Langsung ke konten utama

Sejarah Perjanjian Kerajaan Indra Puro Dengan Tanah Kerinci 127H(1859M)|Agusdiar TV

SEJARAH PERJANJIAN KERAJAAN INDRA PURO DENGAN TANAH KERINCI 127 H(1859 M) 

Apabila daerah Kerinci jatuh ke tangan Belanda, siapapun yang berbuat, sedalam-dalam bumi, setinggi-tinggi langit ke atas tidak berpucuk ke bawah tidak berurat di tengah-tengah digaruk kumbang, bak pancang di tengah tebat, bak karakok tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau, biar merah tanah penggalian, biar tertebar kuning liang lahat, biar punah kena asap meriam, akan dimakan kutuk dimakan laknat, dikutuk Al-Qur’an 30 Juz.)

Kerajaan Indrapura dengan Kerinci sampai dengan Sultan Mohammad Bakhi Gelar sultan Firmansyah masih tetap menjalankan penuh sumpah setia  Perjanjian Sitinjau Laut yang dilakukan oleh tiga pimpinan besar wilayah – Indrapura – Kerinci - dan Kerajaan Melayu Jambi, yang diadakan pada tahun 1022 H atau 1612 M.


Berdasarkan Surat Bertulisan Melayu No. 140, ini Sultan Muhammad Syah Johan Berdaulat adalah sultan Kerajaan Inderapura yang mengingatkan kembali agar rakyat jangan lupa dengan suatu perjanjian antara kesultanan Inderapura dengan Kerinci. Kemudian dalam surat itu diuraikan lebih lanjut bahwa jauh sebelumnya, beberapa abad yang lalu telah terjadi pemupakatan (persumpahan) di Bukit Sitinjau Laut antara Kerajaan Indrapura, Kerinci dan Kerajaan Tanah Pilih Jambi. karena baliau menganggap bahwa perjanjian itu sangat bersifat sakral. Siapa saja yang melanggar kesepakatan itu akan menerima konsekuensi sangat berat yaitu: “Barang siapa mengubahkan/ dikutuk Allah dikutuk Rasulullah dan Qur'an tiga puluh juz, dikutuk karang setio, dimakan biso/ kawi, anak dikandung jadi batu padi ditanam lalang tumbuh.”
Coba perhatikan kembali kutipan awal pembuka dari naskah 140:

Dalam tulisan itu disebutkan bahwa Sultan Firmansyah setelah terdesak dan mundur ke Batayan setelah tiga tahun berperang melawan Belanda, maka beliau teringat dengan kesepakatan yang telah dibuat oleh nenek moyang mereka dengan Kerinci di Bukit Sitinjau Laut untuk saling melindungi. Maka dengan adanya pembaharuan perjajian sumpah setia tersebut, Sultan Firmansyah meminta bantuan ke Alam Kerinci. Maka Raja Muda (Pancar Zat) mengirim bantuan tentara yang dipimpin oleh Raja Muda Bakilat untuk membantu kerajaan Inderapura. Pasukan bantuan dari Kerinci itu berada di Batayan selama sembilan bulan sebelas hari, itu berperang bersama dengan rakyat Indrapura yang dipimpin oleh Sultan Frimansyah. Akhirnya peperangan reda sehingga kerajaan Inderapura menjadi aman kembali.


Itulah makna dari pembaharuan Sumpah Setia Bukit Sitinjau Laut, yang menjadi dasar pembaharuan tidaklah sama seperti yang dilakukan pada perjanjian awal. Kalau pada perjanjian awal didasarkan atas kerancuan pelaksanaan hukum adat dan penegasan mengenai pemberlakuan hukum syarak, sedangkan pada pembaharuan perjajian tersebut didasarkan atas adanya kepentingan mempertahankan diri dari serangan Belanda. Bantuan tentara (pendekar, ahli silat dan lain-lain) yang diberikan oleh Kerinci terhadap kerajaan Inderapura dapat memaksa Belanda untuk menghentikan peperangan.

Tuanku Rusli Gelar Sultan Mohammadsyah diangkat Belanda jadi Regent Indrapura pada tahun l892, sebagai penggganti kekuasaan Sri Sultan Mohammad Bakhi Gelar Sultan Firmansyah yang direbut secara halus. Marah Rusli  sekaligus adalah menantu beliau. 

Sebagai menantu Mohammad Bakhi Sultan Firmansyah aberarti Tuanku Marah Rusli tidak termasuk dalam jajaran silsilah ranji zuriat keturunan  Sultan Mohammad Bakhi Gelar Sultan Firmansyah baik secara patrilinial maupun matrilinial. Isteri Tuanku Rusli adalah Putri Jalaliah anak kandung Sultan Mohammad Bakhi Gelar Sultan Firmansyah dengan permaisuri beliau Tuanku Putri Lela Rekna. Secara matrilinial Tuanku Rusli tiga bersaudara satu ibu lain bapak. Ibu Tuanku Rusli adalah Siti Ramah, asal dari Lunang”.


