupa, yaitu betis menempel ke paha, dan empat otot-otot bagian depan paha semakin lentur. Dengan kelenturan tersebut, persendian lutut mampu menekuk sedemikian rupa, seperti menempelkan tumit dengan pantat. 

Apabila sujud dapat menambah suplai darah ke otak, duduk setelah sujud dapat mengalirkan darah kembali ke jantung. Kembali-Nya darah dan kepala ini, menjadi semacam pencucian kepala dan otak karena sisa-sisa kimiawi dan pembakaran sari makanan serta zat asam akibat pengerahan pikiran. Dengan demikian, pikiran kembali segar dan siap melakukan aktivitas berpikir lagi. Selain itu, pembersihan otat dari sisa-sisa proses pembakaran dapat memperbaiki kerja otot sehingga vitalitas tubuh  semakin baik. 

Meletakkan dua tangan diatas paha ketika duduk dapat mengistirahatkan kedua lengan setelah mengerahkan tenaga untuk menopang tubuh ketika sujud. Ujung telapak tangan hendaknya tidak melebihi lutut sehingga dua tulang belikat tetap sejajar dengan punggung. 

Apabila tangan diletkkan diatas paha akan mengakibatkan dua tulang belikat Bangkok kedepan ujung segitiga tulang belikat bengkok kedepan ujung segitiga bagian bahwa menonjol. Tonjolan ini akan menyebabkan pun dak bungkuk kedepan sehingga tidak sejajar lagi dengan punggung.


 Oleh karena itu, kedua telapak tangan hendak-Nya tidak melewati batas lutut untuk menjaga agar pundak tetap sejajar dengan punggung. 

Tulang paha dianggap tulang paling panjang di tubuh manusia, lebih panjang daripada tulang betis. Oleh karena itu, ketika paha dan betis dapat, yang diduduki adalah tumit maka sebagian pantat berada tepat di belakang tumit. Hal ini mendorong tulang pinggul hingga miring kebelakang. Selain itu, hal ini dapat mengurangi lekukan pada tulang sekitar pangkal paha. Dalam keadaan seperti ini, tubuh menjadi semacam timbangan. Jika kepala mendongak keatas atau kebelakang, rongga tulang pangkal paha juga akan melebar. Sebalik-Nya, jika kepala merunduk kedepan atau kebawah rongga pangkal paha juga semakin sempit. 



Oleh karena itu Nabi saw melarang kita memandang kelangit dan menganjurkan agar pandangan tidak melebihi tempat shalat. 

Kepala yang hanya menunduk sedikit kedepan dapat menjaga rongga pangkal paha sehingga tidak semakin lebar dan menyempit. Bukan hanya mendogakkan kepala saja menyebabkan semakin melebar-Nya rongga pangkal paha ini, tetap juga mengangkat kedua lengan. 


Oleh sejajar itu Nabi s. a. w menuntun kita takbirahtur ihram, hendak ruku', dan bangun dan ruku' Akan tetapi, Beliau tidak menganjurkan-Nya ketika sujud karena mengangkat kedua tangan ini dapat menjadikan rongga pangkal paha semakin lebar sehingga rentan penyakit nyeri punggung, terutama pada sekitar pangkal paha. Tidak itu saja, mengangkat  tangan ketika sujud juga mengakibatkan tekanan terhadap saraf makanan yang ada di bagian belakang kaki sehingga dapat menimbulkan penyakit asam urat.(Ad)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...