Langsung ke konten utama

Unsur-unsur yang terkandung dalam Perkawinan KERINCI Menurut Adat|Agusdiar TV

UNSUR-UNSUR YANG TERKANDUNG DALAM PARNO HELAT PERKAWINAN ADAT MASYARAKAT KERINCI

Pada pembahasan kali ini penulis akan mencoba menjelaskan dua hal yang akan dibahas, yaitu yang pertama unsur-unsur yang terlibat dalam Parno itu sendiri yang menyangkut vokal dan instrumen. Dan kedua unsur lain yang dapat mendukung atau unsur yang diperlukan selama pelaksanaan Parno ini. Kedua-Nya tidak bisa dipisah-pisahkan karena kedua-Nya saling berkaitan.

Unsur yang terlibat didalam-Nya
Vokal(suara) seperti yang dikemukakan pada bagian-bagian pendahuluan, bahwa Parno ini merupakan sastra lisan yang berbentuk prosa liris yang mempergunakan sajak dan irama dalam penyampaian-Nya, maka vokal(suara) memegang peranan penting agar apa yang disampaikan selama berparno tercapai, karena didalam Parno tidak terlepas dari bagaimana kepandaian pembawa-Nya tanpa di iringi oleh alat-alat musik yang tradisional.

Instrumen(dupa, cerana, Mikropon). Kegunaan dupa dan cerana yang berisi sekapur sirih adalah sebagai pendukung lengkapnya acara yaitu menghormati pihak tengganai laki-laki yang akan berparno dan juga menghormati ninek mamak dan tamu-tamu lain-Nya yang hadir. Kedua sarana tersebut diletakkan di hadapan orang yang berparno sehingga mereka merasa lebih berkonsentrasi dan acara dapat berlangsung dengan lancar dan sukses. Sedangkan mikropon sebagai pengeras suara agar ketika berparno dapat didengar oleh khalayak ramai.

Unsur lain yang dapat mempengaruhi isi Parno
Unsur nasehat,nasehat merupakan pituah, petunjuk yang baik yang akan diberikan seseorang kepada orang lain. Nasehat yang diberikan agar orang lain dapat merubah kesalahan yang diperbuat-Nya dan juga dapat dijadikan pegangan atau pedoman untuk masa yang akan datang.
Dalam Parno Helat Perkawinan ini, kata-kata nasehat dituangkan secara halus dalam bentuk pepatah seperti contoh dibawah ini :
"Ateih pergulonyo suami istri, saiyo Sakatoe ,rukaun damai, kem mudaik  sarantoak satang, ka ilei sarangkauh dayeaung, nyuhak samo anyauk, tradea samo basoah, tudaung manudaun glah awak  bak daun siheik sendoa menyendoah bak jagenang rboah.

Takuek dalam sakalai ineih sjoak dari rebeung sampai suloeh, bayau pinuoa tuo klapo, sko siheih ideah pandei ngato baginai-bagitau.(Parno Pernikahan).
Terjemahan dialeg Parno Adat Masyarakat KERINCI diatas :

" Atas pergaulan suami istri, seiya sekata, rukun damai, kehilir serangkuh dayung, ke mudik sehentak galah, menyuruk sama bungkuk melompat sama patah, terapung sama hanyut, kerendam sama basah. Tudung menudunglah kita bak daun sirih, sandar menyandarlah bak aur dengan tebing.

Tebing jangan runtuh, aur jangan rebah tekuk dalam sekali ini, sejak dari rebung, sampai kasuluh. Gaya pinang tua kelapa, pusaka sirih tidak pandai mengatakan begini begitu.
Parno diatas merupakan nasehat yang diberikan oleh pemabawa Parno kepada suami istri yang baru saja melangsungkan akad nikah. Didalam-Nya dinasehatkan supaya suami istri selalu seiya sekata, rukun damai, kehilir serangkuh dayung, kemudik sehentak galah, menyuruk sama bungkuk melompat sama patah, terapung sama hanyut, terendam sama basah. Juga dinasehatkan agar mereka hidup slaling memberi dan menerima, saling pengertian satu sama lain dan tidak saling menyakiti. 

