Langsung ke konten utama

Asal-Usul Patih Gajah Mada dari Sekepal Tanah Surga Kerinci Abad 7-9 M|Agusdiar TV

ASAL-USUL GAJAH MADA, DARI SEKEPAL TANAH SURGA KERINCI,ABAD KE 7-9 M


Menurut diam Tambo Adat yang berisi tentang silsilah yang memaktub nama Gajah Mada berasal dari Kerinci itu adalah salah satu fakta pula kalau sesungguhnya kerajaan Sriwijaya dulunya adalah kerajaan Melayu yang berada Jambi.
Saya sebenarnya baru tahu tentang Tambo adat masyarakat Hiang di Kerinci ini. Karena itulah saya pikir Tambo ini sangat berguna dan layak jadi referensi penting penelitian sejarah Melayu Jambi sekaligus rekam jejak sejarah 
perjalanan  bangsa ini di masa lampau. 
Kalau ternyata memang dari Tambo ini disimpulkan Gajah Mada berasal dari Kerinci, maka semakin memperkuat fakta sejarah kalau sesungguhnya kerajaan Sriwijaya itu sesungguhnya adalah afiliasi dari kerajaan Melayu yang berubah nama jadi Sriwijaya karena berhasil mencapai masa kejayaannya,” terangnya.
Memang selama ini para ahli dan peneliti sejarah masih mempolemikkan tentang letak pusat kerajaan Sriwijaya yang pernah menyatukan nusantara pada masa lampau itu. Mereka membedakan kedua kerajaan itu yang masing-masingnya berada di daerah yang berbeda koordinat yang beda tapi pada topografi geografis yang sama.
Pasalnya dari kitab Pararaton di Jawa hanya disebut ’Jawa ngandon eng Malayu’ yang arti harfiahnya adalah Jawa berkunjung ke Melayu. Jelas di sini tidak disebut adanya ekspedisi militer atau perang penaklukan, apalagi hingga kini memang tidak ditemukan adanya bukti sejarah yang memperkuat kalau memang pernah terjadi peperangan penaklukan di daerah-daerah Melayu di Sumatera. 
Daerah-daerah memang banyak yang mengklaim Gajah Mada berasal dari derahnya, tidak hanya daerah di Sumatera tapi juga Kalimantan, Bali dan Lombok, namun semua klaim itu mentah karena tidak didukung oleh fakta dan data, apalagi data tertulis berupa Tambo berisi silsilah seperti yang dimiliki Kerinci hingga saat ini. 
Menyebutkan hipotesanya kalau pada masa ’ngandon’ itulah Gajah Mada meninggalkan Jambi dan berpindah ke Mataram hingga akhirnya dia diangkat jadi Patih di Majapahit yang berhasil menyatukan seluruh nusantara.

Spirit sumpah Palapa yang diucapkan tentu juga didasari oleh latar belakang kepribadian dan sejarah perjalanan hidup Gajah Mada sendiri yang semasa mudanya sudah melihat kejayaan Melayu yang berhasil menyatukan nusantara sampai akhirnya disebut Sriwijaya.
Masih sangat misteri apakah Sriwijaya itu berada di sungai lain di Sumatera seperti yang katakan peneliti Perancis dan Eropa, atau berada di sungai Batanghari Jambi yang sepanjang DAS-nya memang banyak ditemukannya situs sejarah dan peninggalan masa lampau oleh para peneliti tanah air sekarang ini.
Lebih jauh, dia menilai, memang dari runutan sejarah kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 hingga 9 masehi jauh lebih tua dari Mataram, apalagi Majapahit pada abad ke-11 hingga 14 masehi di Pulau Jawa seperti yang tertulis di Tambo Adat Hiang Tinggi. Para ahli sejarah juga berpendapat Gajah Mada memang bukan berasal dari Jawa melainkan daerah lain khususnya Sumatera.

PATIH GAJAH MADA (PATIH WIJAYA/BUJANG HILANG DILAMAN) 

