Kamis, 15 Agustus 2019

Rahasia Gerakan Menunduk Sujud Dalam Shalat|Agusdiar TV


MENGUNGKAP RAHASIA 
GERAKAN MENUNDUK SUJUD 
DALAM SHALAT
Ketika seseorang hendak sujud dan mendahulukan kedua lutut dari pada kedua tanggan-Nya, berarti punggung-Nya tetap dalam keadaan lurus dan tulang punggung tetap dalam posisi asal-Nya. Tetapi, apabila mendahulukan kedua tangan-Nya dari kedua lutut-Nya,terpaksa dia harus membungkukkan badan-Nya kedepan, menghadapkan-Nya ke tanah dengan bertumpu pada kedua telapak tangan. Gerakan semacam ini menjadikan tulang punggung melengkung kebelakang mengakibatkan tertekannya tulang-tulang rawan disekitar punggung. Tekanan ini muncul akibat berat badan dan punggung yang melengkung ke belakang. 

Ketika ruku',otot-otot belakang kaki mengencang dengan sempurna, dan darah memenuhi seluruh pembuluh dalam-Nya. Tetapi, setelah ia bangun dan kemudian bergerak untuk sujud, otot-otot kaki menggerut. Otot-otot ini memompa darah dengan kuat Kejantung, dibantu oleh gerakan menunduk untuk sujud. Gerakan ini berfungsi melancarkan sirkulasi darah yang terdapat di kaki sehingga terhindar dari pembengkakan pembuluh darah di betis maupun  katup pembuluh darah di betis. 

Mendahulukan lutut dari kedua tangan ketika hendak sujud,mengharuskan seseorang bertumpu pada telapak kaki bagian depan. Kemudian ruas persendian jari kaki akan terdorong kebelakang sehingga tulang pada kaki semakin melengkung. Saluran pembuluh darah pada saraf akan terjaga oleh lengkungan kaki tersebut. 

Adalah kekuasaan Allah SWT yang telah menjadikan panjang jari-jari kaki tidak rata, tetapi berjenjang-jenjang, jari kaki ini selaras dengan kedalaman lengkungan sisi telapak kaki. Lengkungan sisi telapak kaki akan nampak jelas. Ia lurus dengan jari telapak kaki yang paling besar dan kuat. Kemudian semakin kearah luar, jari-jari semakin pendek. 

Pada jari yang yang terpendek, lengkungan sudah tidak ada lagi sehingga ia bersentuhan langsung dengan tanah. Jenjang jari dan kekuatan-Nya selaras dengan kedalaman lengkungan sisi telapak kaki. Karena itu, ketika seseorang hendak sujud dan bertumpu kebelakang secara otomatis, sesuai dengan urutan panjang jari-jari tersebut. 

Titik tumpu pada sisi jari yang paling besar, lebih kuat daripada jari lain-Nya. Karena itu tekanan ruas jari tersebut akan semakin kuat, sesuai dengan kedalaman lengkungan sisi kaki yang lurus dengan jari tersebut. Kemudian,tekanan pada ruas jari tersebut semakin berkurang pada tiga jari berikut-Nya sesuai dengan semakin rendah-Nya lengkungan sisi kaki bagian luar. 

Sementara jari kelingking, ketika jari lain-Nya menjadi titik tumpu, hampir tak menyentuh tanah sehingga ruas jari ini tidak mengalami tekanan apapun sesuai dengan posisi-Nya yang lurus dengan tulang yang tidak ada lagi lengkungan-Nya. 

HIKMAH MENGAPA JARI KAKI TIDAK RATA DALAM KITA MELAKASANAKAN SHALAT
Maka, tampaklah hikmah mengapa jari kaki tidak rata dan berjenjang. Akan tampak hikmah lain ketika jari-jari menjadi titik tumpu saat sujud, bagun dari sujud dan duduk diantara dua sujud. Semua ini untuk memperkuat jaringan otot-otot yang menjaga lengkungan alami kaki. Hal ini juga menjadi latihan untuk menjaga lengkungan alami pada kaki. Hal ini juga menjadi latihan untuk menjaga agar telapak kaki tidak rata akibat terlalu banyak berjalan atau mengangkat beban. 