Coba perhatikan: apa yang dilakukan oleh Regent Rusli Gelar Sultan  Mohammadsyah dibandingkan dengan mertuanya raja Inderapura sebelum beliau yang bernama Mohammad Bakhi Gelar Sultan Firmansyah, secara tegas setelah berperang selama tiga tahun kemudian minta bantuan pasukan dari Kerinci ikut berperang di Bantayan selama 9 bulan.

Memang Regent Rusli gelar Sultan Mohammadsyah, tidak sekuat pendahulunya raja terakhir kerajaan Inderapura, sebab beliau diangkat oleh Belanda untuk mengganti Mohammad Bakhi memimpin Indrapura. Walau beliau ingat betul pesan dari mertuanya sebelum wafat beliau meminta kepada Regent Rusli untuk tidak menujukkan Kerinci kepada Belanda, kalau tidak dilakukan maka akan dimakan bisa kawi, dikutuk arwah nenek moyang dan dikutuk qur’an 30 juz seperti isi dari perjanjian Bukit Sitinjau Laut.

Sebelum wafat Tuanku Sultan Mohammad Bakhi Gelar Sultan Firmansyah, beliau berwasiat dan meninggalkan amanat kepada menantunya Tuanku Rusli yang diangkat Belanda menjadi Regent Inderapura. Wasiat  tersebut beliau sampaikan di hadapan  Penghulu Mantri Yang Dua Puluh dan di hadapan Mangkubumi, berrnama Kabat Gelar Maharajo Iddin :


“Hai Rusli jika kamu diangkat Belanda jadi ganti aku?  Alam Kurinci jangan kamu tunjukkan pada Belanda. Apabila dilakukan juga maka kamu akan dimakan kutuk nenek moyang Raja di alam negeri Air Pura (Indrapura) semasa di Bukit Sitinjau Laut Kurinci. Ingat benar amanat ini. Kalau dilanggar kamu akan dimakan kutuk segala arwah nenek moyang Raja Air Pura (Indrapura). Umurku tiada berapa hari lagi, ingatlah pesanku itu, walaupun apa yang terjadi jangan ditunjukkan Alam Kurinci itu.”

Pada kajian sebelumnya bahwa rapat besar di Rawang didahulukan dengan  membaca surat dari Tuanku Regent Marah Rusli Gelar Sultan Mohammadsyah. Sebagai perbandingan bacaan, bahwa siapa Marah Rusli ini sebenarnya. Berikut ini kutipan diambil dari tulisan Emral Djamal Dt. Rajo Muko dalam tulisannya yang berjudul: Menelusuri  Jejak Sejarah Dan Salasilah Kerajaan Usali Kesultanan Indrapura Di  Pesisir Selatan – Sumatera Barat. 

Ketika pembaharuan janji Sumpah Setio pada tahun 1276 H (tahun 1859 M) seperti yang diungkapkan dalam pembukaan Naskah kuno No 140 (yang disimpan oleh Mendapo Kemantan), jelas menyatakan bahwa Raja Muda Pancar Zat mengirim bantuan kepada Mohammad Bakhi gelar Sultan Firmansyah untuk membantu Indrapura dari serangan Belanda. (lihat MALPU seri 189-194 tentang perjanjian Bukti Sitinjau Laut).

Akibat dari tidak patuh kepada sumpah setia perjanjian Bukit Sitinjau Laut, menyebabkan hancurnya kerajaan Indrapura dijajah oleh Belanda dan beliau sendiri diberhentikan oleh Belanda. Lihat kutipan dari Emral Djamal (1999) halaman 56, sebagai berikut:

“Pada tahun 1899 semua Tuanku Panglima dan Tuanku Bandaharo di Padang dan Mangkubumi di Indrapura diberhentikan dari jabatannya oleh Pemerintah Belanda dan tiada berkuasa lagi. Cuma Regent Indrapura yang masih tetap. Dengan demikian Tuanku Rusli sebagi Regent Indrapura praktis telah menjadi kaki tangan Belanda buat menaklukkan Alam Kurinci. Pemerintah Belanda telah menduduki dan menguasai Indrapura.
Tuanku Rusli Gelar Sultan Mohammadsyah sebagai Regent Indrapura diberhentikan dari jabatannya pada bulan Agustus tahun 1911. 

Konon sebab-sebab pemberhentian tersebut ada kaitannya dengan masalah pribadi antara Tuanku Regent Indrapura dengan Commandeur Belanda bernama Marskveen.  Indrapura kemudian, tahun 1911 dikepalai oleh seorang Hood Negeri saja, dipilih diantara Penghulu Mantri Yang Dua Puluh. Dan buat pertama kalinya diangkat seorang yang bernama Sutan Gandam Gelar Rangkayo Maharajo Gedang, salah seorang  Penghulu Kaum Adat di negeri Indrapura.”