Patih Gajah Mada(Patih Wijaya/Bujang hilang Dilaman)Dikenal setelah karirnya naik sebagai seorang kepala pasukan Bhayangkara atau pengawal raja Jayanagara (1309-1328). Pararaton, Gajah Mada sebagai komandan pasukan khusus Bhayangkara berhasil menyelamatkan Prabu Jayanagara (1309-1328) ke desa Badander dan memadamkan pemberontakan Ra Kuti (salah seorang Dharmaputra, pegawai istana yang diistimewakan sejak masa Raden Wijaya). Sebagai balas jasa, dalam pupuh Désawarnana atau Nāgarakṛtāgama karya Prapanca disebutkan bahwa Jayanagara mengangkat Gajah Mada menjadi patih Kahuripan (1319).
Sebagai balas jasa, dalam pupuh Désawarnana atau Nāgarakṛtāgama karya Prapanca disebutkan bahwa Jayanagara mengangkat Gajah Mada menjadi patih Kahuripan (1319). Selain itu, Gajah Mada digambarkan pula sebagai "seorang yang mengesankan, berbicara dengan tajam atau tegas, jujur dan tulus ikhlas serta berpikiran sehat".
Nama Gajah Mada sangat buming di masyarakat pada masa awal kemerdekaan, para pemimpin antara lain Sukarno dan Mohammad Yamin sering menyebut sumpah Gajah Mada sebagai inspirasi dan "bukti" bahwa bangsa ini dapat bersatu, meskipun meliputi wilayah yang luas dan budaya yang berbeda-beda. Dengan demikian, Gajah Mada adalah inspirasi bagi revolusi nasional Indonesia untuk usaha kemerdekaannya dari kolonialisme Belanda.
Menurut Mahapatih Gajah Mada ada 13 ilmu kepemimpinan yang harus diterapkan, diantaranya:

Wijaya
Seorang pemimpin harus mempunyai jiwa yang tenang, sabar dan bijaksana serta tidak lekas panik dalam menghadapi berbagai macam persoalan, karena hanya dengan jiwa yang tenang masalah akan dapat dipecahkan.

Mantriwira
Seorang pemimpin harus berani membela dan menengakkan kebenaran dan keadilan, tanpa terpengaruh tekanan dari pihak manapun

Natangguan
Seorang pemimpin harus mendapat kepercayaan dari masyarakat dan berusaha menjaga kepercayaan yang diberikan tersebut, sebagai tanggungjawab dan kehormatan.

Satya Bakti Prabu
Seorang pemimpin harus memiliki loyalitas kepada kepentingan yang lebih tiggi dan bertindak dengan penuh kesetiaan demi nusa dan bangsa.

Wagmiwak
Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan mengutarakan pendapatnya, pandai berbicara dengan tutur kata yang tertib dan sopan, serta mampu menggugah semangat masyarakatnya.

Wicaksaneng Naya
Seorang pemimpin harus pandai berdiplomasi dan pandai mengatur strategi dan siasat.

Sarjawa Upasama
Seorang pemimpin harus rendah hari, tidak boleh sombong, congkak mentang-mentang menjadi pemimpin dan tidak sok berkuasa.

Dirosaha
Seorang pemimpin harus rajin dan tekun bekerja, pemimpin harus memusatkan rasa, cipta, karsa dan karyanya untuk mengabdi kepada kepentingan umum.

Tan Satresna
Seorang pemimpin tidak boleh memihak dan pilih kasih terhadap salah satu golongan atau memihak saudaranya, tetapi harus mampu mengatasai segala paham golongan. Sehingga dengan demikian akan mampu mempersatukan seluruh potensi masyarakatnya untuk menyukseskan cita-cita bersama.

Masihi Samasta Buwana
Seorang pemimpin harus mencintai alam semesta dengan melestarikan lingkungan hidup sebagai karunia dari Tuhan dan mengelola sumber daya alam dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan rakyat.

Sih Samasta Buwana
Seorang pemimpin harus dicintai oleh segenap lapisan masyarakat dan sebaliknya pemimpin harus mencintai rakyatnya.

Negara Gineng Pratijna
Seorang pemimpin senantiasa mengutamakan kepentingan negara dari pada kepentingan pribadi ataupun golongan, maupun keluarganya.

13. Dibyacita
Seorang pemimpin harus lapang dada dan bersedia menerima pendapat orang lain atau bawahannya (akomodatif dan inspiratif).

Menurut Patih Gajah Mada, pada dasarnya hanya ada dua pilihan bila kita hidup dalam suatu perkumpulan, yakni sebagai pemimpin atau orang yang dipimpin. Sebagai pemimpin, maka ia harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memimpin (kapabilitas), serta dapat diterima oleh yang dipimpin ataupun atasannya (aksetabel). Kemampuan dalam arti mampu memimpin, mampu mengorbakan diri demi tujuan yang ingin dicapai, baik korban waktu, tenaga, materi serta dapat diterima atau dapat dipercaya oleh anggota masyarakat dan pejabat yang diatasnya. Sedangkan sebagai anggota yang baik, kita harus memiliki loyalitas, patuh dan taat pada perintah atasan sebagai pemimpin, dan rela berkorban serta bekerja keras untuk mendukung atasan dalam pencapaian tujuan yang dalam ajaran agama disebut Satya Bela Bakti Prabu.
Terdapat pula beberapa kriteria yang harus dimiliki dalam kepemimpinan, sehingga semakin menunjang keberhasilan dari seorang pemimpin maupun mereka yang dipimpin. Diantaranya sebagai berikut:

Abikamika

Pemimpin harus tampil simpatik, berorientasi kebawah dan mengutamakan kepentingan rakyat banyak dari pada kepentingan pribadi atau golongan.