Otot-otot pada kedua kaki merupakan salah satu otot terbesar pada tubuh kita manusia, terutama pada empat ruas otot yang terdapat pada paha bagian depan. Karena itu otot-otot ini membutuhkan latihan dan beban yang lebih berat memperkuatkan-Nya.Menjatuhkan diri ketika sujud dengan dua lutut dan tangan, mengharuskan otot-otot ini mengerahkan tenaga yang cukup untuk menopang berat badan mulai dari menunduk hingga meletakkan lutut di tanah. Tenaga yang dikeluarkan untuk menopang tubuh ini menambah kekuatan otot kaki. Meskipun waktu gerakan untuk sujud tidak lama, tetapi pengulangan pada tiap-tiap rakaat dapat menambah kekuatan otot kaki tersebut. Hal ini disebut sebagai kekuatan otot dalam mengatasi beban yang berbeda-beda. 

Manusia yang kuat butuh olahraga yang lebih banyak, sebalik-Nya orang yang lemah memerlukan olahraga yang ringan. Begitu pula anak-anak dan remaja membutuhkan olahraga yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan mereka. 

Karena otot kaki menanggung beban berat badan maka pada setiap orang tentu beban-Nya berbeda-beda. Otot anak kecil misal-Nya hanya mampu menopang beban tubuh-Nya yang juga kecil. Begitu pula olahragawan yang bertubuh besar dan kuat maka otot-Nya mampu menanggung beban tubuhnya yang juga besar. 

Gerakan-gerakan shalat memperhatikan perbedaan-perbedaan semacam ini, terutama bagi orang yang sedang sakit atau tak mampu melaksanakan gerakan shalat secara normal. 

Karena itu menunduk untuk sujud dilakukan dengan cepat maka gerakan ini menambah suplai darah kekepala.Bila kita bangun dari rukuk, darah terpompa dari jantung kekepala. Ketika merunduk untuk sujud, aliran darah kekepala semakin cepat disebabkan gerak reflek darah. Hal inilah yang menambah suplai darah ke kepala. 

Tetapi, apakah faedah semakin bertambah-Nya suplai darah ke otak ini?  Dalam keadaan sehat dan normal, seseorang bisa saja terkena pusing disebabkan  kurang-Nya oksigen yang terserap ke otak maupun lambat-Nya poses pembersihan dan sisa-sisa pembakaran di otak sehingga terjadi ketegangan pada otak karena terlalu berat berpikir atau sulit bernafas. 

PROSES KIMIAWI YANG TERJADI PADA SUJUD DALAM SHALAT
Bertambah-Nya suplai darah kekepala berarti bertambah-Nya oksigen sebagai hasil dari bertambah-Nya kuantitas darah yang kaya oksigen. Berarti juga semakin cepat-Nya pembersihan kimiawi bersama darah yang mengalir kembali dari kepala ke jantung. Hasilnya dapat menyembuhkan rasa pusing akibat penumpukan sisa-sisa proses kimiawi di otak maupun karena minim-Nya oksigen yang terserap ke otak selanjut-Nya, vitalitas otak akan segera kembali normal. 

Adapun bagi para penderita tekanan darah rendah, kurang-Nya darah, maupun kondisi lemah yang biasa-Nya menyertai tekanan darah rendah, keadaan-Nya bisa semakin buruk.Maksud-Nya, semakin sedikit suplai darah kekepala akibat penyakit-penyakit tersebut, dapat mengakibatkan rasa pusing yang luar biasa. Hal ini akibat dari kurang-Nya oksigen dan menumpuk-Nya sisa-sisa pembakaran di otak. Akibat lain-Nya adalah pandangan kabur, mata berkunang-kunang dan tidak fokus. Bahkan dapat menghilangkan daya pikir sehingga vitalitas tubuh menurun drastis pada fungsi-fungsi vital dalam tubuh lain-Nya. 

Karena menunduk untuk sujud itu menambah suplai darah ke otak maka gerakan itu dapat mempebaharui aktivitas pikiran dan mempercepat proses pembersihan sisa-sisa pembakaran di otak. Pandangan akan semakin terang, rasa pusing akibat kekurangan oksigen juga akan terobati sehingga kemampuan fungsional otak bertambah. Demikian pula fungsi-fungsi tubuh lain-Nya.(Ad)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...