Unsur Perasaan
Unsur perasaan adalah suatu rasa yang dimiliki oleh manusia terhadap sesuatu hal, baik menyangkut keindahan, rasa gembira, rasa sedih, rasa suka, rasa enak, rasa benci, rasa muak, rasa senang dan lain sebagai-Nya yang menyangkut setuasi dan kondisi yang sedang dialami seseorang. Dimiliki oleh seseorang itu dicurahkan dalam bentuk kata-kata yang indah, dengan tujuan memaparkan isi hati-Nya, seperti kutipan Parno dibawah ini :

"Bak kato adaek ngato, janjoe di bennea di mulio, janjoe sampei di tepati, ngan mano undein kito mala ineih, pudeian lentouk Madison nengoah tando baunjuk cihi. Apo ko kinai, puteah kapeh buleih dikimak, puteih atai bakanyataan. Mintoak katengoeah tando, kamai ngatangah cihi.

Terjemahan dialeg  Parno Adat masyarakat KERINCI diatas :
" Seperti kata adat mengatakan, janji dibuat dimuliakan, janji sampai di tepati. Yang mana rundingan kita malam ini, puding melentuk musiro rebah, runding suntuk bicara sudah, ialah mengetengahkan tanda mengunjukkan ciri. Apalah ini, putih kapas dapat dilihat, putih hati berkenyaataan. Minta ditengakan tanda, kami mengetengahkan ciri."

"Bak Kato adeak ngato, kuak talai dengan pamuhun, kuak janjoei dengan tando. Di atoeih janjoe dengan batindeih putaulah undeian antara kito tantang anok kemanakan kito itoueh. Adeak kato manahan lalau, adeak tandoe manahan patoah, maknyo tando jangeang patoah cihimak-Nya ila, mintoak di tampung dengan dia, mudah-mudahan Allah mambarkati kito dengan malimpohkan taufik dan hidayah-Nyo".
Terjemahan dialeg Parno Adat Masyarakat KERINCI diatas :

"Seperti kata adat mengatakan, kuat janji dengan pembuhul, kuat janji dengan tanda. Diatas tanda dengan bertindih, putuslah rundingan antara kita tentang anak kemanakan kita itu, Adat kata menahan lalu, adat tanda menahan patah. Agar tanda jangan patah, ciri jangan  bidang, minta di tampung dengan doa, mudah-mudahan Allah memberkati kita dengan melimpahkan taufik dan hidayah-Nya".

Parno pertama mengambarkan rasa senang, rasa gembira kedua belah pihak, karena janji yang dibuat telah di tepati, perundingan yang dilakukan telah rampung sehingga sampai pada acara puncak-Nya yaitu saling memberikan tanda jasa dan tinggal menunggu saat yang tepat untuk melangsungkan perkawinan.

Parno kedua memaparkan perasaan takut atau kawatir, karena setelah tanda jadi diberikan harus ada renatangan waktu hingga acara perkawinan. Selama waktu menunggu itulah timbul rasa khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.Maka untuk mengusir kekhawatiran agar tanda yang akan diberikan tidak di ganggu orang lain, di tampunglah dengan doa  kepada Allah supaya memberkati dengan taufik dan hidayah-Nya.

Unsur Pemerintahan Desa
"Awak ideak ngupak sko nyumbein lambago, Tahu awak, ngehoi bapegea adeak, tapian bapageo baso. Neghoi brajea, luhak bapanghulau, kampoun batuo, umoeh batungganai, adea ngan duleu adae ngan kudiang. Mako nunggulah tangganai umoh, Depatai dan Paguloe awak. Satau kendok awak, duo tigo kendok tengganai".(Parno Pernikahan).

