Sabtu, 10 Agustus 2019

Rahasia mengangkat kedua tangan dalam shalat|Agusdiar TV

RAHASIA MENGANGKAT 
KEDUA TANGAN DALAM 
MELAKSANAKAN SHALAT

Pembaca yang budiman, kali ini penulis   memaparkan tentang" Rahasia Mengangkat Kedua Tangan Dalam melaksanakan SHALAT." 

Semoga penulisan ini,Memiliki Fotensi besar dan  bermanfaat besar untuk seluruh Umat Islam dibelahan Nusantara Indonesia dan Dunia.Dan Wabil-khusus untuk penulis sendiri tentu-Nya. 

Pada dasarnya tubuh manusia dapat mengalami pembengkokan pada bagian punggung, pundak semakin menekuk, pada punggung semakin bungkuk. Penyakit seperti ini, biasanya menyerang orang-orang yang bekerja di perkantoran. Penyakit ini juga menyerang orang yang introvert dan lanjut usia. Penyakit tersebut mengakibatkan menyempit-Nya ruang gerak paru-paru. 

Berdasarkan hasil penelitian medis, persentase oksigen merupakan seperlima dari udara, sehingga terdapat hubungan antara kapasitas paru-paru dengan kadar oksigen. Jika kafasitas rongga pernapasan berkurang, maka yang terserap ke dalam paru-paru juga semakin kecil. Kadar darah merah berkurang maka kuantitas darah yang menyalurkan oksigen dan sari makanan ke seluruh  tubuh juga akan berkurang. Karena oksigen yang masuk sedikit maka proses pencernaan sari makanan juga berkurang, dan kuantitas darah yang membawa sisa-sisa pembakaran keseluruh sel akan berkurang pula. 

Akibat dari proses tersebut tidak hanya berhenti pada sel tubuh, namun juga hingga ke sel otak karena jumlah darah merah yang membawa makanan dan oksigen ke otak berkurang. Akhirnya pembersihan sisa-sisa pembakaran di otak juga menjadi lambat sehingga otak akan cepat mengalami stress. 

Seseorang yang akan mengangkat kedua tangan ketika shalat dengan cara menyejajarkan-Nya dengan kedua pundak, mengarahkan dua telapak tangan ke kiblat, dan siku menyamping, menjadikan dua tulang belikat yang berada di punggung dilakukan dengan secara rutin dalam shalat, hal ini akan melindungi dan menjadi terapi dari gangguan pembungkukan. 

Dengan mengangkat kedua tangan dan meluruskan-Nya ke punggung akan dapat menambah lapangan-Nya rongga dada. Paru-paru dan kuantitas darah yang penuh oksigen juga akan bertamabah. Kuantitas darah yang mengalirkan oksigen dan makanan ke sel tubuh, akan bertamabah pula, akibat-Nya, otak tidak akan cepat lelah. Dengan demikian, kebugaran anggota tubuh akan terjaga. 

Adapun ketika shalat, Rasulallah s. a. w mengangkat kedua tangan-Nya dengan lurus. Maksud-Nya adalah kedua tangan direntangkan dan jari-jari diluruskan. Sekalipun sangat sederhana, namun hal ini merupakan latihan yang baik bagi jari-jari tangan. Mengangkat kedua tangan ini sangat cocok untuk melatih otot dan urat-urat jari. Hal tersebut memang tidak seberapa dibandingkan ukuran-ukuran otot-otot lain pada anggota badan, namun mengulang-ulang kegiatan ini dalam 17 rakaat sehari semalam dapat melancarkan serkulasi darah. 

Demikian juga ketika mengangkat dan menurunkan lengan saat takbirahtul ihram, ini adalah latihan yang baik bagi otot-otot lengan. Otot lengan akan menyangga berat lengan setiap kali di angkat atau diturunkan. Hal ini semacam latihan agar otot lengan lebih siap ketika harus menanggung beban yang lebih berat pada gerakan shalat selanjut-Nya. 

• RAHASIA LETAK KEDUA TANGAN
Sebagian ulama menyatakan bahwa meletakkan kedua tangan di dada adalah salah satu cara mendapatkan kekusyukan dalam shalat. Rasulallah s. a. w selalu meletakkan tangan kiri-Nya tempat-Nya adalah di dada, yaitu antara tulang rusuk dan pusar. Telapak tangan kanan berada diatas pergelangan tangan kiri. Sebagian mengatakan, jari kelingking dan jempol meme gang pergelangan tangan, sementara tiga jari tengah lurus di lengan bagian bawah. Apakah rahasia di balik letak tangan demikian? 

Nukilan penulis dari beberapa faktor :

• Dilihat dari segi anatomi tubuh, letak dua tangan di dada, merupakan posisi paling baik bagi lengan. 

• Posisi tangan kanan diatas tangan kiri berarti mempertahankan kesejajaran kedua pundak. Ketika meletakkan dua tangan seperti ini maka lengan berada pada posisi sudut yang sama. Dengan demikian posisi ini mampu memperkuat kedua pundak. 

Selain itu, posisi tangan seperti ini juga dapat menguatkan posisi dua telapak kaki. Hal ini oleh karena kedua-Nya juga bertumpu pada sudut data ran yang sama, yaitu tanah, sebagaimana merapatkan kedua pundak juga membagi  konsentrasi beban tulang pinggul pada dua sisi bagian bawah. Letak tangan seperti ini dapat menghalangi timbul-Nya efek pembengkokan susulan pada tulang punggung. 

Penguatan terhadapap keseimbangan kedua telapak kaki, tulang pinggul, dan kedua pundak, dapat mencegah kemiringan kepala atau leher kedua salah satu sisi, atau yang dikenal dengan kaku leher atau pergeseran tulang leher. 

Dengan demikian, posisi berdiri dengan tangan di dada adalah posisi yang paling baik untuk menghindarkan diri dari membengkok-Nya tulang punggung. 

(Ad).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga pembalap tercepat TDS(tour de singkarak)2019 Kerinci

Kerinci ,Pembalap tercepat TDS fokus untuk mempertahankan jersey tersebut. Bagaimanapun jenis dakian tanjakan, saya akan berupaya sem...