Prajna

Pemimpin harus bersikap arif dan bijaksana, menguasai agama, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat dijadikan panutan bagi rakyatnya.

Usaha

Pemimpin harus proaktif, berinisiatif, kreatif dan inovatif (pelopor pembaharuan) serta rela mengabdi tanpa pamrih untuk kesejahteraan rakyatnya.

Atma Sampal

Pemimpin harus mempunyai kepribadian: berintegritas tinggi, moral yang luhur serta obyetif dan mempunyai wawasan yang jauh ke masa depan demi kemajuan bangsanya.

Sakya Samanta

Pemimpin sebagai fungsi kontrol harus mampu mengawasi bawahan (efektif, efisien dan ekonomis) dan berani menindak secara adil bagi yang bersalah tanpa pilih kasih (tegas).
(Ad, dari Segala Sumber).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kandungan dan khasiat buah kabau

KANDUGAN KABAU
Foddweninsit kabau : 100 gram
Bagian kabau yang dapat dikonsumsi(food edible) : 100 %
-Energi Kabau : 199 Kkl
-Protein.          : 6,4 gr
-Lemak.           : 1,1 gr
-Karbihidrat.   : 41gr
-Vitamin A.     : 0 IU
-Vitamin C.     : 0 mg
-Kalsium.        : 40 gr
-Fosfor.           : 108 mg
-Zat Besi.        : 1,8 mg
-Vitamin B.     : 0,03 mg




Kabau adalah sejenia buah petai dan jenkol kabau berupa bentuk buahnya yang lonjong,berbentuk seperti kacang polong,namun jika dibelah kulitnya berjejer beberapa buah,berkulit hitam dan berdaging hijau didalamnya,biasanya tanaman ini hidup didaerah hutan Sumatera dan Jawa.
Buah ini berbau tidak sedap seperti petai dan jengkol inilah yang menjadikan kabau dengan nama lain julang jaling tentu tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia,namun kebanyakan orang suka lalap ini dikarenakan bau menyengat,buah ini berbau tajam dan mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan.

KHASIAT BUAH KABAU
-Mengatasi sembelit(susah buang air …

ADAT SEBENARNYA ADAT,ADAT YANG DI ADATKAN,ADAT NAN TERADAT,ADAT ISTIADAT DI ALAM KERINCI

"Tulisan yang dihimpun dari berbagai sumber mengenai seluk-beluk Adat sebenarnya,Adat yang di Adatkan,Adat yang ter Adat,dan Adat Istiadat di daerah Kerinci,Provinsi Jambi,yang belum banyak dipublikasikan,dengan harapan dapat bermanfaat,bagi pelestarian Adat dan Kebudayaan di Kabupaten Kerinci." Kabupaten Kerinci Berada di Provinsi Jambi mempunyai kebudayaan adat yang sangat kompoten di setiap daerah-daerahnya yang ada dengan berlandas dan bertumpu pada"Adat Bersandi Syarak,Syarak Bersendi Kitabullah","Syarak mangato Adat iyo Mamakai".Kerinci,Jambi berjarak 450 kilometer perjalanan dari  Kota Jambi dengan jarak tempuhnya sekitar 7 sampai delapan jam dengan menggunakan transportasi roda empat baik milik pribadi atau transportasi travel yang disewakan,perjalanan menuju Kabupaten Kerinci dengan jalannya sudah teramat bagus dan ketika sampai pada Gerbang Kabupaten Kerinci kita akan dapat melihat tulisan pada gerpang gapura dengan  tulisan"Selamat Dat…

TRAVEL CAHAYA KERINCI TERJUN KEJURANG|Agus Diar TV

Proses evakuasi Travel cahaya Kerinci




TRAVEL CAHAYA KERINCI MENGALAMI KECELAKAAN DAN TERJUN KEJURANG

Segala hal atas nama musibah tentu saja tidak kita inginkan dan kita undang kali ini musibah terjadi menimpa Travel cahaya Kerinci yang beralokasi dilahan panjang,kira-kira jm 02 dinihari 08/11/08.Travel Cahaya Kerinci mengalami oleng dan terjun kejurang dengan kondisi mobil travel yang memprihatinkan.Dari data yang didapat belum diketahui,jumlah dan penumpang pada Travel  Cahaya Kerinci. Sungguh kejadian memilukan bagi transportasi yang berada di Kerinci.Toh barangkali supir terlali lelah dalam mengemudikan Travel transportasi Cahaya Kerinci.Dengan kejadian ini pula mengingatkan pada semua sopir-sopir,agar mengemudikan kendaraan hendaknya berhati-hati.Agar kejadian yang menimpa Travel Cahaya Kerinci bisa menjadi contoh buat transportasi lainnya.Kejadian ini pula bukan hal yang disengaja,memang tiap-tiap musibah yang datang menimpa kita tidak mengetahui kapan dan dimana tempat dan wakt…