Sebagai konsekuensi dari ketiga pemerintahan yang mengikat sumpah setia di Perjanjian Bukit Sitinjau Laut telah diabaikan oleh anak-anak cucunya, sehingga kerajaan Inderapura tamat riwayatnya dan Kerinci porak poranda dihantam tentara Belanda dan akhirnya setelah benteng terakhir di Lolo tidak dapat dipertahankan oleh Depati Parbo, Depati Agung, Depati Nali, Depati Muncak, Sultan Iskandar dan seluruh rakyat Kerinci Hilir, maka semenjak itu pula Alam Kerinci dikuasai sepenuhnya oleh Belanda. Bagaimana pula dengan komitmen petinggi Muarao Masumai sebagai wakil dari Kesultanan Melayu Jambi tentang menjalankan sumpah setia Perjanjian Bukit Sitinjau Laut.


Sebagai bagian Sisi Yang Terlupakan, sewaktu menyusun Sejarah Perjuangan Kerinci Melawan Belanda, tidak mengaitkan peristiwa penting dibalik serangan Belanda terhadap Kerinci. Sampai dengan takluknya Kerinci ke tangan Belanda, Marah Rusli sebagai raja Inderapura tidak pernah mengirim pasukannya untuk membantu Kerinci dalam mempertahankan wilayahnya dari serangan Belanda, malah membuka jalan bagi Belanda untuk mengetahui Alam Kerinci.(Ad, dari segala sumber).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kandungan dan khasiat buah kabau

KANDUGAN KABAU
Foddweninsit kabau : 100 gram
Bagian kabau yang dapat dikonsumsi(food edible) : 100 %
-Energi Kabau : 199 Kkl
-Protein.          : 6,4 gr
-Lemak.           : 1,1 gr
-Karbihidrat.   : 41gr
-Vitamin A.     : 0 IU
-Vitamin C.     : 0 mg
-Kalsium.        : 40 gr
-Fosfor.           : 108 mg
-Zat Besi.        : 1,8 mg
-Vitamin B.     : 0,03 mg




Kabau adalah sejenia buah petai dan jenkol kabau berupa bentuk buahnya yang lonjong,berbentuk seperti kacang polong,namun jika dibelah kulitnya berjejer beberapa buah,berkulit hitam dan berdaging hijau didalamnya,biasanya tanaman ini hidup didaerah hutan Sumatera dan Jawa.
Buah ini berbau tidak sedap seperti petai dan jengkol inilah yang menjadikan kabau dengan nama lain julang jaling tentu tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia,namun kebanyakan orang suka lalap ini dikarenakan bau menyengat,buah ini berbau tajam dan mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan.

KHASIAT BUAH KABAU
-Mengatasi sembelit(susah buang air …

ADAT SEBENARNYA ADAT,ADAT YANG DI ADATKAN,ADAT NAN TERADAT,ADAT ISTIADAT DI ALAM KERINCI

"Tulisan yang dihimpun dari berbagai sumber mengenai seluk-beluk Adat sebenarnya,Adat yang di Adatkan,Adat yang ter Adat,dan Adat Istiadat di daerah Kerinci,Provinsi Jambi,yang belum banyak dipublikasikan,dengan harapan dapat bermanfaat,bagi pelestarian Adat dan Kebudayaan di Kabupaten Kerinci." Kabupaten Kerinci Berada di Provinsi Jambi mempunyai kebudayaan adat yang sangat kompoten di setiap daerah-daerahnya yang ada dengan berlandas dan bertumpu pada"Adat Bersandi Syarak,Syarak Bersendi Kitabullah","Syarak mangato Adat iyo Mamakai".Kerinci,Jambi berjarak 450 kilometer perjalanan dari  Kota Jambi dengan jarak tempuhnya sekitar 7 sampai delapan jam dengan menggunakan transportasi roda empat baik milik pribadi atau transportasi travel yang disewakan,perjalanan menuju Kabupaten Kerinci dengan jalannya sudah teramat bagus dan ketika sampai pada Gerbang Kabupaten Kerinci kita akan dapat melihat tulisan pada gerpang gapura dengan  tulisan"Selamat Dat…

TRAVEL CAHAYA KERINCI TERJUN KEJURANG|Agus Diar TV

Proses evakuasi Travel cahaya Kerinci




TRAVEL CAHAYA KERINCI MENGALAMI KECELAKAAN DAN TERJUN KEJURANG

Segala hal atas nama musibah tentu saja tidak kita inginkan dan kita undang kali ini musibah terjadi menimpa Travel cahaya Kerinci yang beralokasi dilahan panjang,kira-kira jm 02 dinihari 08/11/08.Travel Cahaya Kerinci mengalami oleng dan terjun kejurang dengan kondisi mobil travel yang memprihatinkan.Dari data yang didapat belum diketahui,jumlah dan penumpang pada Travel  Cahaya Kerinci. Sungguh kejadian memilukan bagi transportasi yang berada di Kerinci.Toh barangkali supir terlali lelah dalam mengemudikan Travel transportasi Cahaya Kerinci.Dengan kejadian ini pula mengingatkan pada semua sopir-sopir,agar mengemudikan kendaraan hendaknya berhati-hati.Agar kejadian yang menimpa Travel Cahaya Kerinci bisa menjadi contoh buat transportasi lainnya.Kejadian ini pula bukan hal yang disengaja,memang tiap-tiap musibah yang datang menimpa kita tidak mengetahui kapan dan dimana tempat dan wakt…