Terjemahan dialeg Parno Adat masyarakat KERINCI diatas :

" Saya tidak mengupat pusaka menyumbing lembaga. Setahu saya, negeri berpagar Adat, tepian berpagar basa. Negeri beraja, luhak berpenghulu, kampung bernantua, rumah bertengganai, ada yang dulu ada kemudian. Maka tunggulah tangganai rumah, depati dan penghulu kita satu kehendak kita, dua tiga kehendak tengganai".
Parno diatas menggambarkan tentang susunan lembaga adat negeri yang beraja, luhak yang berpenghulu, kampung bernantua dan rumah bertengganai. Dalam Parno
tersebut dapat terlihat fungsi tengganai di dalam keluarga, yaitu sebagai pengambil keputusan, orang yang bertanggung jawab terhadap masa depan keponakan-Nya. Sepatah kata keponakan dua tiga yang dipikirkan oleh tengganai.
Unsur Adat-Istiadat

Meskipun secara keseluruhan Parno Helat Perkawinan ini merupakan kata-kata adat, tetapi bagian-bagian terterntu yang melukiskan bagaimana posisi adat yang sebenar-Nya didalam masyarakat, seperti kutipan Parno Helat  Perkawinan berikut ini :
"Manolah adaek kito itoeh, iolah adeak basandi syara', syara' basandi kitabullah, Adeak lazim syara'ngan kai, bajenjang naik batakah tuhaun. Warieh bajuek kalifah bajunjuoen.Patoeh tumboeh ila bagentoi, adeak lamo pusako usang, kuak syara' dengan dalil,kuak adaek dengan sluko, adeak ngato".

Parno diatas merupakan nasehat yang diberikan oleh pembawa Parno kepada suami istri yang baru saja melangsungkan akad nikah. Didalam-Nya dinasehatkan agar suami  dan istri seiya sekata, rukun damai, ke hilir serangkuh dayung, kemudik sahentak galah. Menyuruk sama   bungkuk, melompat sama patah, terapung sama hanyut, terendam sama basah. Juga dinasehatkan agar mereka hidup saling memberi dan menerima, saling pengertian satu sama lain dan tidak saling menyakiti.

Unsur Semangat
Rasa bergairah atau kemauan yang timbul didalam hati seseorang untuk melakukan atau mengerjakan sesuatu dengan penuh semangat. Semangat ini timbul didorong oleh dua faktor yaitu : Faktor yang berasal dari diri manusia itu sendiri yang disebut dengan hasrat, keinginan dan harapan serta faktor yang berasal dari luar diri manusia itu sendiri, yang dapat membangkitkan hasrat, keinginan dan harapan itu, misal-Nya dorongan yang diberikan oleh orang lain melalui kata-kata sindiran, ejekan, dan pujian sehingga membangkitkan rasa
bersemangat itu.

Sastra lisan Parno Helat Perkawinan adalah salah satu cara yang dapat membangkitkan rasa kegairahan dari luar diri manusia itu sendiri melalui susunan kata-kata yang indah yang disampaikan, misal-Nya kutipan Parno Pernikahan dibawah ini :

"Kok Mancahi ndaklah department meh, kok baumo ndaklah buleih padoei, kok batanam ndaklah ikeh tumbouh, kok batanneak ndaklah kemban bieak, jadoeh baratauah, jadoi baribou, kok ngidauk ayang dan iteik sayaklah lamang, kok ngidouk kambein dan biri-biri hinggunglah bluko".
Terjemahan dialeg Parno Adat Masyarakat KERINCI diatas :

Kalau mencari hendaklah mendapat emas, kalau bersawah hendak peroleh padi, kalau bertanam hendaklah berkembang biak, jadi beratus jadi beribu, kalau memelihara ayam dan itik penuhlah tempat dihalaman, kalau beternak sapi dan kerbau penuhlah ladang, kalau memelihara biri-biri dan kambing penuhlah belukar".

Parno diatas memberikan semangat kepada penganten baru, agar didalam keluarga nanti-Nya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi tuntutan hidup sehari-hari dimasa sekarang dan masa yang akan datang.
Berusaha jangan asal jadi melainkan harus d ngan perjuaangan keras untuk mencapai hasil yang banyak dan berlimpah.(Ad)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kandungan dan khasiat buah kabau

KANDUGAN KABAU
Foddweninsit kabau : 100 gram
Bagian kabau yang dapat dikonsumsi(food edible) : 100 %
-Energi Kabau : 199 Kkl
-Protein.          : 6,4 gr
-Lemak.           : 1,1 gr
-Karbihidrat.   : 41gr
-Vitamin A.     : 0 IU
-Vitamin C.     : 0 mg
-Kalsium.        : 40 gr
-Fosfor.           : 108 mg
-Zat Besi.        : 1,8 mg
-Vitamin B.     : 0,03 mg




Kabau adalah sejenia buah petai dan jenkol kabau berupa bentuk buahnya yang lonjong,berbentuk seperti kacang polong,namun jika dibelah kulitnya berjejer beberapa buah,berkulit hitam dan berdaging hijau didalamnya,biasanya tanaman ini hidup didaerah hutan Sumatera dan Jawa.
Buah ini berbau tidak sedap seperti petai dan jengkol inilah yang menjadikan kabau dengan nama lain julang jaling tentu tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia,namun kebanyakan orang suka lalap ini dikarenakan bau menyengat,buah ini berbau tajam dan mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan.

KHASIAT BUAH KABAU
-Mengatasi sembelit(susah buang air …

ADAT SEBENARNYA ADAT,ADAT YANG DI ADATKAN,ADAT NAN TERADAT,ADAT ISTIADAT DI ALAM KERINCI

"Tulisan yang dihimpun dari berbagai sumber mengenai seluk-beluk Adat sebenarnya,Adat yang di Adatkan,Adat yang ter Adat,dan Adat Istiadat di daerah Kerinci,Provinsi Jambi,yang belum banyak dipublikasikan,dengan harapan dapat bermanfaat,bagi pelestarian Adat dan Kebudayaan di Kabupaten Kerinci." Kabupaten Kerinci Berada di Provinsi Jambi mempunyai kebudayaan adat yang sangat kompoten di setiap daerah-daerahnya yang ada dengan berlandas dan bertumpu pada"Adat Bersandi Syarak,Syarak Bersendi Kitabullah","Syarak mangato Adat iyo Mamakai".Kerinci,Jambi berjarak 450 kilometer perjalanan dari  Kota Jambi dengan jarak tempuhnya sekitar 7 sampai delapan jam dengan menggunakan transportasi roda empat baik milik pribadi atau transportasi travel yang disewakan,perjalanan menuju Kabupaten Kerinci dengan jalannya sudah teramat bagus dan ketika sampai pada Gerbang Kabupaten Kerinci kita akan dapat melihat tulisan pada gerpang gapura dengan  tulisan"Selamat Dat…

TRAVEL CAHAYA KERINCI TERJUN KEJURANG|Agus Diar TV

Proses evakuasi Travel cahaya Kerinci




TRAVEL CAHAYA KERINCI MENGALAMI KECELAKAAN DAN TERJUN KEJURANG

Segala hal atas nama musibah tentu saja tidak kita inginkan dan kita undang kali ini musibah terjadi menimpa Travel cahaya Kerinci yang beralokasi dilahan panjang,kira-kira jm 02 dinihari 08/11/08.Travel Cahaya Kerinci mengalami oleng dan terjun kejurang dengan kondisi mobil travel yang memprihatinkan.Dari data yang didapat belum diketahui,jumlah dan penumpang pada Travel  Cahaya Kerinci. Sungguh kejadian memilukan bagi transportasi yang berada di Kerinci.Toh barangkali supir terlali lelah dalam mengemudikan Travel transportasi Cahaya Kerinci.Dengan kejadian ini pula mengingatkan pada semua sopir-sopir,agar mengemudikan kendaraan hendaknya berhati-hati.Agar kejadian yang menimpa Travel Cahaya Kerinci bisa menjadi contoh buat transportasi lainnya.Kejadian ini pula bukan hal yang disengaja,memang tiap-tiap musibah yang datang menimpa kita tidak mengetahui kapan dan dimana tempat dan wakt…